Hajime Moriyasu, menilai Jepang layak mencapai perempat final Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Monterrey, Meksiko
Pelatih Jepang tepis anggapan bahwa aksi bersih-bersih fan Jepang pascapertandingan mengambil pekerjaan orang lain.
Ada sebuah kepastian setelah pertandingan yang dilakoni Jepang di turnamen besar, apalagi Piala Dunia. Tribune stadion akan bersih dari sampah.
Ya, kepastian itu berupa aksi para pendukung Jepang memunguti sampah-sampah yang ada di tribune. Pemandangan ini sudah cukup sering terlihat, tapi tetap mengundang perhatian dan pujian setiap kali tergelar, tak terkecuali di Estadio Monterrey pada Sabtu (20/6/2026).
Di stadion tersebut, Jepang dan Tunisia berhadapan dalam pertandingan bersejarah. Laga ini merupakan yang ke-1.000 dalam sejarah gelaran Piala Dunia sejak 1930.
Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, menyambut laga historis ini dengan harapan mulia. "Akan sangat bagus jika orang-orang di seluruh dunia dapat merasakan bahwa kedua negara, rakyatnya, dan budaya yang berbeda terhubung melalui sepak bola," kata Moriyasu seperti dikutip dari Kyodo News sebelum laga.
Bicara soal budaya yang terlihat dari kebiasaan suporter Jepang melakukan operasi semut, Moriyasu memberikan pandangannya mengenai fenomena yang sudah lazim di negerinya tersebut.
"Saya pikir ini benar-benar budaya yang dapat dibanggakan Jepang," katanya selama konferensi pers di Estadio Monterrey. "Saya percaya banyak orang yang tahu ungkapan 'memastikan tempat lebih bersih daripada saat Anda tiba', dan tim kami juga membersihkan tempat sebelum kami pergi (setelah pertandingan)," sebut Moriyasu.
Namun, aksi keren itu tidak selalu mendapatkan respons positif. Pelatih berusia 57 tahun itu mengungkapkan bahwa suatu ketika ia diberi tahu bahwa dengan memungut sampah ia mengambil pekerjaan orang lain.
"Itu merupakan salah satu cara berpikir, tetapi orang Jepang pada umumnya memiliki konsep membuat tempat lebih bersih, dan saya percaya kita adalah orang-orang yang tidak membuang sampah secara sembarang. Saya rasa itu tidak akan mengambil semua pekerjaan mereka juga," tutur sang pelatih.
Moriyasu menceritakan pula bahwa kebiasaan baik pendukung Jepang menular ke masyarakat setempat di Nashville, Tennessee, markas Jepang selama Piala Dunia 2026.
"Saya rasa orang Jepang adalah orang-orang yang selalu saling membantu dan bekerja sama. Setelah latihan kami di Nashville kemarin, orang (lokal) yang bertanggung jawab atas pemeliharaan lapangan ikut membantu membersihkan tempat itu dengan mentalitas Jepang," Moriyasu menambahkan.
Aksi bersih-bersih ala Jepang itu sebenarnya sudah diikuti banyak pihak. Pendukung Indonesia yang turut mendukung Tim Garuda saat bertandang ke Osaka untuk laga kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Juni 2025 lalu mengikuti langkah pendukung Jepang.