Perusahaan minyak dan gas Arab Saudi, Aramco, menjadi sponsor terbesar Piala Dunia 2026. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Los Angeles, Amerika Serikat
Perusahaan minyak dan gas Arab Saudi, Aramco, menjadi sponsor terbesar Piala Dunia 2026 yang akan digelar di belahan Amerika Utara mulai 11 Juni mendatang.
Saat Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) bersiap untuk menggelar Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah di wilayah Amerika Utara, organisasi sepak bola global tersebut kembali mempromosikan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
Menariknya, beberapa perjanjian sponsornya menceritakan kisah yang berbeda — termasuk kesepakatan utama dengan perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia asal Arab Saudi, Aramco.
FIFA dan Aramco pertama kali mengumumkan perjanjian kemitraan global empat tahun mereka pada akhir tahun 2024, yang berarti logo raksasa bahan bakar fosil tersebut kemungkinan akan terlihat di lapangan, daring, dan di TV selama Piala Dunia tahun ini dan Piala Dunia Wanita pada tahun 2027.
Aramco, yang hampir seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah Arab Saudi, telah mengamankan tingkat sponsor tertinggi bersama dengan Adidas, Coca-Cola, Hyundai dan Kia, Lenovo, Qatar Airways, dan Visa.
Turnamen tahun ini akan diikuti oleh 48 tim yang memainkan 104 pertandingan di 16 stadion di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko—yang akan dimulai 11 Juni, termasuk delapan pertandingan di Stadion SoFi di Inglewood, yang untuk sementara berganti nama menjadi Stadion Los Angeles.
Penyelenggaraan ini telah menuai kritik karena dampaknya terhadap lingkungan, karena mengharuskan tim dan penggemar untuk terbang melintasi benua, berbeda dengan Piala Dunia sebelumnya yang diadakan di dalam satu negara.
Seperti banyak diberitakan sebelumnya, FIFA telah menggembar-gemborkan tujuan keberlanjutannya — termasuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2040. Namun, beberapa ahli mengatakan kesepakatannya dengan Aramco mengkompromikan posisi tersebut.
Perusahaan minyak tersebut secara konsisten berada di antara penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia, bertanggung jawab atas 4,28% emisi karbon dioksida global pada tahun 2024, lebih banyak daripada perusahaan lain mana pun. Demikian menurut basis data independen Carbon Majors. (Data tahun 2025 belum tersedia).
Madeleine Orr, asisten profesor ekologi olahraga di Universitas Toronto, menyebut kehadiran Aramco sebagai sponsor utama Piala Dunia di seluruh dunia benar-benar merusak kredibilitas FIFA, terkait klaim keberlanjutan.
Biaya perjanjian Aramco dengan FIFA belum diungkapkan secara publik, tetapi beberapa ahli memperkirakan sekitar 100 juta dolar Amerika (sekitar Rp1,73 triliun) per tahun untuk jangka waktu empat tahun.
Dalam sebuah pernyataan kepada The Times, FIFA yang merupakan sebuah organisasi nirlaba, mengatakan bahwa total proyeksi pendapatan untuk siklus 2027 hingga 2030 akan mencapai sekitar 14 miliar dolar Amerika.
Dari jumlah itu, sekitar 90 persen di antaranya akan diinvestasikan kembali ke dalam permainan global melalui inisiatif yang mendukung asosiasi anggotanya dan pertumbuhan berkelanjutan sepak bola wanita di seluruh dunia.
“Tingkat reinvestasi yang mencapai rekor ini membantu memastikan (sepak bola) dapat diorganisasi dan dikembangkan di lebih dari 100 negara di mana hal itu tidak mungkin dilakukan—didukung oleh kemitraan komersial, termasuk dengan mitra global seperti Aramco,” kata organisasi tersebut, seperti dikutip dari Los Angeles Times.
FIFA mengakui bahwa emisi bahan bakar fosil memanaskan planet ini, dengan mencatat dalam Strategi Iklim 2021 bahwa “salah satu pendorong utama perubahan iklim adalah gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer melalui aktivitas manusia.”
Di sisi lain, bagi Aramco, sponsorship ini akan memungkinkan kehadiran di acara olahraga yang paling banyak ditonton di dunia.
Piala Dunia menarik lebih dari 3 juta penonton langsung dan 5 miliar interaksi selama turnamen terakhir pada tahun 2022, menurut organisasi tersebut. Hampir 1,5 miliar pemirsa menonton pertandingan final.
Hal itu dapat membantu memposisikan kembali Aramco sebagai perusahaan energi dan bukan hanya perusahaan bahan bakar fosil.
Perusahaan ini memiliki hak sponsorship eksklusif dalam kategori energi dan baru-baru ini berinvestasi dalam beberapa proyek energi bersih seperti tenaga surya, angin, dan hidrogen biru, meskipun sebagian besar diarahkan untuk dekarbonisasi operasinya sendiri.
“Aramco bangga mensponsori Piala Dunia FIFA 2026 melalui kemitraan global selama empat tahun,” demikian ungkap perusahaan itu kepada The Times.
“Kemitraan dengan FIFA mencerminkan komitmen kami untuk menyediakan energi yang andal bagi dunia dan untuk menginspirasi kemajuan.”
Kesepakatan ini juga dibangun di atas komitmen jangka panjang Aramco untuk memajukan sepak bola, termasuk melalui klub sepak bola profesionalnya sendiri, Al Qadsiah, kata perusahaan itu.
Ricardo Fort, seorang ahli pemasaran olahraga yang sebelumnya memimpin tim sponsor global di Visa dan Coca-Cola, mengatakan dia tidak setuju bahwa industri suatu perusahaan harus dijadikan untuk mendiskualifikasinya dari kesepakatan sponsor.
Menurutnya, sudah menjadi praktik umum bagi perusahaan milik negara di negara-negara tuan rumah di masa depan untuk mensponsori acara-acara seperti Piala Dunia atau Olimpiade. Arab Saudi dijadwalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2034.
Fort mengatakan bahwa perkiraan biaya sponsor sebesar 400 juta dolar Amerika (setara Rp6,93 triliun) sesuai dengan skala acara tersebut. Aramco diketahui melaporkan laba bersih lebih dari 104 miliar dolar Amerika pada tahun 2025.
Beberapa Sponsor Piala Dunia 2026
Mitra FIFA Tingkat Atas (2026):
- Aramco: Mitra baru utama jangka panjang di sektor energi
- Adidas: Mitra lama untuk pakaian dan peralatan
- Coca-Cola: Mitra lama di kategori minuman
- Visa: Mitra resmi teknologi pembayaran
- Hyundai dan Kia: Mitra resmi otomotif
- Qatar Airways: Mitra resmi maskapai penerbangan
- Lenovo: Mitra resmi teknologi
Sponsor Piala Dunia FIFA 2026:
- Bank of America: Sponsor bank resmi
- Verizon: Mitra layanan telekomunikasi resmi
- Hisense: Elektronik konsumen
- McDonald’s: Layanan makanan
- Anheuser dan Busch InBev (Budweiser): Mitra minuman beralkohol
- Unilever (Dove Men+Care): Perawatan pribadi
- Mengniu Dairy: Produk susu
- Lay’s (PepsiCo): Makanan ringan
Pendukung Regional (Amerika Utara):
- DoorDash: Layanan pengiriman
- Valvoline: Pelumas otomotif
- Globant: Perangkat lunak dan teknologi
- The Home Depot: Perbaikan rumah
- Marriott Bonvoy: Perhotelan