Ilustrasi pertandingan Grup E Piala Dunia 2026 Ekuador vs Curacao. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Kansas City, Amerika Serikat
Curacao menghasilkan poin pertama bersejarah pada turnamen debutnya berkat kiprah gemilang Eloy Room.
Kisah bak dongeng masih ada di Piala Dunia.
Ekuador dan Curacao bertemu dalam lanjutan persaingan Grup E Piala Dunia 2026. Di Kansas City Stadium pada Sabtu (20/6/2026), kedua kubu berupaya bangkit dari kekalahan di laga pertama.
Curacao, yang kalah 1-7 dari Jerman di laga pertama, mencoba membuat pertahanan tinggi. Namun, pilihan ini segera mendapatkan ujian. Baru menit kedua, Eloy Room dipaksa membuat penyelamatan spektakuler menepis tembakan Enner Valencia saat tinggal berhadapan dengan sang kiper usai menerima sodoran Moises Caicedo dari lapangan Ekuador.
Curacao arahan bos tertua di turnamen ini, Dick Advocaat, mendapatkan kans berikutnya di menit kedelapan. Namun, tembakan keras Sherel Floranus dari kiri dalam kotak penalti masih melebar.
Room menjadi penjaga gawang tersibuk di paruh pertama. Kiper Miami FC itu menahan dua tembakan Gonzalo Plata dan John Yeboah dalam empat menit sampai menit ke-16. Dua menit kemudian, Valencia membelokkan sodoran Pervis Estupinan dari kiri, tapi lagi-lagi tepat mengarah ke Room.
Tak lama setelah rihat hidrasi babak pertama, Room kembali berada di posisi yang tepat untuk menahan dan menguasai tembakan Plata dari luar kotak. Kiper gaek ini kembali menghadirkan penyelamatan apik di menit ke-42 menghalau tendangan deras Yeboah.
Kiper La Tri Ekuador, Hernan Galindez, baru bekerja saat injury time. Kiper klub Argentina, Huracan, itu menahan tembakan pencetak gol pertama Curacao di Piala Dunia, Livano Comenencia, dari luar kotak penalti.
Tetap Nirgol
Pelatih La Tri, Sebastian Beccacece, mengganti Jordy Alcivar dengan Kevin Rodriguez untuk menambah daya gempur. Ekuador bermain dengan tiga penyerang.
Babak kedua diawali dengan tempo yang lebih lambat dibandingkan dengan babak pertama. Pendekatan yang lebih sabar dari Ekuador ini memberikan ancaman pertama di paruh kedua, tetapi lagi-lagi Eloy Room dapat menahan tembakan jarak jauh Caicedo.
Room meneruskan performa tangguhnya dengan menahan sundulan Plata di depan gawang menyusul tendangan sudut menit ke-59. Dalam serangan balasan, Si Ombak Biru Curacao menghadirkan dua peluang bagus beruntun. Kali ini, giliran Hernan Galindez yang menampilkan penyelamatan ganda menangkal eksekusi Leandro Bacuna dan Comenencia.
Ekuador patut mengutuk kiprah dahsyat Room. Pada menit ke-65, kiper berusia 37 tahun ini menghadirkan aksi terbaik dengan menepis sundulan Enner Valencia di tiang dekat. Room menahan lagi sundulan Kevin Rodriguez dari sepak pojok yang menyusul.
Penyelamatan ke-13 Room hadir tak lama setelah jeda hidrasi, menepis tembakan jarak jauh pemain pengganti, Nilson Angulo. Dua menit kemudian, pendukung Ekuador mesti menahan napas saat Galindez menahan tembakan Juninho Bacuna yang sempat berubah arah karena mengenai kaki Willian Pacho.
Penyelamatan nomor 15 dari Room datang pada menit ke-80. Eksekusi deras Pedro Vite yang mengarah ke bawah mistar dapat ditangkal kiper kawakan tersebut.
Kenahasan Ekuador berlanjut walau Room sempat tidak berdaya. Pada menit ke-90, tembakan atau umpan Angelo Preciado dari kanan menerpa mistar. Insiden merupakan kali keempat kans La Tri dimentahkan tiang atau mistar di Piala Dunia 2026 ini.
Sampai akhir pertandingan, dengan penguasaan bola mencapai 75 persen dan 15 tembakan ke sasaran, Ekuador belum menorehkan gol di turnamen ini. Klaim penalti setelah Enner Valencia jatuh di dalam kotak saat injury time diabaikan wasit Ma Ning dan pemeriksaan VAR lebih lanjut.
Skor kacamata ini tentu menelurkan kegembiraan di kubu Curacao: inilah poin pertama mereka di turnamen akbar di dunia!
Rekaman Pertandingan
Grup E
Ekuador 0-0 Curacao
Waktu: 20 Juni
Stadion: Kansas City Stadium (68.598)
Wasit: Ma Ning (Cina)
Gol: -
Penguasaan bola: 75%-25%
Tembakan: 27-10
Tembakan ke gawang: 15-3
Sepak pojok: 9-0
Off-side: 1-2
Pelanggaran: 7-10
Kartu kuning: 1-5 (Alcivar 38' / L. Bacuna 39', J. Bacuna 53', Comenencia 56', Gaari 75', Kastaneer 90+1')
Kartu merah: -
Susunan Pemain
EKUADOR (3-1-4-2): 1-Hernan Galindez; 21-Alan Franco (17-Angelo Preciado 83'), 6-Willian Pacho, 3-Piero Hincapie; 5-Jordy Alcivar (11-Kevin Rodriguez 46'); 9-John Yeboah (16-Jordy Caicedo 89'), 23-Moises Caicedo, 15-Pedro Vite, 7-Pervis Estupinan (20-Nilson Angulo 70'); 13-Enner Valencia, 19-Gonzalo Plata.
Cadangan: 12-Moises Ramirez, 22-Gonzalo Valle, 2-Felix Torres, 4-Joel Ordonez, 25-Jackson Porozo, 8-Anthony Valencia, 10-Kendry Paez, 14-Alan Minda, 18-Denil Castillo, 26-Yaimar Medina, 24-Jeremy Arevalo.
Pelatih: Sebastian Beccacece (Argentina).
CURACAO (5-4-1): 1-Eloy Room; 20-Joshua Brenet, 3-Jurien Gaari, 18-Armando Obispo, 5-Sherel Floranus, 24-Deveron Fonville (4-Roshon van Eijma 76'); 21-Tahith Chong (16-Jearl Margaritha 76'), 8-Livano Comenencia (6-Godfried Roemeratoe 84'), 10-Leandro Bacuna (14-Kenji Gorre 75'), 7-Juninho Bacuna; 9-Jurgen Locadia (19-Gervane Kastaneer 83').
Cadangan: 25-Tyrick Bodak, 26-Trevor Doornusch, 2-Shurandy Sambo, 23-Riechedly Bazoer, 13-Tyrese Noslin, 15-Ar'jany Martha, 22-Kevin Felida, 11-Jeremy Antonisse, 12-Sontje Hansen, 17-Brendley Kuwas.
Pelatih: Dick Advocaat (Belanda).