TVRINews - Toronto, Kanada

Di luar masalah emblem, warna putih ikonik pada jersei Jerman juga menarik perhatian karena merupakan warisan historis dari runtuhnya Kerajaan Prusia.

Seiring dengan bergulirnya Piala Dunia 2026, sejumlah pertanyaan mengenai seragam tim nasional terus bermunculan dari kalangan pendukung. Sepanjang turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, para suporter menyadari adanya beberapa detail kecil yang menempel pada jersei pemain.

Sebagai contoh, tiga pemain bintang, Harry Kane, Kylian Mbappe, dan James Rodriguez, terlihat mengenakan emblem Sepatu Emas. Emblem khusus tersebut dipasang pada jersei mereka sebagai penanda ketiganya pernah menyabet penghargaan bergengsi sebagai pencetak gol terbanyak pada edisi Piala Dunia sebelumnya.

Langkah serupa juga diterapkan pada jersei milik para penjaga gawang tangguh yang pernah memenangkan penghargaan Sarung Tangan Emas. Kiper Argentina Emi Martinez, kiper Belgia Thibaut Courtois, dan kiper Jerman Manuel Neuer kedapatan mengenakan emblem penghargaan tersebut selama turnamen kali ini berlangsung.

Selain itu, logo turnamen berwarna emas juga melekat pada jersei para pemain yang negaranya tercatat pernah mengangkat trofi juara dunia. Hak istimewa untuk mengenakan logo emas tersebut hanya dimiliki oleh para penggawa dari Argentina, Uruguai, Jerman, Brasil, Inggris, Prancis, dan Spanyol.

Sementara itu, seluruh negara peserta lainnya terpantau mengenakan emblem logo turnamen standar yang berwarna hitam atau putih. Pemilihan warna emblem reguler tersebut disesuaikan kembali dengan warna dasar jersei utama yang digunakan oleh masing-masing tim nasional.

Pendukung yang jeli juga bisa melihat adanya emblem berukuran lebih kecil yang terpasang tepat di bawah logo utama turnamen. Beberapa bintang muda dan debutan seperti Lamine Yamal dan Erling Haaland, mengenakan emblem debut untuk menandai penampilan perdana mereka di panggung Piala Dunia.

Di sisi lain, emblem warisan diberikan khusus kepada megabintang seperti Lionel Messi dari Argentina, Cristiano Ronaldo dari Portugal, dan Luka Modric dari Kroasia. Bek tangguh Jepang Yuto Nagatomo serta kiper Jerman Manuel Neuer juga mengenakan emblem ini sebagai penghormatan atas rekor penampilan mereka di lima edisi Piala Dunia atau lebih.

Di samping emblem, negara-negara yang pernah mengecap gelar juara dunia juga menyematkan simbol bintang di atas lambang federasi mereka. Tim nasional Argentina yang telah mengoleksi tiga gelar juara dunia terpantau mengenakan tiga bintang emas di sepanjang turnamen musim panas ini.

Dua kekuatan sepak bola Afrika, Mesir dan Senegal, biasanya juga menyertakan bintang pada jersei mereka sebagai bentuk penghormatan atas prestasi di Piala Afrika. Namun, pihak FIFA secara tegas meminta kedua negara tersebut untuk mencopot simbol bintang itu guna menghindari kebingungan sebelum Piala Dunia dimulai.

Bukan hanya masalah emblem, pemilihan warna jersei beberapa negara peserta bahkan ikut menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola. Sejumlah penggemar mempertanyakan alasan di balik keputusan beberapa negara yang mengenakan seragam bertanding tanpa ada kemiripan sedikit pun dengan warna bendera resmi mereka.

Salah satu contoh paling nyata dari fenomena unik ini dapat dilihat pada seragam kebesaran yang dikenakan oleh tim nasional Jerman. Mereka secara tradisional selalu menggunakan warna putih sebagai jersei utama yang dipadukan dengan sedikit corak berwarna hitam, merah, dan kuning.

Tiga warna yang disebutkan terakhir memang merupakan representasi dari warna bendera nasional Jerman modern yang dikenal saat ini. Namun, warna putih yang justru mendominasi seluruh bagian jersei sama sekali tidak ada di bendera mereka, meski hal tersebut memiliki penjelasan sejarah yang sangat menarik.

Alasan utama mengapa tim nasional Jerman selalu bertanding mengenakan warna putih adalah karena warna tersebut merujuk pada bendera Kerajaan Prusia. Prusia merupakan sebuah negara historis dalam sejarah Jerman yang wilayah kekuasaannya membentang luas dari perbatasan Rusia hingga ke Prancis.

Kerajaan ini merupakan kekuatan politik dan militer utama yang menjadi motor penggerak di balik bersatunya negara Jerman pada 1871 silam. Meskipun Prusia akhirnya resmi dibubarkan pada 1947 setelah Perang Dunia II, wilayah bekas kekuasaannya kini telah terbagi menjadi bagian dari Jerman, Polandia, Rusia, dan Lituania.

Warna hitam dan putih juga menjadi bagian penting dari identitas warna yang digunakan oleh Kekaisaran Jerman. Berdasarkan laporan dari ESPN, kekaisaran tersebut mengkombinasikan warna hitam dan putih milik Prusia dengan warna merah dan putih dari Liga Hansa untuk menghasilkan perpaduan warna hitam, putih, dan merah.

Ketika tim nasional Jerman pertama kali dibentuk, pengurus federasi memutuskan untuk mengadopsi warna hitam dan putih dari bendera Prusia. Meskipun Kerajaan Prusia telah runtuh dan dibubarkan bertahun-tahun kemudian, skuad Jerman memilih untuk tetap mempertahankan tradisi warna sakral tersebut hingga saat ini.

Bendera Prusia pada masa lampau juga menampilkan gambar seekor burung elang hitam yang sangat ikonik di bagian tengahnya. Lambang elang tersebut kini diadaptasi dan digambarkan secara resmi pada lambang negara Jerman serta menjadi logo utama di jersei tim nasional mereka.

Langkah Jerman di Piala Dunia 2026 sudah dipastikan melaju ke babak 32 besar. Kepastian tersebut didapatkan usai anak asuh Julian Nagelsmann mengalahkan Pantai Gading pada laga kedua Grup E dengan skor 2-1 di Toronto Stadium, Minggu (21/6/2026) dini hari WIB.