TVRINews – London, Inggris

Harry Kane berhasil menyamai rekor Gary Lineker yang mencetak 10 gol untuk Inggris di Piala Dunia.

Harry Kane mengukir sejarah baru dalam perjalanannya bersama Inggris. Ia berhasil menyamai catatan 10 gol di Piala Dunia milik penyerang legendaris tim berjuluk The Three Lions, Gary Lineker.

Kane mencapai rekor tersebut saat tampil membela Inggris melawan Kroasia dalam laga Grup L Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Dallas Stadium, Amerika Serikat pada Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.

Penyerang berusia 32 tahun itu menyumbangkan dua gol dalam kemenangan 4-2 Inggris atas Kroasia. Yang pertama dicetaknya melalui penalti, sementara yang kedua lewat sundulan meneruskan umpan sepak pojok Declan Rice.

Kini, Kane sudah sejajar dengan Lineker. Hanya butuh satu gol tambahan bagi penyerang Bayern Munchen tersebut untuk menjadi pemegang rekor tunggal bagi Inggris di ajang empat tahunan tersebut.

Lineker yang rekornya berhasil disamai justru memberi pujian kepada Kane. Menurutnya, penampilan kapten Inggris tersebut secara keseluruhan sangat bagus.

“Saya sangat senang Kane menyamai rekor saya. Permainan menyeluruhnya adalah hal yang, menurut saya, membedakannya dari semua yang lain,” kata Lineker, dikutip dari BBC.

Pria yang membawa Inggris hingga semifinal Piala Dunia 1990 itu menilai Kane layak disebut sebagai penyerang terbaik yang pernah dimiliki Inggris. Kontribusinya kepada tim sudah tidak perlu diragukan lagi.

“Saya pikir Harry Kane adalah penyerang Inggris terbaik yang pernah kami miliki. Saya benar-benar percaya itu sekarang,” ujarnya.

Perjalanan Kane dalam memimpin skuad Inggris di Piala Dunia 2026 masih panjang. Ada dua pertandingan lagi di Grup L melawan Gana dan Panama yang mesti dijalani.

Beban yang disandangnya sekarang ini tidaklah ringan. Suporter Inggris sangat berharap skuad asuhan Thomas Tuchel bisa mengakhiri penantian panjang merebut gelar juara.

Terakhir kali Inggris dapat keluar sebagai juara saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 1966. Setelah itu mereka kerap menemui kegagalan, termasuk dua kekalahan di semifinal 1990 dan 2018.

Mengukir capaian individu tentu saja amat menggiurkan bagi seorang pemain, namun prestasi bersama tim dengan merebut trofi Piala Dunia jauh lebih prestisius.