TVRINews – Jakarta

Piala Dunia tak hanya menghadirkan aksi gemilang, tetapi juga menyimpan kisah cedera mengerikan yang dialami para pemain.

Tampil habis-habisan dalam setiap pertandingan di Piala Dunia telah menjadi kewajiban bagi setiap pemain. Dalam diri mereka tertanam keinginan kuat untuk mempersembahkan hasil terbaik bagi negara.

Kalah kualitas skuad bukanlah soal, yang terpenting adalah memberikan perlawanan semaksimal mungkin terlebih dahulu. Semangat inilah yang kerap membuat para pemain tampil ngotot dan tanpa rasa gentar menghadapi benturan yang terjadi di atas lapangan.

Tak heran jika pertandingan Piala Dunia kerap memakan korban cedera. Berikut kami sajikan sejumlah kisah cedera parah yang dialami para pemain saat tampil di ajang tersebut.

1. Yasser Al-Shahrani (Arab Saudi)

Bek Arab Saudi, Yasser Al-Shahrani mengalami cedera parah saat tampil di Piala Dunia 2022 menghadapi Argentina. Ia bertabrakan dengan rekan setim, Mohammed Al-Owais. 

Cedera di bagian kepala, dada, dan perut membuat Yasser harus menjalani perawatan di rumah sakit Doha terlebih dahulu, kemudian diterbangkan ke Riyadh untuk menjalani operasi darurat.

Butuh waktu sekitar 133 hari bagi Yasser untuk pulih dari cedera. Saat kembali bermain, ia juga mesti mengenakan topeng untuk menghindari benturan langsung.

2. Christoph Kramer (Jerman)

Pertandingan antara Jerman melawan Argentina di final Piala Dunia 2014 tak bisa dilupakan oleh Christoph Kramer. Ketika laga baru berjalan 17 menit, kepalanya menerima benturan keras dari bahu Ezequiel Garay.

Setelah mendapat perawatan yang lama, ia sempat lanjut bermain selama 14 menit, tapi kemudian ditarik keluar karena menunjukkan tanda-tanda mengalami masalah serius. Kramer bertanya kepada wasit Nicola Rizzoli apakah pertandingan yang sedang dijalaninya adalah final Piala Dunia 2014.

Ia juga dilaporkan meminta untuk mengambil alih posisi penjaga gawang dan bertukar jersei dengan wasit. Gelagat aneh tersebut membuat Jerman segera menggantikannya dengan Andre Schurrle.

"Saya tidak tahu apa pun dari babak pertama. Belakangan saya berpikir bahwa saya langsung keluar lapangan setelah insiden itu. Bagaimana saya bisa sampai ke ruang ganti saya tidak tahu," ujar Kramer, dikutip dari The Guardian.

Setelah insiden tersebut, tidak ada cedera lanjutan yang dialami oleh Kramer. Namun, dokter memastikan ingatannya tentang babak pertama final Piala Dunia 2014 tidak akan pernah kembali.

3. Michael Owen (Inggris)

Michael Owen terkapar di atas lapangan saat pertandingan Inggris melawan Swedia di Grup B Piala Dunia 2006 baru berjalan 51 detik. Ia mengalami masalah lutut ketika hendak melepaskan operan.

Pelatih Inggris, Sven-Goran Eriksson, mendapat sinyal dari tim medis yang memberi perawatan bahwa Owen tak bisa melanjutkan pertandingan. Peter Crouch dimasukkan sebagai pengganti.

Dari hasil pemeriksaan, Owen dinyatakan mengalami robekan otot pada lutut kanannya. Ia dinyatakan absen hingga Piala Dunia 2006 berakhir.

Kabar pahit bagi Owen tak berhenti sampai di sana. Ia membutuhkan waktu sembilan bulan untuk bisa kembali pulih dari cedera.

4. Tab Ramos (Amerika Serikat)

Pemain Amerika Serikat, Tab Ramos, mengalami cedera serius saat tampil di pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 1994 menghadapi Brasil. Ia terkapar tak berdaya usai kena sikutan dari Leonardo.

Sikutan Leonardo itu membuat Ramos mengalami patah tulang tengkorak yang parah, termasuk patah tulang pelipis dan pendarahan di otak. Ia menghabiskan waktu tiga bulan lebih di rumah sakit setelah kejadian tersebut.

"Saya harus tinggal di rumah sakit karena ada darah di otak akibat sikutan itu, dan jika tidak hilang, mereka harus melakukan operasi," ujar Ramos, dikutip dari New York Times.

Leonardo yang langsung mendapat hukuman kartu merah dari wasit tak bisa lepas dari kritik. Banyak yang menganggap ia sengaja melakukan sikutan berbahaya tersebut.

Beberapa hari setelah pertandingan, Leonardo datang mengunjungi Ramos di rumah sakit. Ia menangis melihat kondisi cedera yang ditimbulkan kepada sang lawan.

5. Patrick Battiston (Prancis)

Patrick Battiston turun bermain di babak kedua semifinal Piala Dunia 1982 saat Prancis menghadapi Jerman Barat. Belum lama berada di atas lapangan, ia harus mengalami insiden mengerikan.

Battiston berlari kencang ke arah gawang Jerman Barat untuk mengejar bola operan dari rekan setimnya, Michel Platini. Kiper Jerman Barat, Harald Schumacher, tak ingin membiarkan lawan menguasai bola dengan mudah.

Ia berlari meninggalkan gawangnya untuk mengamankan bola sembari melompat. Namun, yang terjadi kemudian adalah benturan keras, di mana pinggul Schumacher mengenai bagian wajah Battiston.

Battiston terjatuh ke tanah dalam keadaan tidak sadar. Tulang belakangnya mengalami kerusakan dan ada gigi yang copot. Melihat kondisi tersebut, tim medis langsung memberi oksigen di atas lapangan.

Yang kemudian menjadi kontroversi adalah keputusan wasit atas kejadian tersebut. Charles Corver asal Belanda tidak menganggap itu sebagai sebuah pelanggaran, padahal sangat berisiko.

Beruntung bagi Battiston, setelah menjalani proses pemulihan, ia bisa melanjutkan karier. Ia juga menegaskan sudah memaafkan Schumacher atas apa yang terjadi.

6. Eduard Dubinski (Uni Soviet)

Bek Uni Soviet, Eduard Dubinski, mengalami cedera parah saat tampil di Piala Dunia 1962. Ia mengalami patah tulang kaki yang kemudian menyebabkan kematian.

Tekel keras pemain Yugoslavia, Muhamed Mujic menyebabkan Dubinski mengalami patah kaki. Insiden itu dianggap salah satu yang paling brutal dalam sejarah Piala Dunia.

Sayangnya, cedera yang dialami Dubinski tidak ditangani dengan tepat. Alhasil muncul komplikasi yang menyebabkan sarkoma, kanker langka yang berkembang di otot tubuh. Tujuh tahun setelah insiden tersebut, ia meninggal dunia di usia 34 tahun.