Pelatih Timnas Pantai Gading, Emerse Fae. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Toronto, Kanada
Fae memilih segera melupakan hasil minor ini dengan fokus memperbaiki kelemahan pasukannya untuk menatap laga terakhir lawan Curacao.
Pelatih tim nasional Pantai Gading, Emerse Fae, mengaku sangat frustrasi atas kekalahan tipis 2-1 timnya dari Jerman dalam laga kedua Grup E Piala Dunia 2026. Ia menilai hasil minor tersebut disebabkan kurangnya pengalaman bertanding anak asuhnya.
Kemenangan tersebut sekaligus memastikan Jerman melangkah ke babak gugur untuk pertama kalinya sejak edisi 2014 silam. Keberhasilan skuad Der Panzer dalam pertandingan di Toronto Stadium, Minggu (21/6/2026) itu lahir berkat sumbangan dua gol dari Deniz Undav.
Pantai Gading sejatinya sempat mengejutkan dengan mencetak gol terlebih dahulu pada babak pertama. Keunggulan tersebut lahir dari penyelesaian akhir yang sangat tenang oleh Franck Kessie, setelah memanfaatkan bola muntah hasil tendangan keras Amad Diallo.
Fae merasa anak asuhnya memiliki momentum besar dan seharusnya bisa bermain lebih tegas demi mengamankan gol kedua. Namun, kelengahan di barisan pertahanan usai turun minum justru membuat keunggulan timnya sirna seketika.
"Rasa frustrasi yang mendalam adalah apa yang kami rasakan setelah kekalahan ini, karena kami sebenarnya mampu membuka keunggulan terlebih dahulu melawan tim Jerman yang sangat kuat," kata Fae usai pertandingan dikutip dari Reuters.
"Ada perbedaan besar dalam hal pengalaman yang membuat kami ragu-ragu dalam memaksimalkan peluang emas di menit-menit akhir pertandingan, di mana kami seharusnya bisa merobek jala gawang lawan," pelatih berusia 42 tahun tersebut menambahkan.
Kendati demikian, Fae enggan berlarut-larut meratapi hasil buruk kontra Jerman serta memilih segera mengalihkan fokusnya. Ia secara keseluruhan menegaskan tetap memberikan apresiasi tinggi dan merasa sangat puas dengan performa skuad asuhannya.
"Kami akan menggunakan pertandingan ini sebagai sebuah pelajaran berharga untuk mencoba memperbaiki kesalahan, serta menutupi segala kekurangan yang masih kami miliki saat ini," tuturnya.
Selain itu, Fae menyatakan hasil evaluasi internal sangat krusial guna membantu anak asuhnya melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Ia kini sangat menantikan tantangan besar pada pertandingan berikutnya menghadapi Curacao yang dimainkan pada 26 Juni mendatang.
"Kami ingin melihat terbuat dari apa mental mereka sebenarnya dan saya pribadi memprediksi laga berikutnya akan menyajikan pertarungan sengit. Nasib dan takdir kami saat ini masih berada di tangan kami sendiri, atau lebih tepatnya di kaki kami," ujarnya.
Kans Pantai Gading untuk menemai Jerman ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 masih terbuka lebar. Les Elephants saat ini menduduki posisi kedua dengan raihan tiga poin dari dua laga yang dimainkan.