TVRINews – Miami, Amerika Serikat

Neymar yang sempat cedera di awal Piala Dunia 2026 turun bermain saat Brasil menang atas Skotlandia.

Neymar mencatatkan penampilan pertamanya bersama Brasil di Piala Dunia 2026 saat melawan Skotlandia dalam laga pamungkas Grup C di Miami Stadium, Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2026) pagi WIB. Pelatih Carlo Ancelotti menurunkannya pada menit ke-76 menggantikan Matheus Cunha.

Tribune Miami Stadium langsung bergemuruh begitu Neymar memasuki lapangan. Suporter yang sejak Piala Dunia 2026 dimulai mencemaskan kondisi penyerang berusia 34 tahun tersebut karena belum 100 persen fit, kini sudah bisa bernapas lega.

Sekitar 20 menit bermain, Neymar mencatatkan statistik sentuhan terhadap bola sebanyak 24 kali. Ia terlibat dalam tiga upaya Brasil menciptakan peluang ke gawang Skotlandia.

Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, tak memungkiri kehadiran Neymar dalam skuad Piala Dunia 2026 memberi tambahan energi positif. Kesabarannya menanti kembalinya kebugaran sang pemain menghasilkan hal positif.

"Saya pikir performa semua orang bagus. Kami bermain sebagai sebuah tim, dan itu positif. Kami tidak kebobolan dan ada banyak hal positif, termasuk kembalinya Neymar, yang dapat membantu kami," kata Ancelotti usai pertandingan, dikutip dari World Soccer Talk.

"Neymar pantas masuk lapangan. Ia telah bekerja keras dan berlatih keras untuk memulihkan kebugarannya. Ia melakukannya dengan sangat profesional. Ia memiliki kualitas untuk membantu tim di Piala Dunia ini dan bermain bagus dalam beberapa menit di lapangan," ia menambahkan.

Dengan tambahan tiga poin, Brasil berhasil menguasai puncak klasemen Grup C. Mereka sama-sama memiliki tujuh poin dengan Maroko, tetapi lebih unggul dalam urusan selisih gol.

Penampilan Brasil melawan Skotlandia nyaris sama ketika menghadapi Haiti. Mereka tak banyak melakukan penguasaan bola, namun ketika melancarkan serangan, nyaris selalu efektif menciptakan peluang.

Gaya bermain ini mungkin tidak lazim bagi suporter Brasil. Ancelotti mengubah kebiasaan tim berjuluk Canarinha yang biasa selalu mendominasi penguasaan bola menjadi lebih pragmatis.

"Kami bermain bagus dan mengulangi performa yang sama. Itulah tujuannya, untuk mengulangi pertandingan melawan Haiti. Ini adalah performa yang lebih lengkap, dan kami puas," ujar pelatih asal Italia tersebut.

Meski mengaku sudah puas, Ancelotti tak bisa berhenti melakukan perbaikan. Brasil datang ke Piala Dunia 2026 dengan target menjadi juara. Lawan yang akan dihadapi selanjutnya di babak gugur pasti tidak akan mudah.

Sebagai juara Grup C, Brasil akan menanti lawan dari runner-up Grup F di babak 32 besar. Ada tiga tim yang kemungkinan menempati posisi tersebut, yakni Belanda, Jepang, dan Swedia.