TVRINews - Bucharest, Rumania

Gheorghe Hagi telah menandatangani kontrak jangka panjang yang mencakup dua kualifikasi turnamen besar, Piala Eropa 2028 dan Piala Dunia 2030. 

Legenda sepak bola Rumania, Gheorghe Hagi, resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Tim Nasional Rumania. Federasi Sepak Bola Rumania (FRF) mengumumkan keputusan tersebut pada Senin (20/4/2026) waktu setempat, menandai kembalinya sosok ikonik itu ke kursi pelatih timnas setelah 25 tahun sejak pengalaman pertamanya di posisi tersebut.

Hagi datang menggantikan Mircea Lucescu yang mundur awal bulan ini setelah kegagalan Rumania lolos ke Piala Dunia usai kalah dari Turki pada babak play-off Piala Dunia 2026. Dalam perkembangan selanjutnya, Lucescu meninggal dunia lima hari setelah mengundurkan diri dalam usia 80 tahun.

Pihak FRF menyebut bahwa Hagi telah menandatangani kontrak jangka panjang yang mencakup dua siklus kualifikasi besar, yakni Piala Eropa 2028 dan Piala Dunia 2030. 

“Penunjukan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk membangun kembali kekuatan sepak bola Rumania dengan figur yang memahami identitas tim,” demikian pernyataan resmi dari FRF, dikutip dari Reuters.

Hagi, yang dijuluki “Maradona dari Carpathians”, dikenal sebagai salah satu pemain terbaik dunia pada era 1980-an hingga 1990-an. Ia mencatatkan 124 penampilan untuk Timnas Rumania dan tampil dalam tiga edisi Piala Dunia (1986,1990, 1994) serta tiga turnamen Piala Eropa (1984, 1996, 2000). Bersama Adrian Mutu, ia juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Rumania dengan 35 gol. 

Prestasi terbaik Gheorghe Hagi di Piala Dunia sebagai pemain adalah mencapai perempat final Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Pada turnamen itu, Hagi menjadi motor permainan Tricolorii dan tampil luar biasa. 

Ia mencetak tiga gol, termasuk gol ikonik dari jarak jauh saat mengalahkan Argentina 3-2 di babak 16 besar, salah satu pertandingan terbaik dalam sejarah sepak bola Rumania. Penampilannya membuatnya masuk dalam Tim Terbaik Turnamen (All-Star Team).

Karier klubnya pun gemilang, memperkuat sejumlah tim elite Eropa seperti Steaua Bucharest, Real Madrid, dan Barcelona, sebelum menutup karier di Galatasaray pada 2001 di usia 36 tahun.

Menariknya, Hagi langsung memulai karier kepelatihan hanya sebulan setelah pensiun sebagai pemain. Ia sempat menangani Timnas Rumania dalam empat pertandingan, termasuk play-off Piala Dunia 2002 melawan Slovenia yang berakhir dengan kekalahan agregat 2-3, membuatnya mundur dari posisi tersebut.

Sebagai pelatih, Hagi memiliki pengalaman luas, termasuk dua periode melatih Galatasaray dan sukses meraih Piala Turki. 

Ia juga dikenal sebagai pendiri klub Viitorul Constanta, yang kemudian berkembang pesat hingga promosi ke kasta tertinggi sebelum akhirnya bergabung dengan Farul Constanta. Di klub tersebut, Hagi menghabiskan lebih dari satu dekade sebagai pelatih dan berhasil mempersembahkan dua gelar liga.

Timnas Rumania dijadwalkan menjalani laga persahabatan melawan Georgia dan Wales pada Juni mendatang, sebelum memulai kampanye UEFA Nations League B pada September 2026. Kembalinya Hagi diharapkan mampu membawa semangat baru bagi Tricolorii yang tengah berupaya bangkit di kancah internasional.

“Ini adalah kehormatan besar bagi saya untuk kembali memimpin tim nasional,” ujar Hagi, menanggapi kepercayaan tersebut. “Saya ingin membangun tim yang kompetitif dan mengembalikan kebanggaan sepak bola Rumania di level tertinggi,” ia menambahkan.