Timnas Korea Selatan Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Seoul, Korea Selatan
Nilai pasar Timnas Korea Selatan berada di posisi ke-24 dari 48 negara yang turun di Piala Dunia 2026.
Seperti hukum ekonomi, dalam sepak bola juga dikenal apa yang disebut nilai pasar pemain. Variabel ini mencerminkan performa, potensi, dan daya tarik komersial sang pemain saat ini, dan berubah secara real-time seiring dengan performa dan cedera.
Menjelang Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada 11 Juni di 16 kota (stadion) yang tersebar di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, Tim Nasional Korea Selatan (Korsel) sudah siap turun, meskipun sejumlah pihak menilai para pemain mungkin tidak dalam kondisi terbaik.
Seluruh 26 pemain Timnas Korsel yang akan diturunkan ke Piala Dunia 2026 memiliki total harga pasar 140,2 juta euro (163 juta dolar Amerika). Dengan jumlah itu, Taeguk Warriors berada di peringkat ke-29 dari 48 tim di Piala Dunia 2026, daftar nilai tim dari situs web transfer Transfermarkt per Senin (18/5/2026).
Menjelang keikutsertaan ke-11 beruntun di Piala Dunia, skuad pelatih Hong Myung-bo itu berada di posisi kedua dari sisi nilai tim di Grup A, di bawah Republik Ceko namun di atas Meksiko dan Afrika Selatan.
Playmaker Paris Saint-German (PSG) Lee Kang-in menjadi pemain Korsel dengan valuasi tertinggi dengan 28 juta euro, atau sekitar 20 persen dari keseluruhan skuad.
Lee telah bergantian antara menjadi starter dan pemain pengganti di klub juara Prancis tersebut sambil terus meningkatkan nilainya.
Bek tengah FC Bayern Munchen, Kim Min-jae, berada di urutan kedua dengan nilai 25 juta euro, diikuti oleh penyerang dan kapten tim LAFC, Son Heung-min, dengan nilai 17 juta euro.
Nilai Son telah merosot dari puncaknya pada tahun 2020 sebesar 90 juta euro, yang dicapai selama masa baktinya di Tottenham Hotspur, karena faktor usia—ia kini berusia 33 tahun—dan kepindahannya ke MLS Amerika Serikat.
Striker Besiktas, Oh Hyeon-gyu, yang performa mencetak golnya di Liga Turki telah menggandakan nilai transfernya, berada di urutan keempat dengan nilai 15 juta euro.
Penyerang Wolverhampton Wanderers, Hwang Hee-chan (30 tahun), dan gelandang Feyenoord, Hwang In-beom (30 tahun), berbagi urutan kelima dengan nilai masing-masing 8 juta euro.
Di ujung lain daftar, pemain yang secara mengejutkan dipanggil, Lee Gi-hyuk, seorang bek di Gangwon FC, hanya bernilai 600 ribu euro.
Di Grup A, Timnas Republik Ceko memimpin valuasi skuad sebesar 176,8 juta euro, sekitar 36,6 juta euro lebih tinggi daripada Korsel.
Bek Wolves dan kapten Ceko, Ladislav Krejci, memimpin semua pemain Grup A dengan nilai 22 juta euro, diikuti oleh striker Bayer Leverkusen, Patrik Schick, dan gelandang serang Lyon, Pavel Sulc, yang masing-masing bernilai 20 juta euro. Skuad Ceko memang dipenuhi pemain dari lima liga top Eropa.
Meksiko, sebagai tuan rumah bersama, berada di peringkat ketiga grup dengan nilai 79,8 juta euro, meskipun angka tersebut menyesatkan. Saat ini, angka tersebut hanya mencakup pemain domestik yang telah dipanggil Meksiko sejauh ini.
Jika pemain yang berbasis di Eropa seperti striker AC Milan, Santiago Gimenez, dengan nilai 20 juta euro, dan gelandang bertahan Fenerbahce, Edson Alvarez, dengan nilai 18 juta euro, bergabung dengan skuad, Meksiko diperkirakan akan melampaui Republik Ceko.
Afrika Selatan berada di posisi terbawah Grup A dengan nilai transfer 41,2 juta euro dengan striker Burnley, Lyle Foster, menyumbang 10 juta euro dari jumlah tersebut.
Di antara 48 negara yang turun di Piala Dunia, Inggris memimpin dengan skuad senilai 1,62 miliar euro, yang dipenuhi nama-nama seperti gelandang Real Madrid Jude Bellingham dan duo Arsenal FC, Declan Rice dan Bukayo Saka.
Prancis dan Spanyol berada di urutan kedua dan ketiga, dengan masing-masing skuad senilai sekitar 1,5 miliar euro dan 1,3 miliar euro.
Di tingkat individu, pemain sayap Spanyol Lamine Yamal dari FC Barcelona, penyerang Prancis Kylian Mbappe dari Real Madrid, dan striker Norwegia Erling Haaland dari Manchester City berbagi peringkat teratas dengan nilai masing-masing 200 juta euro.
Nilai pasar selama ini menjadi salah satu ukuran daya saing, tetapi itu juga bukan segalanya. Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Korsel mampu mengalahkan Jerman 2-0, meskipun nilai gabungan skuad Jerman pada saat itu lebih dari 13 kali lipat lebih tinggi.