Ilustrasi laga Grup C: Skotlandia vs Brasil (Andy Robertson vs Vinicius Junior) Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Jakarta
Vinicius yang paling disorot penampilannya dalam laga Skotlandia vs Brasil mengukir catatan positif.
Brasil mengakhiri perjalanan fase grup Piala Dunia 2026 dengan sempurna. Tim berjuluk Canarinha mengalahkan Skotlandia dengan skor 3-0 sekaligus mengamankan posisi puncak Grup C untuk melangkah ke babak 32 besar.
Tak hanya soal kemenangan, laga ini juga menghadirkan sejumlah fakta menarik. Vinicius Junior terus menorehkan rekor, Neymar kembali tampil bersama Brasil setelah absen lama, dan Carlo Ancelotti mencatat pencapaian bersejarah sebagai pelatih.
Berikut kami sajikan 7 fakta menarik usai laga Skotlandia vs Brasil, dikutip dari Opta.
1. Selalu Juara Grup
Brasil berhasil mengakhiri persaingan di Grup C Piala Dunia 2026 sebagai pemuncak klasemen. Dengan capaian ini, mereka berhasil mempertahankan rekor sejak 1982.
Terakhir kali Brasil finis sebagai runner-up grup fase pertama di Piala Dunia 1978, ketika kalah bersaing dengan Austria.
2. Vinicius Ulang Masa Kejayaan Brasil
Vinicius selalu mencetak gol dalam tiga pertandingan Brasil di fase grup Piala Dunia 2026. Ia berhasil menyamai catatan pendahulunya, Jairzinho (1970), Romario (1994), serta Ronaldo dan Rivaldo (2002).
Menariknya, di ketiga turnamen tersebut, Brasil berhasil keluar sebagai juara. Catatan tersebut membuat optimisme suporter terhadap peluang skuad asuhan Carlo Ancelotti menjuarai Piala Dunia 2026 semakin besar.
3. Vinicius Samai Neymar
Empat gol yang dicetak Vinicius di fase grup Piala Dunia 2026 menempatkannya dalam jajaran legenda Brasil. Ia menyamai rekor Jairzinho (1970), Ronaldo (2002), dan Neymar (2014) sebagai pemain Brasil dengan empat gol dalam satu fase grup Piala Dunia.
4. Kontribusi Bruno Guimaraes
Bruno Guimaraes mencatatkan dua asis untuk gol Vinicius Junior dan Matheus Cunha saat Brasil mengalahkan Skotlandia. Sumbangan tersebut membuatnya menjadi pemain Brasil kedua yang mencatatkan lebih dari satu asis dalam satu pertandingan Piala Dunia abad ke-21, setelah Kaka saat melawan Pantai Gading pada 2010.
5. Skotlandia Akhiri Catatan Buruk
Sundulan Scott McTominay pada menit ke-49 membuat Skotlandia mengakhiri catatan buruk dalam 200 menit tanpa satu pun tembakan tepat sasaran di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, tembakan tepat sasaran terakhir Skotlandia adalah gol John McGinn ke gawang Haiti pada laga perdana Grup C.
6. Carlo Ancelotti Banggakan Italia
Carlo Ancelotti tercatat sebagai pelatih asal Italia pertama yang membawa tim asuhannya lolos ke babak gugur Piala Dunia sejak Fabio Capello melakukannya bersama Inggris pada 2010.
7. Piala Dunia Keempat Neymar
Neymar menjadi pemain keempat yang membela Brasil di empat Piala Dunia berbeda, menyusul Djalma Santos, Cafu, dan Pele. Penyerang berusia 34 tahun itu masuk sebagai pemain pengganti, tepat 981 hari setelah terakhir kali membela Brasil pada Oktober 2023.