TVRINews - San Francisco, Amerika Serikat

Meski ditahan imbang 0-0 oleh Australia dan harus finis di posisi ketiga Grup D, Alfaro tetap memuji mentalitas anak asuhnya.

Pelatih tim nasional Paraguai, Gustavo Alfaro, meminta pihak penyelenggara untuk mengevaluasi kembali penempatan papan iklan di pinggir lapangan Piala Dunia 2026. Desakan tegas ini mencuat setelah penyerang andalannya, Julio Enciso, menabrak papan pembatas di belakang gawang Australia saat kedua tim bermain imbang 0-0, Jumat (26/6/2026) pagi WIB.

Insiden berbahaya tersebut terjadi ketika Enciso terlibat perebutan bola yang sangat sengit dengan bek Australia, Alessandro Circati, pada babak kedua. Duel fisik di San Francisco Bay Area Stadium itu membuat pemain muda Paraguai tersebut terpental hingga keluar garis lapangan.

Enciso sempat terkapar di dekat papan iklan sebelum akhirnya berusaha bangkit berdiri secara perlahan akibat benturan. Beruntung, ia tidak mengalami cedera serius dan masih sanggup bermain memimpin lini serang negaranya hingga laga usai.

"Saya pikir mungkin jika ada ruang yang lebih luas itu akan sangat baik karena tentu saja ada intensitas yang sangat tinggi ketika kami bermain," ujar Alfaro selepas pertandingan dikutip dari Reuters.

Alfaro khawatir kelalaian fasilitas pendukung seperti ini bisa berakibat fatal bagi karier seorang pesepak bola profesional. Maka dari itu, ia berharap adanya perubahan tata letak papan iklan untuk menjaga keamanan pemain.

"Terkadang jika seorang pemain kehilangan keseimbangan, dia bisa terjatuh dan mengalami cedera, dan hal-hal seperti ini bisa saja terjadi, jadi, mungkin kita harus memikirkan hal itu dan melakukan penilaian ulang," ujarnya.

Di sisi lain, hasil imbang tanpa gol ini menempatkan Paraguai di posisi ketiga klasemen akhir Grup D. Los Guaranies berada di bawah tuan rumah Amerika Serikat yang keluar sebagai juara grup serta Australia selaku runner-up.

Sejatinya Paraguai mengumpulkan poin yang sama dengan Australia yakni empat angka. Akan tetapi, Socceroos berhak menduduki peringkat kedua karena unggul produktivitas gol.

Paraguai hanya bisa berharap dapat menggenggam tiket babak 32 besar melalui jalur kuota delapan tim peringkat ketiga terbaik. Meski situasinya sedang tidak pasti, Alfaro tetap menyuarakan rasa keyakinan yang sangat tinggi mengenai peluang mereka.

Mantan pelatih Boca Juniors tersebut juga melayangkan pujian khusus kepada anak asuhnya yang mampu memperlihatkan karakter pantang menyerah. Ia sangat terkesan dengan respons cepat para pemain usai kekalahan telak 1-4 dari Amerika Serikat pada laga perdana.

"Bangkit dari hasil yang begitu sulit sangatlah berat bagi kami, dan terlepas dari hal itu, tim kami tampil sangat solid dalam dua pertandingan terakhir," ungkapnya.