Paraguai finis sebagai peringkat terakhir jatah lolos otomatis di kualifikasi zona Conmebol. Jangan tertipu! La Albirroja tetaplah kubu Amerika Selatan dengan tingkat bersaing yang tinggi. Seberapa layak Paraguai lolos dari Grup D di Piala Dunia 2026 nanti?

Paraguai dapat merasakan lagi putaran final setelah perempat final di Afrika Selatan 2010. Los Guaranies, julukan Paraguai, akan menjadi salah satu kuda hitam dengan gaya permainan teknis sekaligus fisik dari Amerika Selatan.

Los Albirroja atau Si Putih-Merah akan menawarkan keuletan dan gaya bermain fisik seperti biasa, entah dalam pakem formasi 4-4-2 atau 4-2-3-1 sesuai kebutuhan. Guaranies mengedepankan pula kedisiplinan tingkat tinggi dan gaya yang defensif yang semakin menyulitkan lawan mengembangkan permainan. 

Paraguai bersiap pula menampilkan kembali Garra Guarani, yakni semangat bermain dengan ketabahan dan keuletan hingga mampu melepaskan serangan balik yang bisa menjungkalkan lawan. Si Putih-Merah pun menambah kesulitan buat lawan dengan kerja kolektif tim yang intensif dan solid, dengan mengandalkan lini belakang yang rapat.

Pelatih Paraguai, Gustavo Alfaro, praktis mengusung gaya-gaya alamiah Guaranies tersebut. Efeknya, Paraguai bisa bersaing di kualifikasi zona Conmebol hingga kini mencoba merebut tiket ke fase gugur di Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.