Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Kampen, Belanda
Jaap Stam percaya Brasil tidak bisa dipandang sebelah mata di Piala Dunia 2026.
Mantan bek tengah Tim Nasional Belanda, Jakob “Jaap” Stam, mengakui Brasil menjadi salah satu favorit untuk memenangi Piala Dunia 2026.
Ia juga menjelaskan alasan mengapa Brasil tidak boleh dipandang sebelah mata untuk merebut Piala Dunia keenamnya pada turnamen sepak bola terbesar yang tahun ini digelar di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, tersebut.
Brasil adalah negara dengan gelar Piala Dunia terbanyak, lima (1950, 1958, 1962, 1994, 2002), dan tidak pernah absen sejak turnamen ini pertama digelar pada 1930. Mereka bakal turun di putaran final Piala Dunia untuk yang ke-23 kali, tahun ini.
Sejak memenangi Piala Dunia terakhir pada 2002, Selecao tercatat hanya sekali mampu menembus semifinal (2014, di rumah sendiri). Selebihnya, di empat kesempatan lainnya (2006, 2010, 2018, 2022), Brasil tidak pernah mampu lebih jauh daripada perempat final.
Kondisi ini kontras dengan yang mereka alami antara pertengahan tahun 1990-an sampai awal 2000-an, saat mampu menembus final di tiga Piala Dunia beruntun dengan juara pada 1994 dan 2002.
Kini, di bawah pelatih baru Carlo Ancelotti, tim nasional sepak bola yang dulunya dominan ini bertujuan untuk kembali meraih kejayaan. Meskipun Brasil memiliki skuad yang berbakat, faktanya tim nasional ini telah mengalami banyak pasang surut di lapangan.
Stam, legenda sepak bola Belanda – dengan 67 caps dan tiga gol antara April 1996 sampai Juni 2004, memiliki harapan besar untuk Brasil di Piala Dunia 2026.
Daftar pemain Brasil untuk Piala Dunia telah resmi diumumkan pada Senin (18/5/2026) waktu setempat, yang menampilkan banyak bintang terkenal dan beberapa nama yang secara mengejutkan tidak masuk dalam daftar.
Stam pun menyebut negara mana yang dianggapnya sebagai favorit di Piala Dunia 2026. Namun ia mengakui Brasil sebagai tim yang mampu bersaing untuk merebut Piala Dunia keenamnya.
Brasil tergabung dalam Grup C dengan pesaing Maroko, Skotlandia, dan Haiti. Di atas kertas, Brasil tidak hanya memiliki peluang besar untuk lolos dari grup, tetapi juga bisa finis sebagai pemenang grup.
Stam sangat menghargai Brasil menjelang turnamen. Ia percaya kualitas dan kemampuan keseluruhan skuad setara dengan tim-tim papan atas di turnamen tersebut.
“Jika Anda melihat kemampuan dan pilihan yang dapat dibuat suatu negara, kualitas pemain, maka Anda akan melihat Prancis, Spanyol, Jerman, karena itu juga mentalitas mereka dan bagaimana mereka dapat bermain di turnamen,” kata Stam kepada ComeOn.
“Tim-tim yang saya sebutkan berada di atas sana, begitu juga Brasil. Jika Anda melihat kualitas, Anda melihat sedikit pengalaman yang mereka bawa.”
Mantan bek PSV Eindhoven, Manchester United, SS Lazio, AC Milan, dan AFC Ajax itu menambahkan: “Lihatlah pelatih yang mereka miliki, yang dapat memberikan arahan kepada tim tersebut, kepada para pemain ini. Brasil memiliki peluang. Ini akan menjadi turnamen yang menarik.”
Dampak Bergabungnya Ancelotti ke Brasil
Stam juga menyoroti bagaimana Ancelotti dapat memengaruhi Brasil dalam upayanya meraih Piala Dunia ke-6. Pelatih legendaris asal Italia ini membawa perspektif baru bagi Tim Nasional Brasil yang dapat menguntungkan para pemain.
Ancelotti dihormati di seluruh dunia olahraga, baik oleh rekan-rekannya maupun para pemain. Pengalaman dan pemahamannya tentang apa yang dibutuhkan untuk menang dapat terbukti sangat penting dalam membangun rencana permainan yang kuat yang memaksimalkan kekuatan tim.
Stam – yang turun di tujuh pertandingan Piala Dunia 1998, saat Belanda menempati peringkat keempat – percaya Ancelotti memahami taktik mana yang mampu membawa Brasil menuju kejayaan.
“Saya pikir dengan negara seperti Brasil, dan tentu saja, secara taktik, Ancelotti tahu apa yang perlu dia lakukan,” ujar Stam yang sejak Juli 2024 menjadi pelatih DOS Kampen, klub sepak bola amatir Belanda yang turun di Eerste Klasse (Divisi VI Liga Belanda).
“Tetapi dia memberi banyak kebebasan kepada para pemain dalam hal bagaimana bertindak, bagaimana bermain, bagaimana hidup, dan bagaimana bersatu sebagai sebuah tim.
“Itu memberi sebagian besar pemain perasaan yang sangat baik sehingga mereka dapat menunjukkan identitas sejati mereka di lapangan.”