Penyerang sayap tim nasional Prancis, Michael Olise. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Abuja, Nigeria
Mantan pelatih timnas Nigeria Sunday Oliseh kecewa pada Michael Olise karena lebih memilih Prancis daripada negara asal ayahnya.
Mantan pelatih tim nasional sepak bola Nigeria, Sunday Oliseh, menyatakan kekecewaannya karena penyerang FC Bayern Munchen, Michael Olise (24 tahun), lebih memilih membela Prancis daripada Super Eagles, julukan timnas Nigeria.
Sebelum melakukan penampilan pertamanya untuk Prancis, Olise berhak mewakili Nigeria melalui ayahnya (keturunan Inggris-Nigeria), Inggris karena kelahirannya, dan Aljazair melalui garis keturunan ibunya (Prancis-Aljazair).
Dalam sebuah wawancara dengan majalah milik FC Bayern, 51, ketika ditanya tentang kewarganegaraannya, Olise mengatakan, "Sebenarnya saya berasal dari empat negara: Prancis, Aljazair, Nigeria, dan Inggris. Saya merasa sangat beruntung memiliki keempat bagian ini, yang semuanya memperkaya saya. Saya merasakan setiap bagian individu dalam diri saya, saya telah mengembangkan ikatan di semua negara saya."
Kendati begitu, pemain yang saat itu memiliki empat kewarganegaraan ini akhirnya hanya ingin mewakili Prancis, dengan bermain di level U-18, U-21, U-23, dan senior. Meskipun Federasi Sepak Bola Nigeria (NFF) telah berupaya membujuk Olise supaya bermain untuk Super Eagles, upaya tersebut tidak berhasil karena ia telah berkomitmen untuk mewakili Les Bleus sejak awal.
Olise dimasukkan oleh mantan pelatih Nigeria, Gernot Rohr, dalam skuad untuk kualifikasi Piala Afrika 2021 melawan Benin dan Lesotho, tetapi tidak tampil dalam kedua pertandingan tersebut. Olise juga melewatkan pertemuan yang direncanakan dengan Presiden NFF saat itu, Amaju Pinnick (menjabat pada 2014 sampai 2022), di London, Inggris, menjelang Piala Dunia 2022.
“Saat melihat Olise bermain, saya sangat marah. Saya hanya mengatakan bahwa orang ini seharusnya tidak mengenakan seragam tim nasional Prancis. Dia seharusnya mengenakan seragam hijau-putih-hijau Nigeria,” kata Oliseh di acara Global Football Insights with Oliseh.
“Inilah mengapa orang-orang di negara saya lucu. Beberapa bahkan mengirim pesan menanyakan mengapa saya menyabotase: ‘Anak Anda pergi bermain untuk Prancis’. Saya tegaskan, dia bukan anak saya. Nama Olise-nya sendiri bahkan tidak memiliki huruf ‘h’ di akhir namanya.”
Meskipun kecewa dengan pilihan tim nasional mana yang sudah diambil Olise, Oliseh tetap memuji pemain yang bisa diposisikan sebagai penyerang sayap kanan (right winger) dan gelandang serang itu. Dianggap sebagai salah satu pemain sayap terbaik di dunia, Olise dikenal karena kreativitas, kemampuan menggiring bola, dan bakatnya.
“Dia sangat bagus. Saya harus mengakui sesuatu. Ketika dia bermain bagus di Crystal Palace FC, saya berkata pada diri sendiri, ‘Pemain ini bagus, tetapi mungkin dia masih kurang sesuatu’,” ujar Oliseh, yang menangani timnas Nigeria pada 2015 sampai awal 2016.
“Tetapi ketika saya melihatnya sekarang di Bayern, saya berkata pada diri sendiri, ‘Pemain ini suatu hari nanti mungkin juga akan bersaing untuk Ballon d'Or karena dia sangat bagus’.
“Sekarang Anda melihat para bek merasa tidak berdaya melawannya. Mereka bahkan melanggarnya dan menghinanya untuk memprovokasinya, padahal dia orang yang pendiam.”
Sejak melakukan debut seniornya untuk Prancis dalam pertandingan UEFA Nations League melawan Italia pada September 2024, Olise telah mencetak empat gol dan tiga assist dalam 15 penampilan.
Hampir selalu dimainkan sebagai starter di kualifikasi Piala Dunia 2026, hingga dua pertandingan persahabatan terakhir Prancis, pelatih Didier Deschamps sepertinya akan memasukkan nama Michael Olise ke turnamen di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko yang bakal dimulai 11 Juni nanti
Seorang adik laki-laki Michael, bek kanan Chelsea FC Richard Olise, tetap memenuhi syarat untuk bermain untuk Nigeria, meskipun sudah mewakili timnas muda Inggris.