Penyerang Timnas Maroko, Soufiane Rahimi. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Atlanta, Amerika Serikat
Soufiane Rahimi berhasil memanfaatkan 21 menit penampilannya lawan Haiti dengan mencetak satu gol dan memberikan satu asis.
Maroko lolos ke 32 besar setelah mengakhiri perlawanan Haiti, 4-2, dalam laga terakhir mereka di Grup C, Rabu (24/6/2026) atau Kamis pagi WIB. Empat gol Maroko dalam pertandingan ini diciptakan Achraf Hakimi, Ismael Saibari, dan dua pemain cadangan mereka, Soufiane Rahimi dan Gessine Yassine.
Gol dan performa Soufiane Rahimi di pertandingan ini menjadi pembeda yang membuat The Atlas Lions meraih kemenangan. Penyerang 30 tahun ini memanfaatkan dengan baik waktu 21 menit yang diberikan pelatih Mohamed Ouahbi. Dalam penampilannya di laga ini, selain mencetak gol Soufiane Rahimi memberikan asis bagi terciptanya gol keempat Maroko yang diciptakan Gessime Yassine.
Pemain yang kini telah tampil dalam 38 laga untuk Maroko dengan mengoleksi 12 gol memberikan 7 operan dengan 6 di antaranya berhasil. Operan atau akurasi umpannya mencapai 86% dalam pertandingan ini. Di antara semua rapor tersebut, tentu saja gol yang diciptakannya menit ke-78 menjadi gol penting bagi Maroko yang mengubah kedudukan menjadi 3-2 saat itu.
Haiti yang datang di laga ini sebagai tim yang tidak lagi memiliki peluang ke fase knockout memang memberikan perlawanan dan permainan yang mengancam pertahanan Maroko di sepanjang babak pertama. Namun, Maroko berhasil melewati laga ini dengan baik, di antaranya karena peran Sofiane Rahimi. Penyerang klub Al Ain ini mencetak gol tersebut hanya sekitar 9 menit setelah dia masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti.
Sofiane Rahimi mencetak gol tersebut memperlihatkan penempatan posisinya yang baik, serta reaksinya melihat kesempatan yang terjadi di depannya. Gol itu memang berawal dari sepak pojok yang terjadi. Proses gol tersebut juga memperlihatkan kemampuannya dalam berupaya mendapatkan ruang tembak yang baik.
Berawal dari bola sepak pojok yang kemudian diteruskan dengan tandukan rekan setimnya, Soufiane Rahimi kemudian menguasai bola tersebut dengan kaki kanannya. Lalu dengan satu gerakan lagi, dia melepaskan tembakan keras dengan kaki kanan tersebut. Meski mendapatkan kawalan dari pemain Haiti, Soufiane Rahimi berhasil mengarahkan bola tersebut yang tidak dapat dijangkau penjaga gawang Hati.
Gol itu mengubah kedudukan dari 2-2 menjadi 3-2 untuk keunggulan Maroko. Di sisi lain, gol tersebut seperti mengakhiri perlawanan dan harapan Haiti yang di laga ini bertekad meraih tiga poin. Bagi Maroko, tiga poin di laga ini sangat penting untuk menjaga posisi mereka saat itu melangkah ke 32 besar Piala Dunia 2026. Laga terakhir fase grup memang dimainkan bersamaan.
Terlepas dari kekalahan Skotlandia lawan Brasil, kemenangan Maroko di laga ini mengunci posisi mereka di peringkat ketiga klasemen akhir. Dan, sukses tersebut di antaranya karena gol dan peran yang diciptakan Soufiane Rahimi. Pemilik nomor 9 ini juga berada di balik gol keempat Maroko yang diciptakan Gessime Yassine di menit ke-89.
Soufiane Rahimi memperlihatkan kemampuannya dalam berduel satu lawan satu dengan bek lawan. Setelah berhasil memenangkan duel tersebut, dia membawa bola dan memberikan umpan kepada Gessime Yassine yang kemudian menjadi gol. Itu merupakan gol pertama bagi Gessime dalam karier pemain muda berusia 20 tahun ini di Piala Dunia.
Walau Maroko memang sudah mengamankan posisi kedua Grup C, namun semangat dan peran Soufiane Rahimi sepanjang penampilannya dalam pertandingan ini membuatnya pantas terpilih sebagai Player of the Match. Dia menjadi penentu kemenangan dengan golnya lalu lewat asis yang dia berikan, mengunci kemenangan Maroko di laga ini, 4-2.