TVRINews - Meksiko City, Meksiko

Javier Aguirre dikenal sebagai pelatih spesialis mengeluarkan tim dari kesulitan seperti yang dilakukannya di sejumlah klub Spanyol.

Javier Aguirre atau yang terkenal dengan panggil "El Vasco" akan menjadi pelatih pertama, bersama pelatih Hugo Broos yang akan terlihat di pinggir lapangan dalam laga Meksiko vs Afrika Selatan pada 11 Juni 2026 nanti, yang merupakan laga pembuka dari Piala Dunia 2026. Pertandingan yang akan bergulir di Stadion Azteca tersebut menarik perhatian, salah satunya karena itu adalah laga pertama 2026 FIFA World Cup.

Pertandingan tersebut akan menjadi laga ke-9 Javier Aguirre di ajang Piala Dunia sebagai pelatih Timnas Meksiko. Kenangan terakhirnya di Piala Dunia sebagai pelatih Timnas Meksiko tidaklah bagus di mana El Tri kalah 1-3 dari Argentina dalam 16 besar Piala Dunia 2010 yang digelar di Afrika Selatan. Dalam laga tersebut, gol pertama Argentina yang diciptakan Carlos Tevez pada menit ke-26 seharusnya tidak disahkan karena dalam posisi offside.

Namun demikian, di Piala Dunia 2010 itu pula, Javier Aguirre berhasil membawa Meksiko mengalahkan salah satu tim kuat Eropa, Prancis dalam fase grup. Pada pertandingan 17 Juni 2010 itu, Meksiko menang 2-0 atas Les Bleus lewat gol yang diciptakan Chicarito dan Cuauhtemoc Blanco. Yang menarik, dua pemain ini mencetak gol setelah diturunkan sebagai pemain pengganti di menit ke-55 dan 62.

Kemenangan tersebut memperlihatkan Javier Aguirre adalah pelatih yang memiliki kemampuan mengambil keputusan dengan hasil yang tepat. Tentu saja, kemampuan tersebut bukan kebetulan melainkan didapat dari pengalamannya bertahun-tahun sebagai pelatih. Di Piala Dunia 2026 ini, fans Meksiko akan berharap Javier Aguirre bukan hanya sebagai "firefighter" melainkan mampu membawa El Tri melangkah lebih jauh lagi.

Ini menjadi periode ketiga bagi El Vasco menangani El Tri. Periode pertamanya pada 2001-2002 dan yang kedua pada 2009-2010. Kini, Javier Aguirre yang kembali diangkat sebagai pelatih Meksiko pada 22 Juli 2024, menghadapi situasi dan tantangan yang berbeda karena negerinya menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat dan Kanada.

"Saya melihat diri saya beruntung. Setiap hari saya merasa mendapatkan berkah berada di sini, melakukan apa yang bisa saya berikan, karena saya adalah orang Meksiko," kata Javier Aguirre, tentang kariernya baik sebagai pemain dan pelatih Meksiko seperti yang ditampilkan dalam laman resmi FIFA, Maret lalu. "Sebagai pemain, tidak ada level tertinggi kecuali bermain di ajang Piala Dunia di rumah sendiri," dia menambahkan.

Pernyataan tersebut sekaligus sebagai pesan kepada para pemainnya saat ini. Dia menekankan tentang kebanggaan bermain di Piala Dunia dan di tahun ini para pemain seperti Raul Jimenez, Hirving Lozano, Edson Alvarez, Richard Ladezma, atau Brian Gutierrez akan bermain di negeri mereka sendiri, Meksiko.

Karena faktor status tuan rumah pula, Javier Aguirre tampaknya ingin memastikan semua terpenuhi. Dia kemungkinan akan memanggil kembali kiper veteran seperti Guillermo Ochoa yang sudah berusia 40 tahun untuk tampil di Piala Dunia 2026 ini. Namun, dia juga memanggil pemain yang paling muda di Timnas Meksiko yaitu Gilberto Mora, pemain Tijuana yang berusia 17 tahun.

Javier Aguirre ingin memastikan bahwa Piala Dunia 2026 ini berkesan, baik bagi pemain maupun suporter. Hanya tentu saja, dia akan menempatkan pencapaian Meksiko di Piala Dunia 2026 ini sebagai bagian terpenting, yaitu membawa Meksiko melangkah lebih jauh dibandingkan dengan Piala Dunia sebelumnya.

Pencapaian terbaik Meksiko di Piala Dunia terjadi ketika mereka menjadi tuan rumah yaitu pada 1970 dan 1986. Di dua turnamen tersebut, Meksiko berhasil melangkah ke perempat final. Untuk tim yang sudah menjadi kontestan sejak kali pertama Piala Dunia bergulir (1930), dua pencapain tersebut tentu tidak terlalu sepadan. Hingga kini, pendukung Meksiko termasuk pers tidak menuntut Meksiko harus juara.

Namun demikian, harapan tersebut tetap ada dan disematkan kepada pelatih yang berusia 67 tahun yang sudah sangat mereka kenal, Javier Aguirre. Setidaknya, Meksiko bisa melangkah lebih jauh tidak hanya sampai perempat final.

"Saya ingin fans menikmati momen ini, menyambut dengan kegembiraan turnamen ini. Kami berharap bisa meraih hasil terbaik di Piala Dunia 2026. Itu akan menjadi sebuah kebahagiaan bukan hanya bagi mereka melainkan juga bagi saya sebagai orang Meksiko," kata Javier Aguirre.

Piala Dunia 2026 ini spesial karena ini akan menjadi turnamen terakhir bagi Javier Aguirre sebagai pelatih Meksiko. Setelah Piala Dunia 2026 ini berakhir, Javier Aguirre akan meninggalkan jabatannya yang kemudian akan diberikan kepada penerusnya, Rafael Marquez.

"Javier telah membangun hubungan yang sangat kuat dengan para pemain dan dia tahu bagaimana mengatur mereka. Kami tidak pernah ragu, bersama Javier Aguirre tim ini akan mampu bersaing di Piala Dunia, tidak diragukan," kata Direktur Olahraga Timnas Meksiko, Duilio Davino, saat mengumumkan rencana peralihan dari Javier Aguirre ke Rafael Marquez pada pertengahan April ini.

"Kami ingin di Piala Dunia ini, fans merasa sangat terhubung dengan tim nasional. Itulah yang paling kami inginkan, lalu melangkah sejauh mungkin yang kami bisa," Duilio Davino menambahkan. Ya, Meksiko tentu realistis, tidak akan menjadikan juara sebagai tujuan di Piala Dunia 2026 ini. Ada sejumlah tim kontestan lainnya yang jauh lebih kuat untuk ditempatkan sebagai kandidat peraih gelar.

Dalam kariernya ketika masih bermain, Javier Aguirre merupakan mantan gelandang Timnas Meksiko sejak 1983 hingga 1992. Dia telah bermain untuk El Tri dalam 59 laga dengan mencetak 14 gol. Sedangkan di level klub, dia memperkuat klub seperti America, Los Angeles Aztecs, Atlante, Osasuna, dan Chivas Guadalajara.

Pelatih Berpengalaman

Javier Aguirre adalah pelatih sarat pengalaman. Dia sudah memulai karier kepelatihannya pada 1995 silam di sebuah klub bernama Atlante, sebuah klub lokal di kota kelahirannya, Meksiko City. Sejak itu hingga kini, Javier Aguirre telah melatih 13 klub atau tim berbeda termasuk tim nasional Jepang, Mesir, dan tentu saja Meksiko.

Jika melihat rekornya sebagai pelatih, Javier Aguirre telah melewati total 908 pertandingan sebagai pelatih dengan meraih 373 kemenangan, 237 imbang, dan mengalami 298 kekalahan. Tidak banyak trofi yang diraihnya. Di antaranya adalah membawa Pachuca juara Invierno Liga Meksiko 1999. Lalu membawa Al Wahda juara Piala Presiden Uni Emirates Arab 2016-2017, serta Piala Liga 2015-2016. Javier Aguirre juga membawa Monterrey juara Liga Champions CONCACAF 2021.

Namun, tentu saja yang paling mengesankan dan berarti adalah ketika membawa Meksiko juara Piala Emas 2025 (CONCACAF Gold Cup). Itu kedua kalinya Javier Aguirre membawa El Tri juara di ajang tersebut setelah 2009.

Di antara pers dunia, Javier Aguirre dikenal sebagai pelatih "firefighter" atau "pemadam kebarakan". Sebutan itu dikenal di Spanyol karena kemampuannya dalam menyelamatkan sejumlah tim yang tengah terancam degradasi. 

Contohnya adalah Mallorca. Pada Maret 2022, Javier Aguirre diangkat sebagai pelatih baru Mallorca yang saat itu, klub tersebut hanya satu poin di atas zona degradasi klasemen sementara La Liga. Situasi tersebut ketika kompetisi menyisakan sembilan pertandingan. Hasilnya, Javier Aguirre berhasil memastikan Mallorca selamat dari degradasi di pekan terakhir.

Pada saat itu pula, dia pun berhasil membawa Mallorca ke final Piala Raja namun kemudian kalah dari Athletic Bilbao. Javier Aguirre kemudian mundur dari jabatannya pada Mei 2024. Sebelumnya, Javier Aguirre juga menyelamatkan Espanyol dari ancaman degradasi setelah dia diangkat sebagai pelatih klub tersebut pada November 2012.

Figur sebagai pemberi solusi atau penyelamat juga terlihat di level timnas. Momen ini terjadi saat dia resmi sebagai pelatih Meksiko pada 2001. Ketika itu, Meksiko ada di peringkat kelima dalam kualifikasi yang membuat negara ini terancam tidak bisa lolos ke Piala Dunia 2002.

Namun, dia berhasil memperbaiki situasi tersebut. Di antaranya di laga kunci saat mengalahkan Amerika Serikat dalam debutnya saat itu, membawa Meksiko lolos ke Piala Dunia 2002. Yang menarik, situasi seperti itu terulang di tahun 2009 saat Meksiko menghadapi ancaman yang sama. Javier Aguirre kembali diangkat menangani Meksiko pada 2009 dan berhasil membawa El Tri ke Piala Dunia 2010.

Biodata Javier Aguirre

Nama: Javier Aguirre Onaindia
Kelahiran: Meksiko City (Meksiko), 1 Desember 1958

Karier Melatih: Atlante (1995-1996), Panchuca (1998-2001), Meksiko (2001-2002), Osasuna (2002-2006), Atletico Madrid (2006-2009), Meksiko (2009-2010), Zaragoza (2010-2011), Espanyol (2012-2014), Jepang (2014-2015), Al Awahda (2015-2017), Mesir (2018-2019), Leganes (2019-2020), Monterrey (2021-2022), Mallorca (2022-2024), Meksiko (2024-kini)

Prestasi sebagai pelatih

Pachuca
Juara Liga Meksiko Invierno 1999
Al Wahda
Juara Piala Presiden UEA 2016-2017
Juara Piala Liga UEA 2015-2016
Monterrey
Juara Liga Champions 2021 CONCACAF (Monterrey)
Timnas Meksiko:
Juara Piala Emas CONCACAF 2009, 2025
Juara Liga Negara CONCACAF 2024-2025