Uruguai akan berkompetisi di Piala Dunia FIFA ke-15 mereka dan yang kelima berturut-turut sejak kembali dengan penampilan yang mengesankan dengan finis di posisi keempat di Afrika Selatan 2010. 

Setelah kampanye kualifikasi yang penuh lika-liku, La Celeste mengamankan tempat langsung di babak kualifikasi Amerika Selatan yang sengit untuk Piala Dunia FIFA 2026.

Tim asuhan Marcelo Bielsa sedang mengalami perubahan besar-besaran menyusul pensiunnya para pemain kunci dari generasi emas mereka baru-baru ini yang membantu memulihkan reputasi negara tersebut. 

Dengan Edinson Cavani dan Luis Suarez telah gantung sepatu internasional, skuad baru yang dipimpin oleh Federico Valverde akan berupaya mengejutkan dunia dengan menampilkan gaya taktik khas pelatih mereka.

Di bawah kepemimpinan pelatih kepala Marcelo Bielsa, tim juara Piala Dunia dua kali (1930, 1950) itu mengadopsi gaya bermain intensitas tinggi, vertikal, dan agresif, sering menggunakan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1. Pendekatan Bielsa menuntut intensitas fisik yang tinggi, berfokus pada umpan vertikal cepat, tekanan tanpa henti, dan pergerakan menyerang yang lancar.

Di lini tengah, sang kapten Valverde akan dibantu Manuel Ugarte biasanya berperan sebagai jangkar pertahanan tengah (poros) dalam membangun serangan, memungkinkan gelandang lain untuk mendukung serangan. 

Darwin Nunez sebagai penyerang utama bisa menggunakan kecepatannya untuk meregangkan lini pertahanan dan berlari ke belakang pertahanan lawan. Sementara pemain sayap seperti Facundo Pellistri atau Maximiliano Araujo diharapkan bermain langsung, baik dengan menggiring bola melewati bek atau menusuk ke dalam kotak penalti.

Pada Piala Dunia 2026 nanti Uruguai akan tergabung di Grup H bersama Spanyol, Tanjung Hijau, dan Arab Saudi. Di atas kertas, La Celeste diyakini mampu lolos lebih jauh dari sekadar babak kedua.