Bintang Timnas Spanyol, Lamine Yamal. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Barcelona, Spanyol
Lamine Yamal disiapkan untuk memperkuat Spanyol di Piala Dunia 2026.
Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, merespons cedera yang dialami Lamine Yamal jelang Piala Dunia 2026. Pemain berusia 18 tahun itu mengalami masalah hamstring yang membuatnya absen hingga musim 2025/2026 berakhir.
Lamine Yamal cedera saat membela Barcelona melawan Celta Vigo dalam pertandingan lanjutan La Liga di Camp Nou, Kamis (23/4/2026). Ia terjatuh dan mengerang kesakitan usai mencetak gol lewat titik putih.
Meski sudah memastikan sang pemain akan absen di sisa musim ini, tim medis Barcelona berupaya semaksimal mungkin membantu proses pemulihan. Mereka ingin Lamine Yamal dapat membela Spanyol di Piala Dunia 2026.
Yang kemudian menjadi kekhawatiran Barcelona adalah dampak jangka panjang jika Yamal dipaksa bermain di Piala Dunia 2026 saat kondisinya belum 100 persen fit. Tim berjuluk Blaugrana berkomunikasi dengan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) untuk membahas perihal ini.
Kedua belah pihak bersepakat untuk mengawal proses pemulihan Yamal bersama-sama. Bukan tidak mungkin, ia baru bisa diturunkan de la Fuente ketika Spanyol menjalani pertandingan ketiga Grup H menghadapi Uruguai.
De la Fuente memberi sinyal akan tetap memasukkan nama Yamal ke dalam skuad Piala Dunia 2026 dan mematuhi kesepakatan Barcelona dengan RFEF. Hal itu tak jadi masalah baginya, karena pengalaman sebelumnya dengan Dani Olmo.
"Olmo datang dalam keadaan cedera, kami hampir mencoretnya dari daftar pemain, tetapi kemudian ia menjadi penentu di Euro 2024," kata De la Fuente, dikutip dari Sport, Kamis (30/4/2026).
Bagi juru taktik berusia 64 tahun tersebut, setiap pemain pastinya memiliki kontribusi penting untuk tim. Yamal yang tidak bisa diandalkan di awal turnamen, bisa saja menjadi pembeda ketika sudah benar-benar fit.
"Ada pemain yang mungkin tidak mampu memberikan 50 atau 60 menit penuh, tetapi mereka bisa memberikan 20 menit yang sangat bagus. Itu bisa menjadi pembeda," tutur de la Fuente.
"Ada pemain yang bisa datang tepat pada waktunya dan menjadi penentu di babak gugur. Prioritas kami adalah hadir dengan tim terbaik pada saat yang menentukan," ia menambahkan.
Dokter tim Spanyol, Oscar Celada, memastikan seluruh pemain yang akan ikut ke Piala Dunia 2026 mendapat pantauan ketat. Mereka tak ingin ada pemain yang cederanya kambuh di tengah turnamen.
"Pulih dari cedera adalah satu hal, dan pulih dengan performa maksimal adalah hal lain. Risiko terbesar ketika seorang pemain kembali adalah mengalami cedera lagi," ujar Celada.
Tidak mudah untuk mengelola kebugaran pemain ketika tampil di ajang seperti Piala Dunia. Jadwal yang padat dan intensitas tinggi dapat menguras stamina para pemain.
"Temponya sangat tinggi, dengan pertandingan setiap tiga atau empat hari, sehingga mustahil untuk beristirahat. Kami terus berkomunikasi dengan klub-klub. Ini bukan hanya laporan sekali saja, tetapi untuk melihat bagaimana perkembangan dari hari ke hari," katanya.