TVRINews - Roma, Italia

Vincenzo Montella pelatih yang berhasil membawa Turki lolos ke Piala Dunia 2026.

Turki berhasil lolos ke Piala Dunia 2026. The Crescent-Stars menang dalam dua laga play-off kualifikasi Piala Dunia, mengalahkan Rumania 1-0 di semifinal lalu menang 1-0 di final pada akhir Maret lalu.

Ini pertama kali bagi Turki tampil lagi di Piala Dunia sejak kali terakhir pada 2002 silam. Masyarakat Turki pun menyambut sukses ini dengan kegembiraan dan berterima kasih kepada pelatih mereka, Vincenzo Montella.

Kini, mereka berharap hasil yang lebih baik lagi di Piala Dunia 2026 bersama pelatih asal Italia tersebut. Turki berada di Grup D bersama tuan rumah Amerika Serikat, Australia, dan Paraguai.

Karena itu, pertempuran Vincenzo Montella sebagai pelatih Turki baru akan dimulai di Piala Dunia yang akan dimulai pada 11 Juni 2026 nanti. Ini menjadi babak baru dalam karier pelatih berusia 51 tahun ini. Jika sebelumnya Vincenzo Montella seringkali gagal di level klub, kini dia punya peluang dan kesempatan yang justru ada di turnamen besar seperti Piala Dunia.

Apa makna keberhasilan Turki ke Piala Dunia bagi Vincenzo Montella? Apa pula pendapatnya tentang Italia, negeri asalnya yang gagal lolos ke Piala Dunia 2026 ini? Berikut ini petikan wawancara dengan Vincenzo Montella yang dirangkum dari La Gazzetta dello Sport:

Anda berhasil membawa Turki lolos ke Piala Dunia. Apakah itu kebahagiaan terbesar dalam karier Anda?

Saya akan mengatakan ya. Membawa Turki ke Piala Dunia kebahagiaan terbesar dalam karier saya. Dan itu menambah momen-momen luar biasa lainnya, seperti perempat final di Piala Eropa dan promosi ke Liga A Nations League. Seluruh masyarakat Turki bahagia, dan bagi saya, ini adalah penghargaan terbesar.

Menurut Anda, sejauh mana Anda (Turki) akan finis di Piala Dunia?

Sulit untuk diprediksi. Di sisi lain, ada begitu banyak hal yang tidak diketahui. Seperti medan yang akan kami hadapi. Kami akan berlatih di Phoenix, Arizona, di lokasi yang dipilih oleh FIFA di mana suhu diperkirakan mencapai 42 derajat celcius.

Namun, kemudian di babak grup kami akan bertanding di Vancouver, Kanada, di mana suhunya akan jauh lebih rendah. Menurut penelitian, berpindah dari panas ke dingin seharusnya lebih baik untuk tim. Tetapi banyak hal akan bergantung pada kondisi yang akan dihadapi pemain di bulan itu.

Apakah Anda sudah mempelajari bahasanya?

Sayangnya, tidak banyak. Ini sangat sulit, setidaknya bagi saya. Namun, ada hal-hal lain yang saya pelajari tentang Turki.

Di Piala Dunia 2026 ada Vincenzo Montella dan Fabio Cannavaro, serta Carlo Ancelotti....

Ini membuat saya bangga. Saya selalu mendukung orang Italia di luar negeri. Tapi jelas saya kecewa karena tim nasional tidak lolos.

Salah satu saran untuk masa depan Italia adalah Pep Guardiola sebagai pelatih. Apakah Anda melihatnya itu bisa terjadi?

Pep Guardiola untuk Italia? Mengapa tidak, dia pelatih cerdas yang bisa melakukan apa saja.

Pelatih mana yang paling menarik perhatian Anda saat ini?

Pellegrino Matarazzo, yang baru saja memenangkan Piala Raja bersama Real Sociedad. Saya tertarik dengan kisah-kisahnya, dan latar belakangnya sebagai keturunan Italia-Amerika sangat menarik.

Kisah Anda juga menarik. Vincenzo Montella harus bermigrasi untuk menemukan kembali antusiasme dan semangatnya….

Ya, saya menyesali satu hal, yaitu tidak memutuskan untuk ke luar negeri lebih cepat. Berpindah negara memperkaya pengalaman profesional dan yang terpenting, pengalaman pribadi Anda. Mungkin suatu hari nanti saya akan kembali bekerja di Italia, karena saya merindukan suasana sehari-hari di lapangan di Italia, tetapi untuk saat ini saya sangat bahagia di Turki. Saya telah menemukan kembali semangat saya.

Italia tidak lolos, tapi bagaimana memulainya kembali?

Dari akar rumput. Mungkin kita perlu mengajari teknik kepada pemain muda. Saya telah menyaksikan komitmen Gennaro Gattuso (mantan pelatih Timnas Italia) dan saya berbicara kepadanya sebelum play-off.

Kapten Anda, Hakan Calhanoglu sukses dalam kariernya di Inter Milan....

Saya merasa dia tenang dan percaya diri menjelang final Coppa Italia. Saya harap dia bisa segera berlatih kembali secara teratur. Calha seorang juara yang dirindukan ketika dia tidak ada. 

Lalu ada Kenan Yildiz di Juventus, salah satu andalan Turki di Piala Dunia...

Dia telah banyak berkembang. Dan dia bisa melakukan lebih banyak lagi, karena dia adalah orang yang tidak pernah puas.