TVRINews - New Jersey, Amerika Serikat

Selain Piala Dunia 2026, vokalis Coldplay, Chris Martin, juga beberapa kali terlibat dalam penyelenggaraan Halftime Show ajang olahraga lainnya. 

Final Piala Dunia 2026 akan menghadirkan pertunjukan hiburan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah, yakni Halftime Show yang mengadopsi dari ajang Super Bowl. 

Halftime Show merupakan sebuah panggung musik spektakuler yang digelar di tengah jeda pertandingan final Super Bowl (NFL) di Amerika Serikat. 

Dikutip dari The Guardian, pertunjukan ini merupakan hasil kerja sama antara FIFA dan organisasi advokasi internasional Global Citizen, yang telah diberi wewenang untuk menjadi produser Halftime Show pertama dalam sejarah final Piala Dunia ini. 

Kerja sama ini diumumkan sejak September 2024 lalu dalam kemitraan berjangka panjang untuk mendukung inisiatif sosial melalui kekuatan olahraga dan musik.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada Kamis (16/4/2026) mengonfirmasi kembali program ini. Stadion MetLife di East Rutherford terpilih menjadi lokasi partai puncak sekaligus panggung bagi acara hiburan skala besar tersebut yang digelar pada 19 Juli 2026 mendatang. 

Grup band asal Inggris, Coldplay, bersama sang vokalis Chris Martin telah ditunjuk untuk mengkurasi pertunjukan yang menjanjikan ini.

Meskipun detail pengisi acara masih dirahasiakan, Infantino memberikan bocoran akan ada lebih dari satu artis yang tampil di panggung. "Ini akan menjadi pertunjukan terbesar di muka bumi dan akan sangat fantastis," kata Infantino dikutip Goal.

Menariknya, ini ternyata bukanlah pengalaman pertama bagi vokalis berusia 49 tahun tersebut. Sebelumnya Chris Martin juga beberapa kali terlibat dalam penyelenggaraan Halftime Show dalam ajang olahraga lainnya. 

Pada 13 Juli 2025, di sela laga final antara Chelsea FC melawan Paris Saint Germain, MetLife Stadium menjadi saksi sejarah dengan digelarnya Halftime Show pertama dalam sejarah FIFA Club World Cup. 

Saat itu Chris Martin memegang peran besar sebagai produser untuk pertunjukan tersebut. Dikenal sebagai duta kreatif Global Citizen dan sosok yang memiliki pengalaman luas dalam menciptakan pengalaman musik di stadion, Martin diberi tanggung jawab untuk merancang keseluruhan visi artistik acara. 

Lebih dari sekadar memilih pengisi acara, Martin berperan penting dalam menentukan arah produksi, dengan tujuan untuk menciptakan momen yang lebih dari sekadar hiburan belaka. 

Ia berhasil mengubah jeda turun minum 15 menit yang biasa digunakan untuk istirahat pertandingan menjadi sebuah pertunjukan spektakuler dengan dampak global yang mendalam.

Martin bekerja sama dengan beberapa pihak besar, termasuk Global Citizen, FIFA, serta mitra produksi seperti Live Nation dan Done+Dusted. 

Bersama mereka, ia mewujudkan pertunjukan yang bukan hanya menampilkan bintang-bintang terkenal, tetapi juga menyampaikan pesan yang lebih besar. 

Misi utama acara ini adalah untuk menggalang dana sebesar 100 juta dolar AS untuk FIFA Global Citizen Education Fund, yang nantinya akan digunakan untuk mendukung pendidikan di seluruh dunia.

Bintang-bintang internasional seperti J Balvin, Doja Cat, Tems, dan Emmanuel Kelly tampil di panggung yang dirancang khusus untuk acara ini. Tiap artis dipilih tidak hanya karena popularitas mereka, tetapi juga karena komitmen mereka terhadap tujuan sosial yang diusung oleh acara ini. 

Panggung khusus dibangun di dek atas stadion, sehingga tidak hanya menjaga kelestarian lapangan pertandingan tetapi juga memberikan pengalaman konser kelas dunia bagi para penonton.

Half Time Show dalam final FIFA Club World Cup 2025 ini disutradarai oleh Hamish Hamilton dan diproduksi oleh Guy Carrington serta Dave Meyers. Acara tersebut disiarkan secara langsung dan gratis melalui DAZN, membawa pertunjukan ini ke lebih banyak penonton di seluruh dunia.

Jauh sebelumnya yakni pada 7 Februari 2016, dalam final NFL di Stadion Levi's, Santa Clara, Super Bowl 50 memberikan kemenangan bagi Broncos atas Panthers. Tetapi pertunjukan Halftime Show mencuri perhatian malam itu, berkat penampilan Chris Martin bersama Coldplay  sebagai bintang utama.

Coldplay merangkai pertunjukan dengan pembuka a cappella "Yellow" yang meredam gemuruh, kemudian berlanjut ke "Viva la Vida," "Paradise," dan "Adventure of a Lifetime." 

Puncaknya datang di akhir, "Fix You" menyatu dengan "Up&Up" bersama Beyonce dan Bruno Mars. Suara mereka menjalin kilau pop dan semangat rock menjadi satu sorakan terakhir.

Dengan merangkai lagu-lagu macam "Uptown Funk" dan "Formation," Coldplay mengubah pertunjukan multi-act menjadi sesuatu yang terencana.