Lolos baru untuk kali kedua setelah 1974, Haiti mungkin dianggap anak bawang di Grup C. Namun, kiprah di kualifikasi mengisyaratkan tim beralias Le Rouge et Bleu atau Si Merah-Biru ini berpotensi menghadirkan kejutan. Tiga kubu lain mesti berhati-hati.

Ancaman Haiti di Grup C bisa disimak dari kejutan mereka di putaran final Piala Dunia 2026 seperti saat melakoni kualifikasi zona Concacaf. Tim yang juga berjulukan Les Grenadiers ini mampu menyingkirkan Kosta Rika yang merupakan pelanggan putaran final dari Amerika Utara, Tengah, dan Karibia.

Inti permainan Haiti terletak pada perpaduan antara kemampuan teknis dan transisi cepat, dengan pendekatan ulet kala memeragakan gaya defensif dengan garis pertahanan yang tinggi. Agar Haiti bisa meluncurkan kelebihan-kelebihan dalam karakter tersebut, pelatih Sebastien Migne membentuk pasukan berisi pemain yang memiliki kecepatan dan keatletisan. 

Penyesuaian taktis yang telah mereka peragakan saat kualifikasi berpotensi memakan korban lagi di Amerika Utara pada musim panas nanti. Kecenderungan Haiti tampil dengan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1 sesuai kebutuhan akan menonjolkan peran gelandang kreatif dan sayap cepat untuk memapar ruang yang ditinggalkan lawan.