TVRINews - Arlington, Amerika Serikat

FIFA tidak melarang tailgating, tradisi kumpul-kumpul sebelum pertandingan, menyerahkannya ke setiap kota penyelenggara laga Piala Dunia 2026.

Tailgating, berkumpul di sekitar stadion dengan memarkir mobil sambil membuka bagasi belakang (tailgate), lalu membuka meja, menyusun dan mempersiapkan makanan dan minuman menjadi tradisi masyarakat Amerika Serikat sebelum pertandingan dimulai. Mereka menyalakan panggangan untuk memasak, biasanya daging panggang (barbekyu) lalu berbagi dengan fans lainnya yang hadir, bersosialisasi.

Aktivitas tersebut yang dikenal dengan tailgating merupakan bagian dari budaya olahraga Amerika Serikat, terutama dalam American Football (NFL) dan olahraga kampus. Tujuannya, tentu saja untuk membangun atmosfer kebersamaan dan keseruan sebelum masuk ke dalam stadion untuk menonton pertandingan.

Kini, dengan hadirnya Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, isu tentang tailgating muncul. Bahkan, ada kabar bahwa FIFA melarang tradisi ini demi alasan keamanan. Intinya, tailgating adalah "pesta rakyat" di parkiran stadion yang dilakukan oleh suporter sebelum acara olahraga inti berlangsung.

Jadi, dapat dibayangkan ketika Piala Dunia 2026 berlangsung, di sekitar stadion yang menggelar pertandingan akan terlihat banyak mobil yang terparkir dengan meja-meja serta kursi dan aroma daging panggang. Stadion SoFI contohnya yang berada di Los Angeles, California, pada 12 Juni 2026 nanti akan menggelar laga Amerika Serikat vs Paraguai.

Sejumlah fans Amerika Serikat mungkin saja akan tetap menggelar tailgating. Apalagi, di momen ini mereka juga akan bertemu dengan fans dari Paraguai dan fans lainnya. Dalam situasi ideal, tailgating tentu akan menjadi momen bersosialisi bukan hanya antarfans pendukung yang sama tapi juga dari fans lain dan bahkan mereka yang datang dari negara lainnya.

Dengan demikian, para fans dari negara lain akan merasakan juga tradisi yang ada di masyarakat olahraga Negeri Paman Sam ini. Namun, yang menjadi persoalan jika muncul situasi yang justru mengarah kepada ketidaknyamanan atau kemananan. Karena kemungkinan itulah, FIFA belakangan ini sempat memberikan perhatian tentang boleh atau tidak tailgating tetap dilaksanakan.

Awalnya, muncul kabar bahwa FIFA melarang secara nasional acara kumpul-kumpul sebelum pertandingan tersebut. Disebutkan bahwa FIFA mengumumkan, penggemar yang menghadiri pertandingan Piala Dunia, tidak akan diizinkan untuk berkumpul sebelum pertandingan. “Harap dicatat bahwa tradisi 'tailgating' (makan dan minum di sekitar mobil yang diparkir) tidak diizinkan untuk acara-acara ini.”

Kabar ini kemudian menjadi berita bahwa tailgating dilarang di beberapa tempat di Amerika Serikat, termasuk stadion di New Jersey, Pennsylvania, dan Massachusetts. Meski demikian, melalui media sosial FIFA Media, lembaga ini menegaskan bahwa FIFA menolak gagasan larangan universal, dengan mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kebijakan formal yang melarang tailgating.

Organisasi tersebut mengatakan bahwa setiap pembatasan akan ditentukan berdasarkan kota tempat pertandingan masing-masing, berkoordinasi dengan otoritas lokal dan pejabat keamanan publik. Jadi, untuk saat ini jelas bahwa FIFA tidak melarang tailgating. Itu semuanya diserahkan kepada otoritas setempat, namun FIFA tetap dengan memberikan peringatan.

Terkait ini pula, otoritas Kota Arlington salah satu yang menyatakan bahwa mereka mengizinkan kegiatan tailgating di sekitar parkiran stadion. Pada Kamis (16/4/2026) lalu waktu setempat, menggelar pertemuan di Balai Kota yang dipimpin oleh anggota dewan kota Arlington, Mauricio Galante.

Dalam pertemuan ini, kepolisian Arlington mengkonfirmasi bahwa kegiatan tailgating akan diizinkan selama Piala Dunia FIFA 2026. Wakil Kepala Kepolisian Arlington, Steve Williams, menjawab pertanyaan yang sangat ditunggu-tunggu mengenai kegiatan berkumpul sebelum pertandingan dengan menyatakan, "Kegiatan berkumpul sebelum pertandingan itu sendiri legal".

"Petugas akan lebih fokus pada penegakan hukum terhadap perilaku ilegal selama pertandingan di Stadion AT&T," kata Steve Williams. "Jadi terkait pertanyaan umum tentang kegiatan berkumpul sebelum pertandingan, jelas akan ada rencana keamanan publik yang sangat, sangat kuat yang diterapkan untuk seluruh acara ini."

Komentar-komentar tersebut cukup memberikan jawaban sekaligus panduan awal paling jelas bagi para penggemar di Texas Utara di tengah laporan-laporan yang saling bertentangan mengenai kebijakan tailgating di seluruh Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026.

Dengan demikian, kota Arlington membuka kemungkinan bagi fans, bukan hanya yang berasal dari Amerika Serikat melainkan fans lainnya yang mungkin saja menggunakan mobil atau ingin merasakan tailgating di parkiran Stadion AT&T Arlington.

Dengan sikap ini pula, Arlington menepis rumor tentang larangan FIFA secara nasional terkait tradisi ini Namun, dengan catatan bahwa otoritas setempat akan menciptakan lingkungan yang sangat terkontrol. Pemerintah akan menerapkan peningkatan penegakan hukum oleh polisi.

Dampak spesifik dari tailgating terhadap lingkungan sekitar tetap menjadi perhatian dengan mencegah pengunjung parkir secara ilegal di halaman perumahan. Kota Arlington memang salah satu kota yang akan menjadi tempat bergulirnya pertandingan Piala Dunia.

Stadion AT&T yang berada di kota ini akan menggelar pertandingan Belanda vs Jepang pada 14 Juni 2026m Inggris vs Kroasia pada 17 Juni 2026 nanti. Lalu laga Argentina vs Austria pada 22 Juni 2026, Jepang vs Swedia pada 25 Juni 2025, dan Yordania vs Argentina pada 27 Juni 2026.

Stadion AT&T juga menggelar pertandingan 32 besar, 16 besar, dan semifinal Piala Dunia 2026. Jadi, Arlington yang merupakan bagian dari Teksas, akan sangat ramai dan sibuk sepanjang Piala Dunia 2026 nanti. Kemungkinan besar, sejumlah kota yang akan menggelar laga Piala Dunia 2026 juga akan memberikan pengumuman resmi terkait tailgating.