Raphinha berhasil kembali masuk skuad Timnas Brasil. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – New Jersey, Amerika Serikat
Raphinha mengalami cedera saat turun dalam pertandingan Brasil vs Haiti.
Brasil kehilangan salah satu pilar andalan di lini depan, Raphinha. Pemain berusia 29 tahun tersebut mengalami masalah pada bagian paha kanannya saat turun dalam pertandingan Grup C Piala Dunia 2026 melawan Haiti.
Raphinha harus ditarik keluar ketika pertandingan yang digelar di Philadelphia Stadium, Amerika Serikat pada Sabtu (20/6/2026) WIB itu memasuki menit ke-40. Pelatih Carlo Ancelotti menggantikannya dengan Rayan.
Begitu Raphinha ditarik keluar, suporter Brasil banyak yang cemas. Ia dikhawatirkan tidak bisa lagi diandalkan dalam upaya tim berjuluk Canarinha memburu gelar juara Piala Dunia 2026.
Kini, para penggemar pemain Barcelona tersebut bisa sedikit tenang. Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) bergerak cepat untuk menangani cedera sang pemain agar bisa segera kembali turun di Piala Dunia 2026.
"Rapinha menjaalni pemeriksaan pencitraan pada hari ini, yang mengonfirmasi adanya cedera otot di bagian belakang paha kanannya," demikian keterangan CBF, dikutip dari AS, Minggu (21/6/2026).
"Pemain akan menjalani program perawatan intensif yang diawasi oleh staf media tim nasional Brasil guna memastikan pemulihan dan kembalinya ia ke lapangan sesegera mungkin."
Dari hasil evaluasi tim dokter Brasil yang dipimpin Rodrigo Lasmar, cedera yang dialami Raphinha merupakan kambuhan. Dalam uji coba sebelum Piala Dunia 2026, ia sudah mengalaminya juga.
Dengan situasi ini, kemungkinan tim dokter akan menyarankan kepada Ancelotti untuk mengistirahatkan Raphinha. Tujuannya agar proses pemulihannya bisa berjalan lebih cepat, sebelum babak gugur dimulai.
Dalam dua pertandingan Brasil di Piala Dunia 2026 melawan Maroko dan Haiti, Raphinha selalu menjadi pilihan pertama Ancelotti. Akan tetapi, ia belum mampu menyumbangkan gol dan asis untuk tim.
Di tengah meningkatnya semangat Brasil usai mengalahkan Haiti dengan skor 3-0, kehilangan Raphinha bisa jadi masalah bagi Ancelotti. Kehadirannya di sisi sayap penyerangan tim amat dibutuhkan.
Agenda Brasil berikutnya adalah menjalani laga pamungkas Grup C Piala Dunia 2026. Mereka akan berhadapan dengan Skotlandia di Miami Stadium pada Kamis (25/6/2026) WIB.
Melihat persaingan di klasemen Grup C saat ini, Brasil yang sudah mengoleksi empat poin hanya butuh hasil imbang untuk memastikan tiket ke babak gugur. Mereka kini ada di puncak, unggul selisih gol dari Maroko yang ada di urutan kedua.
Sementara Skotlandia yang menempati peringkat ketiga baru memiliki tiga poin. Dasar klasemen dihuni oleh Haiti yang sudah dipastikan terhenti langkahnya di fase grup.