Mohau Nkota, salah satu pesepak bola muda dengan teknik tinggi dan bakat besar milik Afrika Selatan. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Dammam, Arab Saudi
Melihat performanya di Liga Pro Saudi bersama Al Ettifaq, Mohau Nkota pantas masuk Tim Nasional Afrika Selatan ke Piala Dunia 2026.
Mungkin bagi pencinta sepak bola, nama Mohau Takatso Nkota masih terdengar asing di telinga. Belum banyak orang yang tahu jika penyerang sayap berusia 21 tahun itu adalah salah satu pemain sepak bola paling populer di Afrika Selatan (Afsel) saat ini.
Kendati begitu, seperti banyak pemain top negara lain, Nkota tetap masih harus berusaha meyakinkan pelatih Tim Nasional Afrika Selatan Hugo Broos agar membawanya masuk tim untuk Piala Dunia 2026 di belahan Amerika Utara yang akan dimulai 11 Juni mendatang.
Nkota kini memperkuat salah satu klub di Liga Pro Saudi, Al Ettifaq FC, setelah bergabung dari Orlando Pirates—klub di Liga Sepak Bola Afrika Selatan—pada tahun 2025 lalu.
Seperti apa gaya permainan dan perjalanan karier profesional Nkota? TVRI akan coba mengulasnya dari berbagai sumber.
Siapa Mohau Nkota?
Mohau Nkota lahir di Kimberley Provinsi Northern Cape, Afrika Selatan, pada 9 November 2004. Memiliki posisi utama sebagai penyerang sayap (winger), Nkota juga nyaman dimainkan sebagai striker dan full-back.
Nkota kini telah berkembang menjadi salah satu pemain paling berbakat di Afrika Selatan. Datang ke akademi Orlando Pirates dan dengan cepat memantapkan dirinya sebagai salah satu pemain muda paling dinamis dan serbaguna di negara ini.
Setelah musim 2024-2025 yang mengesankan di Orlando Pirates—termasuk memenangi MTN8 Cup, kompetisi yang hanya diikuti 8 tim teratas di liga utama musim sebelumnya, Nkota memutuskan untuk bermain di luar negeri.
Nkota bergabung dengan Al Ettifaq pada awal musim 2025-2026 dengan biaya transfer yang dilaporkan sebesar 1,2 juta euro dan telah mencetak dua gol dan tiga assist dalam 20 penampilan di Liga Pro Saudi – setelah juga bermain sekali di Piala Raja (King’s Cup).
Nkota berkomitmen untuk masa depannya bersama klub Arab Saudi tersebut dengan kontrak tiga tahun dan tidak membuang waktu untuk menunjukkan kemampuannya.
Salah satu bukti kegemilangan Nkota di Arab Saudi adalah gelar sebagai Pemain Terbaik Afrika Liga Roshn Saudi (Liga Arab Saudi) setelah pemungutan suara penggemar -- mengalahkan pemain top Afrika lainnya di liga termasuk Sadio Mane (Senegal, Al Nassr) dan Riyad Mahrez (Aljazair, Al Ahli).
Kini, sampai pekan ke-30 Liga Pro Saudi 2025-2026, Al Ettifaq berada di peringkat ketujuh dari 18 klub yang berlaga. Praktis, Nkota tinggal memiliki empat pertandingan lagi untuk membantu Al Ettifaq untuk memperbaiki posisinya di klasemen.
Gaya Permainan
Dikenal karena kecepatan dan keterampilan teknisnya, keserbagunaan (versatility) Mohau Nkota bisa dilihat dari jumlah posisi bermain yang bisa dijalakannya.
Bersama Al Ettifaq musim ini, Nkota sudah 8 kali bermain sebagai sayap kanan, masing-masing 2 kali sebagai bek kiri dan gelandang kanan, serta masing-masing sekali sebagai bek kanan, gelandang kiri, dan penyerang tengah.
Seorang pemain penyerang berkaki kiri, Nkota dikenal karena kemampuan menggiring bola dan kelincahannya. Di Liga Pro Saudi, Nkota berhasil menarik perhatian karena kemampuannya bermain di seluruh lini depan dan di posisi yang lebih dalam.
Karena kidal, Nkota sering beroperasi di sisi kanan dan melakukan gerakan memotong ke dalam (cutting inside) untuk menciptakan peluang mencetak gol.
Kecepatan dan kelincahannya yang luar biasa, yang memungkinkannya menembus pertahanan lawan, menjadi salah satu kekuatan Nkota.
Performa bersama Timnas Afrika Selatan dan Harapan ke Piala Dunia 2026
Setelah dikaitkan dengan kepindahan ke salah satu klub elite Portugal, SL Benfica, ada banyak hal yang dipertaruhkan bagi bintang muda yang sedang naik daun ini, baik dalam karier klub maupun internasionalnya.
Nkota baru sembilan kali memperkuat Timnas Afrika Selatan sejak diberi kesempatan debut oleh pelatih Hugo Broos pada 6 Juni 2025 lalu. Sepanjang itu, ia sudah mencetak dua gol dan tiga assist untuk Bafana Bafana (julukan Timnas Afrika Selatan), itu termasuk satu gol dari empat laga kualifikasi.
Broos telah mengungkapkan bahwa sebagian besar skuad Piala Dunia-nya sudah final, yang berarti tempat yang tersisa akan diperebutkan dengan sengit.
Terlepas dari ketidakpastian tersebut, mereka yang paling mengenal Nkota yakin dia akan berhasil. “Broos menyukai pemain yang bermain di luar negeri, dan Nkota bermain di luar negeri,” kata Augusto Palacios mantan pelatih Orlando Pirates dan Bafana Bafana kepada FARPost.
“Dan sekarang dia juga bermain sebagai bek kanan - itu adalah keuntungan baginya. Pelatih mengenalnya dan apa yang bisa dia berikan. Broos pernah memanggilnya di masa lalu. Anda akan terkejut bahwa dia akan bermain untuk tim nasional ketika beberapa orang berpikir dia tidak akan terpilih.”
Nkota juga telah berbicara kepada Saudi Pro League Media tentang arti Piala Dunia baginya secara pribadi. “Pergi ke Piala Dunia, kami ingin menjadikannya mimpi. Kami ingin orang-orang mengingat apa yang telah kami tinggalkan di Piala Dunia,” ucapnya.
Langkah pertama bagi Nkota adalah memberikan kontribusi di tahap penentu musim Liga Pro Saudi yang sama sekali tidak dapat diabaikan dan tinggal menyisakan empat pertandingan lagi yang dimulai dengan menghadapi Al Najma pada Senin (4/5/2026) pekan depan.