Kendati akan turun di Piala Dunia 2026 dengan peringkat FIFA terbawah saat ini (85), Selandia Baru tentu tidak otomatis bisa dipandang sebelah mata.
Setelah memasuki babak kualifikasi kedua dari tiga babak zona Oseania (OFC), All Whites – julukan timnas Selandia Baru – meraih kemenangan besar melawan Tahiti (3-0), Vanuatu (8-1), dan Samoa (8-0) untuk memastikan tempat di babak ketiga melawan Fiji.
Dominasi mereka berlanjut saat mereka menghancurkan Bula Boys (julukan Fiji) 7-0 di Wellington pada 21 Maret 2025 sebelum mengamankan kualifikasi tiga hari kemudian dengan kemenangan 3-0 atas Kaledonia Baru di Auckland.
Piala Dunia 2026 menjadi kali ketiga All Whites turun di turnamen sepak bola terbesar sejagat itu setelah 1982 dan 2010.
Meskipun tersingkir di babak penyisihan grup di Afrika Selatan 2010, tim ini meraih tiga hasil imbang berturut-turut melawan Slowakia, Italia, dan Paraguai, dan mereka akan menargetkan kemenangan pertama di Piala Dunia 2026 nanti.
Pelatih Selandia Baru Darren Bazeley gemar menggunakan formasi 4-2-3-1 atau 4-4-2, dengan memprioritaskan struktur pertahanan yang kompak dan permainan menyerang langsung.
Formasi dominan 4-2-3-1, memungkinkan fleksibilitas untuk beralih ke blok pertahanan 4-4-2. Strategi menyerang utama All Whites adalah memberi umpan kepada striker Chris Wood, memanfaatkan kekuatan fisiknya sebagai titik fokus.
Tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Iran, Selandia Baru diyakini bakal mampu menyulitkan lawan-lawannya di fase awal Piala Dunia 2026 yang di atas kertas memiliki level di atas mereka.