Kiper Swis, Gregor Kobel. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Vancouver, Kanada
Kiper Swis, Gregor Gobel, mencatatkan enam penyelamatan, dan menariknya seluruh penyelamatan itu dilakukan terhadap tembakan yang dilepaskan dari dalam kotak penalti.
Gregor Kobel menjadi sosok kunci di balik kemenangan Swiss dengan skor 2-1 atas tuan rumah Kanada pada laga terakhir Grup B Piala Dunia 2026 di BC Place, Vancouver, Rabu (24/6/2026) waktu setempat atau Kamis (25/6/2026) dini hari WIB.
Penampilan gemilang kiper Borussia Dortmund itu membuat Swis mampu mengamankan tiga poin penting sekaligus melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu tim unggulan dari grup.
Tampil di hadapan 52.497 penonton yang memadati stadion, Kobel tampil luar biasa sepanjang 90 menit. Situs rating ternama Sofascore bahkan memberikan penjaga gawang berusia 28 tahun tersebut nilai 8,7, tertinggi di antara seluruh pemain yang tampil di pertandingan itu.
Penampilannya menjadi fondasi kokoh bagi Swis yang beberapa kali mendapat tekanan hebat dari lini serang Kanada.
Aksi paling menonjol Kobel tentu datang lewat kemampuannya menjaga gawang tetap aman. Meski kebobolan satu gol, ia juga mencatatkan enam penyelamatan, dan menariknya seluruh penyelamatan itu dilakukan terhadap tembakan yang dilepaskan dari dalam kotak penalti.
Statistik tersebut menunjukkan betapa berbahayanya peluang-peluang yang diciptakan Kanada, namun semuanya mampu dimentahkan dengan refleks dan positioning yang sangat baik dari sang kiper.
Kontribusinya semakin terasa jika melihat data goals prevented sebesar 1,43, yang berarti Kobel berhasil menggagalkan peluang-peluang yang secara statistik berpotensi menghasilkan lebih dari satu gol tambahan bagi Kanada.
Nilai keeper save value sebesar 1,20 juga menegaskan bahwa penyelamatan-penyelamatannya benar-benar berpengaruh terhadap hasil akhir pertandingan.
Tidak hanya piawai menghalau tembakan, Kobel juga menunjukkan ketenangan saat menguasai area penalti. Ia mencatatkan dua kali melakukan pukulan bola (punch), satu kali menangkap umpan silang dengan sempurna, memenangi satu duel udara, dua duel secara keseluruhan, serta melakukan dua sapuan penting.
Sebanyak 10 kali ball recoveries memperlihatkan kejelian Kobel membaca arah bola dan membantu Swis segera membangun serangan balik setelah menggagalkan tekanan lawan.
Kemampuannya mengatur permainan dari belakang juga patut diapresiasi. Kobel membukukan 62 sentuhan bola sepanjang laga dan sukses menyelesaikan 40 dari 46 operan atau sekitar 87 persen akurat.
Untuk wilayah pertahanan sendiri, akurasinya bahkan nyaris sempurna dengan 39 operan sukses dari 40 percobaan. Distribusi bola yang tenang membuat Swis mampu keluar dari tekanan tinggi yang diterapkan Kanada.
Untuk umpan jauh, Kobel melepaskan delapan percobaan dengan dua di antaranya berhasil menemui rekan setim. Meski tidak terlalu menonjol dalam distribusi panjang, ia menjalankan tugasnya secara efektif sesuai kebutuhan permainan tanpa mengambil risiko yang tidak perlu.
Penampilan impresif ini juga melengkapi performa konsistennya sepanjang fase grup. Dalam tiga pertandingan Piala Dunia 2026, Kobel selalu bermain penuh selama 270 menit.
Ia telah mencatatkan 11 penyelamatan, kebobolan tiga gol, serta belum melakukan kesalahan yang berujung peluang maupun gol bagi lawan.
Selain itu, akurasi umpannya mencapai 80 persen, sementara total 24 ball recoveries menunjukkan kontribusinya dalam menjaga stabilitas lini belakang Swiss.
Ketika Kanada terus menekan demi mengejar hasil yang dibutuhkan, Kobel tampil bak tembok yang sulit ditembus. Ketenangan, refleks cepat, serta kemampuannya mengendalikan kotak penalti menjadi faktor utama yang mengantar Swis mengamankan kemenangan 2-1.
Dengan performa seperti ini, tanpa menafikan peran Johan Manzambi serta pemain lainnya yang juga tampil gemilang, Kobel layak mendapatkan predikat Player of the Match versi TVRI Sport. Ia bukan hanya menjadi pahlawan di laga kontra Kanada, tetapi juga memberikan kepercayaan diri besar bagi Swis menjelang tantangan di babak gugur Piala Dunia 2026.