TVRINews - Atlanta, Amerika Serikat

Kekalahan Timnas Amerika Serikat dalam dua laga uji coba menempatkan Christian Pulisic dalam kritik.

Piala Dunia 2026 kurang dari dua bulan lagi tapi Christian Pulisic justru dalam performa yang tidak meyakinkan. Penyerang Timnas Amerika Serikat (USMT) ini kembali mengakhiri laga tanpa mampu mencetak gol.

Timnas Amerika Serikat asuhan Mauricio Pochettino tampil dalam dua laga uji coba di akhir Maret 2026 ini. Namun, dari dua laga tersebut, USMT mengalami dua kekalahan. Kalah 2-5 dari Belgia pada 26 Maret dan kemudian takluk 0-2 dari Portugal, 31 Maret lalu.

Kekalahan ini membuat Christian Pulisic dalam sorotan terkait produktivitasnya dalam mencetak gol. Dengan dua laga tersebut, Christian Pulisic memang belum pernah lagi mencetak gol untuk USMT dalam delapan laga terakhir di timnas.

Karena itu, kekhawatiran tentang sulitnya Christian Pulisic menjadi hal yang wajar. Terakhir kali bintang berusia 27 tahun ini mencetak gol untuk USMT sudah tahun 2024 lalu, saat mencetak gol lawan Jamaika di laga perempat final Liga Negara CONCACAF.

Pada pertandingan 19 November 2024 itu, Christian Pulisic mencetak satu gol dalam kemenangan 4-2 USMT. Setelah itu, Christian Pulisic tidak mampu mencetak gol lagi di laga lawan Panama (0-1), Kanada (1-2), Korea Selatan (0-2), Jepang (2-0), Ekuador (1-1), Australia (2-1), Belgia (2-5), dan kini Portugal (0-2).

Dari deretan laga tersebut, Christian Pulisic total tampil dalam 479 menit tanpa mencetak gol. Wajar jika kemudian bintang AC Milan ini mendapat sorotan terkait performanya. Satu-satunya kontribusi Christian Pulisic dari delapan laga itu ketika memberikan asis dalam kemenangan atas Jepang.

Terkait buruknya hasil USMT di dua laga terakhir, Christian Pulisic pun mengakui sebagai hasil yang mengecewakan tapi dia percaya tim dapat menemukan hal positif dari kekalahan tersebut sebagai persiapan menghadapi Piala Dunia 2026.

"Tentu saja, kami kecewa dengan hasilnya. Tapi, sejujurnya saya dapat mengambil banyak hal positif dari kekalahan itu. Saya kira, kami justru mendapatkan gambaran yang lebih baik dari yang sepertinya terlihat," kata Christian Pulisic, tentang dua kekalahan tersebut.

Pemain 27 tahun ini menegaskan bahwa dirinya memiliki keyakinan yang besar terhadap tim saat ini. Dia juga mengakui ada sejumlah peluang yang seharusnya bisa menjadi gol.

"Kami bahkan mampu memberikan lebih banyak tekanan di babak pertama pada dua laga tersebut dan kami mampu menciptakan peluang," kata Christian Pulisic yang telah bermain dalam 84 laga untuk Timnas Amerika Serikat dan mencetak 32 gol.

"Jika saya bisa menyelesaikan peluang itu dengan baik yang saya yakin saya bisa, situasinya tentu akan berbeda. Tapi, saya merasa kami dalam situasi yang baik di laga ini, dan saya yakin hal-hal positif akan datang," kata Christian Pulisic lagi.

Kekhawatiran terhadap Christian Pulisic ditambah dengan fakta bahwa sang pemain juga belum lagi mampu mencetak gol untuk klubnya, AC Milan, dalam 12 laga terakhir. Jika USMT sangat membutuhkan peran Christian Pulisic untuk berada di performa terbaik, saat ini justru dia jauh dari penilaian bagus tersebut.

Salah satu kritik dan kekhawatiran terkait performa tim berjulukan The Stars and Stripes dilontarkan mantan bintang USMT, Kyle Martino, setelah dua kekalahan tersebut. Menurutnya, persoalan USMT bukan hanya sekadar tentang kebuntuan Christian Pulisic dalam mencetak gol melainkan karena minimnya laga-laga kompetitif.

"Minimnya pertandingan kompetitif telah merugikan kami. Kami tidak memiliki cukup pertandingan yang berarti. Saya kira, kami tidak lebih baik daripada Piala Dunia sebelumnya," kata Kyle Martino, pemain USMT 2002-2006.

Sebagai tuan rumah, Timnas Amerika Serikat memang lolos secara otomatis yang berarti mereka tidak tampil dalam kulaifikasi. Laga lawan Belgia dan Portugal faktanya merupakan dua dari delapan laga uji coba terakhir USMT.

Upaya Mauricio Pochettino

Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, tampaknya juga telah menempatkan kebuntuan Christian Pulisic sebagai persoalan yuang harus diatasi.

Karena itu pula, pelatih asal Argentina ini pun melakukan perubahan pola dengan menempatkan Christian Pulisic sebagai penyerang dalam formasi 4-3-3. Christian Pulisic bermain di lini depan bersama Timothy Weah dan Malik Tillman sebagai trio penyerang.

Formasi ini berbeda di laga sebelumnya ketika lawan Belgia, di mana Christian Pulisic masih sebagai salah satu dari trio gelandang serang dalam pola 4-2-3-1 dengan Folarin Bolagun sebagai penyerang.

"Kami akan membantunya, mungkin dengan menempatkannya sedikit lebih dekat di gawang lawan," kata Mauricio Pochettino sebelum kekalahan lawan Portugal. Namun, dengan perubahan tersebut belum terlihat tanda-tanda Christian Pulisic menemukan ketajamannya kembali.

Timnas Amerika Serikat masih memiliki sejumlah laga uji coba seperti lawan Senegal pada 31 Mei nanti dan menghadapi Jerman pada 6 Juni sebelum mereka tampil di Piala Dunia 2026.

Amerika Serikat yang merupakan salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko, di Piala Dunia 2026 ini ada di Grup D bersama Paraguai, Australia, dan Turki. Laga pertama mereka akan terjadi pada 12 Juni 2026, menghadapi Paraguai.

Namun, sebelum momen itu, Amerika Serikat tentu berharap Christian Pulisic sudah berada dalam performa terbaiknya. "Dari sisi fisik saya merasa sangat baik, dan saya melakukan banyak hal positif," kata Christian Pulisic.

"Saya akan membantu tim untuk memberikan asis dan mencetak gol, menciptakan peluang. Tentu saja, ketika saya tidak bisa melakukannya saya merasa kecewa. Namun, saya semakin dekat dengan performa terbaik saya," kata Christian Pulisic.