TVRINews - Amman, Yordania

Pendekatan kepelatihannya yang disiplin namun humanis berhasil menyatukan ruang ganti dan memaksimalkan potensi pemain.

Dunia sepak bola internasional menyaksikan lahirnya sejarah baru yang sangat monumental pada pertengahan tahun ini. Tim nasional Yordania secara luar biasa memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya.

Keberhasilan fenomenal negara Timur Tengah ini mengejutkan banyak pihak yang sebelumnya meragukan kapasitas sepak bola mereka. Keajaiban ini tidak lepas dari tangan dingin sang juru taktik asal Maroko, Jamal Sellami.

Jauh sebelum dikenal sebagai pelatih jenius, Sellami memiliki rekam jejak yang sangat panjang di lapangan hijau. Ia merupakan seorang gelandang bertahan yang sangat disegani pada era kompetisi 1990-an silam.

Karier bermainnya di level klub tercatat sangat mentereng saat membela raksasa Maroko, Raja Casablanca. Bersama klub masa kecilnya tersebut, ia berhasil merengkuh berbagai gelar bergengsi di level domestik maupun kontinental.

Performa konsisten di lini tengah membuat Sellami mendapatkan panggilan kehormatan untuk membela negaranya di level internasional. Ia sukses menembus skuad tim nasional Maroko untuk Piala Dunia 1998.

Pengalaman berharga merumput di pesta sepak bola terbesar sejagat di Prancis tersebut menjadi titik balik kehidupannya. Atmosfer kompetisi tertinggi itu secara tidak langsung membentuk fondasi yang sangat kuat bagi visi taktisnya sampai sekarang.

Setelah memutuskan gantung sepatu sebagai pemain profesional, pria kelahiran Casablanca ini tidak bisa jauh dari sepak bola. Sellami langsung mengalihkan fokus hidupnya untuk meniti karier baru di dunia kepelatihan profesional secara total.

Langkah awalnya di dunia kepelatihan dimulai dengan menangani beberapa klub lokal di kompetisi domestik Maroko. Melalui proses melelahkan di level bawah tersebut, ia perlahan mulai mengasah kemampuan manajerial dan membaca permainan.

Nama Sellami mulai melambung ke permukaan dan menjadi buah bibir publik sepak bola Afrika Utara pada 2018. Saat itu, ia sukses membawa tim nasional Maroko memenangkan gelar bergengsi African Nations Championship.

Keberhasilan tersebut membuktikan Sellami memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam meramu strategi turnamen. Reputasi mentereng dalam mengorbitkan bakat muda lokal membuat profilnya mulai dilirik oleh banyak federasi luar negeri.

Federasi Sepak Bola Yordania menjadi pihak yang paling serius untuk menggunakan jasa dan pemikiran sepak bolanya. Tantangan besar pun akhirnya diterima Sellami saat resmi ditunjuk untuk memimpin skuad Yordania pada Juni 2024.

Tugas utama yang dibebankan di pundaknya sejak awal adalah membawa perubahan mentalitas bertanding bagi para pemain. Sellami ditargetkan untuk menembus batas sejarah baru yang belum pernah dicapai oleh generasi pelatih sebelumnya.

Berdasarkan data statistik, Sellami mencatatkan rekam jejak yang oke bersama Yordania. Dari 29 pertandingan yang sudah dimainkan, ia berhasil mempersembahkan 11 kemenangan, 11 imbang, dan tujuh kekalahan.

Gaya kepelatihan yang diusung oleh pria berusia 55 tahun ini memang mengutamakan kedisiplinan organisasi yang sangat ketat. Sellami mengombinasikan kerapian menjaga area pertahanan dengan skema serangan balik yang sangat mematikan bagi musuh.

Sellami sangat menekankan pentingnya transisi permainan dari bertahan ke menyerang yang harus berjalan secara harmonis. Setiap pemain diwajibkan memiliki stamina prima demi bisa menerapkan determinasi tinggi di sepanjang waktu pertandingan.

Selain aspek taktik di atas lapangan, pendekatan psikologis yang hangat juga menjadi kunci suksesnya. Sellami dikenal sangat dekat secara personal namun tetap menjaga profesionalisme dan ketegasan kepada setiap anak asuhnya.

Pendekatan personal yang menyentuh hati tersebut terbukti berhasil membangun rasa percaya diri yang sangat tinggi. Atmosfer positif yang tercipta di dalam ruang ganti skuad Yordania membuat kebersamaan tim makin solid.

Melalui racikan strategi yang sangat matang, Yordania tampil mengejutkan di sepanjang babak kualifikasi zona Asia. Mereka secara luar biasa mampu menumbangkan beberapa tim raksasa yang secara tradisi jauh lebih diunggulkan.

Konsistensi performa yang ditunjukkan sepanjang fase krusial tersebut akhirnya membuahkan tiket kelolosan otomatis yang sangat bersejarah. Keberhasilan ini langsung memicu perayaan luar biasa dari publik sepak bola yang memadati Kota Amman.

"Ketika mengambil peran sebagai pelatih kepada, saya tahu kami memiliki modal yang baik untuk membantu mencapai target lolos ke Piala Dunia 2026," kata Sellami.

"Sejak hari pertama saya berbicara kepada para pemain dan mengatakan bahwa saya datang bukan untuk membuang waktu saya ataupun waktu mereka."

"Salah satu kekuatan terbesar kami adalah semangat dan mentalitas di dalam kelompok. Ambisi, keinginan, dan gairah adalah hal yang sangat penting," Sellami melanjutkan.

Berdasarkan hasil pengundian yang dilakukan FIFA, Yordania dipastikan masuk ke dalam grup berat. Yordania tergabung di dalam Grup J bersama Aljazair, Austria, dan juga Argentina.

Menghadapi nama besar seperti Argentina yang dihuni deretan pemain bintang dunia seperti Lionel Messi, tak bikin Sellami sama sekali gentar. Ia justru melihat laga ini sebagai kesempatan emas untuk belajar.

"Tentu saja kami berharap Messi hadir, karena berita yang beredar saat ini belum memastikan apakah dia akan bermain atau tidak. Saya berharap dia hadir karena dia masih menjadi ikon sepak bola, sehingga pertandingan akan menjadi sangat menarik. Kami berharap laga itu menjadi pertandingan yang memastikan tempat kami di babak berikutnya Piala Dunia," ucapnya.

"Menghadapi Messi adalah pengalaman yang unik. Ini merupakan tantangan besar bagi para pemain kami, dan kami memiliki persiapan khusus untuk setiap fase karena sebelum menghadapi Argentina, kami lebih dulu menjalani dua pertandingan yang sangat penting. Pertandingan melawan Messi akan membutuhkan persiapan khusus," ia melanjutkan.

Perjalanan panjang dari lapangan Casablanca hingga ke panggung dunia kini telah menempatkan Sellami dalam jajaran pelatih elite. Publik Yordania kini menggantungkan harapan besar di pundaknya untuk melihat keajaiban taktis tersebut berlanjut di Piala Dunia 2026.