Grup F Piala Dunia 2026 berisikan Belanda, Jepang, Swedia, dan Tunisia. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Guadalupe, Meksiko
Belanda masih memimpin klasemen tapi mereka bisa terpeleset jika tidak memaksimalkan laga ketiga lawan Tunisia.
Kemenangan Jepang atas Tunisia mengubah peta persaingan di Grup F Piala Dunia 2026. Tiga poin Tim Samurai Biru dalam laga Sabtu (20/6/2026) atau Minggu pagi WIB menempatkan Jepang naik ke peringkat kedua klasemen sementara Grup F menggeser Swedia yang pada hari yang sama kalah 1-5 dari Belanda.
Dengan dua laga di pertandingan kedua tersebut, Belanda memimpin klasemen Grup F dengan empat poin. Sedangkan Jepang di peringkat kedua juga dengan empat poin. Meski Jepang memiliki selisih gol yang sama dengan Belanda (masing-masing memiliki selisih empat gol), namun Belanda memiliki produktivitas yang lebih baik dibandingkan dengan Jepang.
Belanda mengoleksi 7 gol sejauh ini, hasil dari 2 gol ke gawang Jepang pada laga pertama, lalu 5 gol ke gawang Swedia. Sementara Jepang mengoleksi enam gol dari dua laga sejauh ini yaitu 2 gol ke gawang Belanda dan 4 gol ke gawang Tunisia. Dengan demikian, Belanda yang berhak di posisi puncak klasemen sementara.
Sementara itu, Swedia untuk sementara ini harus berada di posisi kedua karena kekalahan dari Belanda. Alexander Isak dan kawan-kawan mengoleksi tiga poin, yang mereka raih di laga pertama saat menggulung Tunisia, 5-1. Dengan situasi ini, pertandingan terakhir grup atau laga ketiga akan menjadi duel yang menarik dan menentukan antara Jepang dan Swedia. Ya, kedua tim ini baru akan bertemu di putaran terakhir fase grup.
Ini akan menjadi pertandingan harus menang bagi Swedia karena jika hanya imbang mereka hanya akan meraih empat poin sementara Jepang lima poin. Dengan poin tersebut, jelas Swedia hanya akan berada di peringkat ketiga klasemen akhir nanti. Jika itu yang terjadi, nasib mereka di Piala Dunia 2026 akan ditentukan dalam klasemen peringkat ketiga terbaik dari 11 tim yang masuk dalam kategori tersebut.
Karena itu, tidak ada pilihan bagi Swedia kecuali mengalahkan Jepang. Jika itu yang berhasil mereka raih, bukan tidak mungkin Swedia akan merebut posisi puncak klasemen dengan enam poin yang mereka miliki. Kemungkinan itu bisa terjadi jika laga Belanda vs Tunisia berakhir imbang.
Meski demikian, kemungkinan Belanda kehilangan poin lawan Tunisia tampaknya akan sulit terjadi meski memang tidak mungkin. Laga Belanda vs Tunisia menempatkan Belanda dalam posisi unggul meraih tiga poin, khususnya jika melihat performa Tunisia yang buruk di dua laga mereka sejauh ini. Di sisi lain, Belanda asuhan Ronald Koeman tentu akan membidik status juara Grup F.
Meski jika melihat lawan yang menanti di 32 besar nanti juga tidak akan mudah. Dalam 32 besar, juara Grup F akan menghadapi runner-up Grup C. Sejauh ini, Grup C ditempati Brasil dan Maroko yang sama-sama mengoleksi 4 poin dan di posisi ketiga ada Skotlandia dengan 3 poin.
Di sisi lain, status Belanda yang juga belum pasti lolos akan membuat Oranje tampil dengan kemampuan terbaik untuk memastikan tiga poin tambahan. Dengan empat poin saat ini, mereka masih belum aman. Tunisia memang sudah tidak punya harapan, tapi meremehkan tim ini tentu akan menjadi sebuah kesalahan.
Jika Belanda kalah dari Tunisia sedangkan Swedia menang atas Jepang, ini menjadi situasi yang berbahaya bagi Belanda. Dengan skenario itu, Belanda dan Jepang akan sama-sama masih memiliki empat poin dengan Swedia yang memimpin. Dengan demikian, penentuan selisih gol akan kembali dilakukan di antara Belanda dan Jepang dan itu akan tergantung dari gol-gol yang akan diciptakan kedua tim ini di pertandingan terakhir nanti.
Jepang sudah aman jika mereka bisa meraih satu poin (imbang) saat lawan Swedia. Setidaknya, mereka akan berada di posisi runner-up dengan lima poin dan Swedia di posisi ketiga. Sementara jika kalah, sementara Belanda menang atas Tunisia, Jepang akan berada di posisi ketiga.
Seperti Belanda, Jepang belum terkalahkan setelah dua pertandingan fase Grup F ini. Kemenangan atas Tunisia membuat Jepang kembali mendapatkan kepercayaan diri mereka jelang lawan Swedia nanti. Kemenangan 4-0 tersebut membuat mereka menjadi tim asal Asia pertama yang mampu mencetak empat gol, terbanyak dalam sebuah laga dari tim Asia dalam sejarah Piala Dunia.