Gelandang andalan Timnas Gana, Mohammed Kudus. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Accra, Gana
Kehilangan Mohammed Kudus dan Mohammed Salisu jadi ujian reputasi tersendiri bagi pelatih Carlos Queiroz, yang baru saja resmi menangani The Black Stars.
Kabar buruk datang bagi Tim Nasional Gana jelang Piala Dunia 2026. Bintang andalan mereka, Mohammed Kudus, dipastikan absen dari turnamen setelah mengalami cedera hamstring serius yang membuatnya harus menepi dalam waktu lama.
Gelandang serang berusia 25 tahun tersebut sebelumnya menargetkan tampil untuk kedua kalinya secara beruntun di ajang Piala Dunia. Namun, dikutip dari Africa Soccer, Selasa (14/4/2026), harapan itu pupus setelah hasil pemeriksaan medis terbaru menunjukkan kambuhnya cedera hamstring yang cukup parah.
Kudus diperkirakan akan absen setidaknya selama tiga bulan, yang secara otomatis menutup peluangnya untuk tampil di turnamen sepak bola terbesar di dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, 11 Juni-19 Juli 2026 itu.
Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi Gana. Dalam beberapa tahun terakhir, Kudus telah menjelma menjadi sosok sentral dalam permainan tim berjulukan The Black Stars tersebut.
Gelandang Tottenham Hotspur ini dikenal sebagai pemain yang memiliki kreativitas tinggi, kemampuan dribel yang mumpuni, serta insting mencetak gol yang tajam. Kehadirannya kerap menjadi pembeda dalam laga-laga penting.
Sebelumnya, sempat muncul optimisme ketika Kudus mulai kembali menjalani latihan individu setelah absen sejak Januari 2026 akibat cedera yang dialaminya di Liga Inggris saat menghadapi Sunderland.
Banyak pihak berharap ia bisa pulih tepat waktu untuk membela negaranya di Piala Dunia 2026. Namun, kenyataan berkata lain setelah cedera tersebut kembali kambuh dan memaksanya kembali ke ruang perawatan.
Absennya Kudus membuat pelatih baru Gana, Carlos Queiroz, harus memutar otak untuk menyusun ulang strategi tim jelang Piala Dunia 2026. Tantangan yang dihadapi pun tidak ringan. Gana tergabung dalam Grup L yang cukup berat bersama Inggris, Kroasia, dan "kuda hitam" Panama. Tanpa kehadiran pemain kunci seperti Kudus, peluang Gana untuk bersaing menjadi makin berat.
Apalagi masalah Gana tidak berhenti di situ. Mereka juga harus kehilangan bek andalan, Mohammed Salisu, yang turut menambah daftar pemain penting yang absen. Kehilangan dua pilar utama sekaligus di lini serang dan pertahanan jelas memengaruhi keseimbangan tim secara keseluruhan.
Dampak cedera Kudus juga dirasakan di level klub. Ia merupakan salah satu pemain penting bagi Tottenham Hotspur. Pelatih baru Spurs, Roberto De Zerbi, kini harus mencari solusi untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pemain Gana tersebut dalam sisa musim kompetisi Liga Inggris.
Ujian Reputasi Carlos Queiroz
Kehilangan Kudus dan Salisu menjadi ujian reputasi bagi Carlos Queiroz, yang baru saja resmi menangani The Black Stars Senin (13/4/2026) kemarin. Pria berusia 73 tahun ini datang dengan salah satu rekam jejak manajerial paling luas di sepak bola internasional.
Dari membimbing "Generasi Emas" Portugal hingga melatih klub-klub elite seperti Real Madrid dan bekerja bersama Alex Ferguson di Manchester United, kariernya telah ditentukan oleh lingkungan bertekanan tinggi.
Lebih penting lagi, ia memahami berbagai turnamen internasional. Ia telah memimpin beberapa negara, termasuk Portugal dan Iran, ke ajang Piala Dunia, membangun tim yang terorganisasi, disiplin, dan sulit untuk dikalahkan. Pengalaman itulah yang menjadi alasan Gana merekrutnya sekarang.