TVRINews - London, Inggris

Capello mengingatkan bahwa dominasi awal sering kali sirna akibat kecemasan, sebuah pola yang harus dipatahkan jika ingin meraih trofi.

Mantan manajer tim nasional Inggris, Fabio Capello, memberikan peringatan kepada Thomas Tuchel mengenai tantangan mental yang membayangi skuad The Three Lions. Ia berkaca pada pengalaman pahitnya saat menangani negara tersebut di Piala Dunia 2010.

Kala itu, Inggris tampil sangat tumpul dengan hanya mampu mencetak tiga gol dalam empat pertandingan di Afrika Selatan. Langkah mereka pun harus terhenti secara menyakitkan pada babak 16 besar setelah ditaklukkan Jerman dengan skor 1-4.

Capello menduduki kursi kepelatihan Inggris sejak Desember 2007 dan memimpin tim hingga pengunduran dirinya pada Februari 2012. Selama masa jabatannya, ia kerap mengeluhkan kondisi fisik para pemain yang terkuras habis akibat jadwal kompetisi domestik yang padat.

Pelatih asal Italia tersebut secara terang-terangan menyalahkan ketiadaan jeda musim dingin dalam sistem liga di Inggris. Ia beranggapan tanpa waktu istirahat yang cukup, para pemain tidak akan pernah mencapai kondisi puncak saat membela negara.

Di sisi lain, era kepemimpinan Gareth Southgate justru berhasil membawa perubahan signifikan dalam pencapaian prestasi Inggris di kancah internasional. Ia sukses mengantarkan timnya mencapai dua laga final Euro secara berturut-turut serta perempat final Piala Dunia 2022.

Kini tongkat estafet kepemimpinan telah berpindah ke tangan Thomas Tuchel yang memiliki ambisi tinggi untuk mengakhiri puasa gelar. Namun, Capello masih menyimpan keraguan besar terhadap kesiapan mental skuad Inggris saat ini.

“Inilah masalah bagi Inggris. Mereka merasa lelah dan didera rasa takut. Pelatih harus bisa menghapus dua hal tersebut,” kata Capello kepada BBC Sport.

Analisis Capello bukan sekadar asumsi, karena merujuk pada performa tim dalam sejumlah laga krusial dalam beberapa tahun terakhir. Ia melihat adanya pola kegagalan yang sama, terutama saat mereka menghadapi tekanan tinggi di partai-partai penentuan.

Salah satu contoh paling nyata yang Capello soroti adalah kegagalan Inggris pada partai final Euro 2020 saat melawan Italia. Meskipun sempat unggul lewat gol cepat di menit awal, Inggris justru kehilangan kendali permainan dan akhirnya kalah melalui adu penalti.

"Saya ingat pertandingan melawan Italia," kata pria yang juga pernah menukangi Real Madrid dan AC Milan tersebut.

"Mereka unggul setelah 10-15 menit, namun setelah itu mereka seakan berhenti bermain. Mereka bermain dengan rasa takut," Capello melanjutkan.

Tuchel sendiri memulai perjalanannya dengan hasil yang sebenarnya cukup impresif setelah resmi menggantikan posisi Southgate pada 2024. Inggris berhasil mengamankan tiket menuju putaran final Piala Dunia dengan catatan kemenangan sempurna selama babak kualifikasi.

Meski demikian, performa Inggris mulai goyah dalam serangkaian pertandingan persahabatan yang dilakoni sepanjang bulan lalu. Mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Uruguai sebelum secara mengejutkan ditaklukkan oleh Jepang dengan skor tipis 0-1.

Kini Tuchel harus segera membenahi masalah kelelahan dan ketakutan yang disinggung Capello sebelum Piala Dunia 2026 dimulai pada 11 Juni mendatang. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu menempatkan Inggris di Grup L bersama Kroasia, Panama, serta Gana.