Sejak debut mereka di AS 1994, Arab Saudi telah memantapkan diri sebagai peserta tetap di Piala Dunia FIFA, dengan hanya absen dalam dua edisi sejak saat itu.
Tengah bersiap untuk penampilan ketujuh secara keseluruhan – atau ketiga berturut-turut – The Green Falcons didorong oleh ambisi baru untuk turnamen yang untuk pertama kalinya akan menampilkan 48 tim (sebelumnya maksimum 32 tim).
Menariknya, kendati jumlah peserta lolos langsung asal Asia diperbanyak menjadi delapan, di kualifikasi zona AFC lalu Arab Saudi harus turun hingga putaran keempat. Mereka memuncaki Grup B di putaran keempat pun hanya karena mencetak gol lebih banuak daripada Irak di posisi kedua (dan akhirnya lolos usai melalui play-off antar-konfederasi).
Di bawah pelatih Herve Renard yang kembali pada 2024 menggantikan Roberto Mancini, Arab Saudi sering menggunakan formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 untuk menyeimbangkan pertahanan yang solid dengan serangan cepat yang berorientasi pada sayap.
Dikenal karena tekanan intensitas tinggi dan mempertahankan garis pertahanan yang relatif tinggi, Arab Saudi mengandalkan kemampuan teknis lini tengah mereka dan kecepatan pemain sayap seperti Salem Al-Dawsari untuk menciptakan serangan balik, terutama di turnamen seperti Piala Dunia 2022.
Menariknya, kendati berhasil membawa Arab Saudi lolos ke Piala Dunia 2026, Renaud justru digantikan Georgios Donis pada 23 April lalu. Donis dikenal berpengalaman melatih klub-klub Arab Saudi, hampir sekitar 10 tahun.
Terakhir, pelatih asal Yunani kelahiran Jerman itu melatih klub Liga Pro Arab Saudi, Al Khaleej, setelah sebelumnya menangani Al Hilal, Al Fateh, dan Al Wehda.
Kini, penggemar The Eagles sangat menantikan hasil racikan Donis karena kedekatannya dengan para pemain Arab Saudi yang turun di liga lokal. Pertandingan pertama Arab Saudi di bawah Donis adalah laga pemanasan melawan Ekuador di New Jersey, Amerika Serikat, pada 30 Mei.
Tergabung di Grup H bersama Spanyol, Tanjung Hijau, dan Uruguai, di bawah Georgios Donis, The Green Falcons tentu berharap di Piala Dunia 2026 nanti pencapaian mereka bisa melebihi torehan terbaik selama ini, yakni 16 besar di AS 1994.