TVRINews - Roma, Italia

Timnas Italia dituntut melakukan pembenahan total setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Alessandro Del Piero menilai sudah saatnya Timnas Italia menyingkirkan kesombongan. Pembenahan menyeluruh mesti dilakukan tim berjuluk Gli Azzurri setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

"Kesombongan harus disingkirkan. Yang dibutuhkan sekarang adalah kerendahan hati, kemauan untuk memulai kembali, serta mempelajari dan menganalisis siapa yang melakukan sesuatu dengan baik. Kita bukan lagi seperti yang kita kira," kata Alessandro Del Piero, dikutip dari Football Italia, Sabtu (4/4/2026).

Tiga kali secara beruntun gagal menembus putaran final turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia menjadi tamparan keras bagi Italia. Status mereka sebagai salah satu tim elite dunia semakin memudar.

Mantan pemain Juventus itu mengajak semua pihak untuk tidak saling menyalahkan. Menurutnya, masalah ini bukan hanya karena kepemimpinan Gennaro Gattuso sebagai pelatih tim nasional atau Presiden FIGC, Gabriele Gravina.

Alessandro Del Piero menyoroti budaya yang lebih mementingkan diri sendiri ketimbang tim dalam sepak bola Italia. Hal itu sangat bertolak belakang dengan apa yang pernah dilakukan skuad Gli Azzurri pada era 1982 dan 2006.

"Dalam momen-momen krisis olahraga terbesar kami, 1982 dan 2006, kami berhasil menemukan energi, kreativitas, keinginan, dan solusi. Bahkan hari ini, ketika kita tampaknya masih jauh dari solusi-solusi tersebut," tuturnya.

Pria berusia 51 tahun tersebut menyarankan agar dilakukan perubahan dalam cara pengembangan pemain muda Italia. Mereka harus meninggalkan cara lama karena sudah terbukti membuat talenta berbakat kehilangan kreativitas.

"Kita terlalu banyak memberi tahu anak-anak muda apa yang harus dilakukan. Ini membunuh kreativitas mereka. Mereka menjadi mahir dalam menjalankan instruksi, tetapi begitu keluar dari sistem itu, mereka membuat kesalahan dan dicap sebagai pemain yang buruk. Itu tidak benar. Masalahnya adalah mereka hanya diajari satu hal," ujarnya.

Menolak Kembalinya Roberto Mancini

Setelah gagal membawa anak asuhnya lolos ke Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso bersepakat dengan FIGC untuk mengakhiri kontrak kerja sama. Kini muncul berbagai spekulasi mengenai sosok penggantinya.

Roberto Mancini menjadi salah satu kandidat kuat sebagai pelatih Gli Azzurri berikutnya. Saat ini, juru taktik berusia 61 tahun itu sedang membesut klub asal Qatar, Al-Sadd.

Mantan pemain Italia, Gianni Rivera, menolak gagasan Roberto Mancini kembali menjadi pelatih. Ia menganggap mantan arsitek Inter Milan tersebut sebagai orang pertama yang membuat Gli Azzurri menderita. "Ia adalah salah satu orang pertama yang menyakiti tim nasional," tegasnya.