Pelatih Timnas Pantai Gading, Emerse Fae. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Abidjan, Pantai Gading
Emerse Fae membuat Pantai Gading bisa menjadi Kuda Hitam di Piala Dunia 2026.
The Elephants atau Tim Gajah Pantai Gading bisa menjadi Tim Kuda Hitam di Piala Dunia 2026. Kemenangan atas Skotlandia dalam laga uji coba, Selasa (31/3/2026) lalu merupakan kemenangan kedua beruntun tim berjulukan The Elephants ini dalam uji coba akhir Maret lalu.
Sebelumnya, tim asuhan Emerse Fae memukul Korea Selatan dengan skor empat gol tanpa balas (4-0) pada 28 Maret 2026. Dua kemenangan ini membangkitkan kembali kepercayaan diri Franck Kessie dan kawan-kawan.
Pantai Gading memang membutuhkan kemenangan setelah kegagalan mereka di Piala Afrika 2025 yang digelar pada Desember 2025 hingga Januari 2026 lalu. Ketika itu, Pantai Gading tersingkir dari ajang tersebut setelah kalah 2-3 dari Timnas Mesir.
Menurut Emerse Fae, kemenangan atas Skotlandia meski hanya dengan satu gol, memperlihatkan timnya kembali efektif dalam menyerang dan memanfaatkan peluang.
"Ada masa dalam kualifikasi saat kami kesulitan mencetak gol. Terima kasih Tuhan, hari ini kami mampu dan terlihat lebih efektif di pertahanan lawan," kata Emerse Fae. "Kami juga berhasil membuat pertahanan kami tetap solid," dia menambahkan.
Pelatih 42 tahun ini pun menyatakan kegagalan di Piala Afrika 2025 lalu sudah dilupakan. Kini, Pantai Gading terus mempersiapkan diri menyongsong Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni 2026 nanti.
Pantai Gading satu dari 10 negara asal Afrika yang akan tampil di Piala Dunia 2026. Rencananya, Pantai Gading akan melakoni satu laga uji coba lagi sebelum tampil di Piala Dunia 2026 yaitu menghadapi Timnas Prancis yang akan digelar pada 4 Juni 2026.
Di Piala Dunia 2026, Pantai Gading satu grup dengan Jerman, Ekuador, dan Curacao. Bagi Pantai Gading, ini menjadi grup yang menantang sedangkan bagi Jerman, The Elephants adalah tim yang bisa memberikan kejutan.
"Itu (Piala Afrika) sudah berlalu. Kami telah memainkan dua pertandingan dan kami tidak kemasukan satu gol pun," Emersen Fae menambahkan.
Pantai Gading memang salah satu tim kontestan asal Afrika yang patut diwaspadai. Kapten dan bintang Timnas Korea Selatan, Son Heung-min, menilai Pantai Gading memiliki peluang melangkah ke fase yang lebih jauh tidak hanya di fase grup.
"Mereka memiliki permainan sepak bola yang kaya, punya Teknik yang baik, kolektivitas, dan didukung dengan kemampuan individu pemain. Ini adalah tim yang memiliki potensi melangkah lebih jauh di Piala Dunia (2026)," kata Son Heung-min setelah kekalahan Korea Selatan dari Pantai Gading.
Penilain tersebut tidaklah berlebihan karena faktanya pantai Gading juga mengalahkan Skotlandia, tim asal Eropa yang juga kontestan di Piala Dunia 2026. Lalu apa saja faktor yang membuat Pantai Gading menjadi tim yang bisa mengejutkan di Piala Dunia 2026?
"Kisah Dongeng" Emerse Fae
Meski lahir di Nantes, Prancis, Emerse Fae memiliki latar belakang kuat sebagai pelatih asal Pantai Gading. Kedua orangtua Emerse Fae berasal dari negeri ini dan karena itulah ketika masih aktif bermain, dia memilih untuk memperkuat Timnas Pantai Gading.
Ketika masih bermain, Emerson Fae yang berposisi sebagai gelandang memperkuat tim seperti Nantes, Reading, dan Nice. Karier kepelatihannya dimulai pada 2021 di Clemont B sebelum menjadi pelatih Pantai Gading U-23.
Emerson Fae kemudian diangkat sebagai asisten pelatih Timnas Senior Pantai Gading pada 2022, mendampingi pelatih Jean-Louis Gasset. Pada Januari 2024, Emerse Fae kemudian resmi sebagai pelatih kepala setelah kepergian Jean-Louis Gasset.
Emerse Fae berhasil membawa Pantai Gading juara Piala Afrika 2023 saat masih berstatus sebagai pelatih sementara. Dari sukses inilah kemudian dia terus membangun timnya hingga mampu membawa tim ini lolos ke Piala Dunia 2026. Dia membawa Pantai Gading kembali tampil di Piala Dunia setelah negeri ini absen selama 12 tahun.
Kehadiran Emerse Fae di Timnas Pantai Gading dalam Piala Dunia juga menjadi pencapaian bersejarah karena dalam Piala Dunia sebelumnya (2006, 2010, dan 2014), Pantai Gading dipimpin pelatih asing seperti Henri Michel, Vahid Halilhodzic, atau Sabri Lamouchi.
Sukses Pantai Gading juara Piala Afrika 2023 yang digelar di negeri mereka membuat Emerse Fae menjadi perhatian besar dan mendapat pujian. Fans bahkan memberikan nama pelatih ini dengan Emerse "Fae-ry tale" atau "Kisah dongeng" Emerse.
Nama tersebut untuk pencapaiannya yang cepat dari asisten pelatih kemudian membawa Pantai Gading juara Piala Afrika. Kini, publik sepak bola Pantai Gading juga berharap "kisah dongeng" Pantai Gading bersama Emerse Fae juga berlaku di Piala Dunia 2026.
Emerse Fae diharapkan bisa mematahkan "kutukan" Pantai Gading yang tidak pernah lolos dari fase grup Piala Dunia dalam tiga edisi, bahkan ketika negeri ini masih memiliki mesin gol seperti Didier Drogba saat itu.
Timnas Pantai Gading, salah satu tim yang bisa menjadi kuda hitam di Piala Dunia 2026.
Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
Pertahanan Solid
Kemenangan dalam dua laga uji coba lawan Skotlandia dan Korea Selatan dengan total mencetak 5 gol dan tanpa kemasukan, memperlihatkan Pantai Gading sebagai tim yang solid di pertahanan.
Solidnya lini pertahanan bahkan sudah terlihat dalam kualifikasi zona Afrika Piala Dunia 2026 ini. Dalam 10 pertandingan, Pantai Gading mencetak 25 gol dan tanpa kemasukan satu gol pun.
Mereka lolos langsung ke Piala Dunia 2026 dengan status juara Grup F kualifikasi zona Afrika. Pantai Gading memastikan tiket Piala Dunia 2026 setelah menang 3-0 atas Kenya di pertandingan ke-10 atau laga terakhir kualifikasi, 14 Oktober 2025 lalu.
Barisan pemain belakang berkelas seperti Evan Ndicka (AS Roma) dan Odilon Kossounou (Atalanta) menjadi duet yang solid namun memnberikan ketenangan dalam penguasaan bola. Bek kunci lainnya dalam skuad adalah Ousmane Diomande (Sporting CP) dan Emmanuel Agbadou (Besiktas).
Selain barisan bek tangguh di pertahanan, Emerse Fae memiliki gelandang berpengalaman yaitu Franck Kessie dan Ibrahim Sangare. Keduanya merupakan gelandang bertahan yang secara agresif menutup lini tengah bagi lawan.
Penyerang Muda
Barisan pemain muda di lini depan juga salah satu yang membuat Pantai Gading menjadi tim yang berpeluang memberikan kejutan bagi para pemain belakang lawan di Piala Dunia 2026 nanti.
The Elephants memiliki pemain muda yang dinamis seperti Amad Diallo (Manchester United), Simon Adingra (Monaco), atau Karim Konate (RB Salzburg), ketiganya memiliki kecepatan tinggi termasuk dalam transisi permainan.
Pantai Gading juga masih menyimpan penyerang andalan mereka, Sebastien Haller. Bintang Utrecht ini memang tidak dipanggil untuk dua laga uji coba karena dalam pemulihan cedera.
Jika Sebastien Haller sudah pulih, tentu dia akan masuk skuad. Masih ada Waktu bagi penyerang 31 tahun ini untuk tampil di Piala Dunia 2026. Selain Sebastien Haller, pemain bintang seperti Nicolas Pepe (Villarreal) yang mencetak gol ke gawang Skotlandia juga menjadi pemain kunci.
Kehadiran penyerang 30 tahun ini memperlihatkan Pantai Gading tim yang menggabungkan pemain senior dan pemain muda. Dengan semua faktor tersebut, Pantai Gading memang bisa menjadi tim kejutan dari Grup D Piala Dunia 2026.