Godfried Roemeratoe, merasakan debut di Piala Dunia 2026 saat Curacao bermain imbang dengan Ekuador. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Kansas City, Amerika Serikat
Curacao menggoreskan poin pertama historis. Seorang pemain keturunan Maluku berandil di dalamnya.
Godfried Roemeratoe mendapatkan kesempatan yang tidak semua pemain alami. Pemain keturunan Maluku kelahiran Belanda itu tampil di Piala Dunia untuk pertama kali saat Curacao yang ia bela menahan imbang Ekuador.
Saat tim berjulukan The Blue Wave atau Si Ombak Biru dilumat Jerman dengan skor 1-7 pada debutnya, Godfried Roemeratoe tidak diturunkan Dick Advocaat walau masih ada dua slot pergantian.
Bos kawakan tersebut boleh jadi mencoba menggunakan tenaga Godfried Roemeratoe untuk saat yang tepat. Momen itu akhirnya datang.
Godfried Roemeratoe dimasukkan pada menit ke-84. Yang ia gantikan adalah Livano Comenencia, gelandang yang mengukir gol perdana bersejarah buat Curacao.
Meski demikian, kehadiran Roemeratoe di pengujung laga di Kansas City Stadium ini memberikan kontribusi yang tidak kecil juga.
Dalam waktu sekitar 11 menit (enam menit waktu normal dan lima menit tambahan), sang gelandang memberikan kontribusi defensif. Pemain kelahiran 19 Agustus 1999 itu membuat dua sapuan dan dua kali merebut kembali bola dari penguasaan Ekuador.
Dari statistik yang disajikan Flashscore, Godfried Roemeratoe mencatatkan pula 4 sentuhan pada bola, sekali giringan progresif, dan selalu akurat dalam dua kali operan yang ia buat. Godfried akan berharap dapat meyakinkan bos Advocaat untuk laga Curacao terakhir di Grup E, yakni menantang Pantai Gading pada 25 Juni di Philadelphia, AS.
Tujuan berikutnya yang diusung pemain berusia 26 tahun itu setelah momen istimewanya di Piala Dunia 2026 adalah kelanjutan kariernya di level klub. Sebelum terbang ke Amerika Utara, Godfried tercatat sebagai pemain RKC Waalwijk. Akan tetapi, kontraknya di klub Eerste Divisie tersebut kedaluwarsa pada musim panas ini.
Godfried Roemeratoe menilai situasi tanpa klub itu justru bisa berefek bagus seiring debutnya di turnamen akbar antarnegara ini. "Saya seorang agen bebas. Situasi ini ideal dengan Piala Dunia," ucapnya kepada Algemeen Dagblad seperti dikutip situs FC Twente.
Kendati untuk waktu bermain yang terbatas di Piala Dunia 2026, Godfried berharap telah memperlihatkan kebolehannya. Kini, ia terbuka pada semua opsi, meski ia lebih suka bermain di luar Belanda.
"Saya terbuka buat semua kemungkinan, tapi dengan preferensi bermain di luar Belanda. Yang terpenting, saya merasa bisa bergembira di tempat baru," ia melanjutkan.
Produk akademi Twente ini merupakan adik dari Renzo Roemeratoe dan Milton Roemeratoe. Keduanya juga merupakan pesepak bola walau karier mereka tidak secemerlang Godfried.
Sebelum memutuskan membela Curacao, gelandang bertahan yang juga bisa tampil sebagai bek kanan ini beberapa kali memperkuat Belanda U-17 dan Belanda U-20. Godfried Roemeratoe telah mencetak 1 gol untuk Si Ombak Biru. Laga kontra Ekuador menjadi kap ke-19 dirinya.
Baginya, partisipasi di Piala Dunia 2026 ini sudah merupakan kesuksesan buat Curacao. "Kami adalah negara terkecil di Piala Dunia. Namun, saya sungguh ingin menunjukkan apa yang saya dan Curacao bisa lakukan," ucapnya di situs klub Twente.
Yang menarik, di situs Twente, Godfried sempat menuangkan harapannya Curacao bisa memberikan kejutan di grup yang menurutnya berat. "Lawan-lawan berat, tapi kami memiliki banyak kualitas. Kami ingin menghasilkan kejutan dengan meraih poin," ucap pemain kelahiran Oost-Souburg itu.
Kepercayaan diri anak Maluku, tepatnya Pulau Seram, yang semakin tinggi ini mungkin akan mengirimnya ke klub yang lebih besar.