Grup C Piala Dunia 2026 berisikan Brasil, Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Miami, Amerika Serikat
Hasil imbang di laga pertama membuat Brasil dan Maroko memotivasi diri mereka untuk meraup poin di dua laga lainnya.
Pertarungan Grup C Piala Dunia 2026 telah berakhir pada Rabu (24/6/2026) malam waktu setempat atau Kamis (25/6/2026) pagi WIB. Laga terakhir atau pertandingan putaran ketiga Grup C ini digelar dalam waktu yang sama. Skotlandia vs Brasil berakhir dengan skor 0-3 untuk kemenangan Tim Samba, sedangkan Maroko vs Haiti berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan Maroko.
Dengan hasil tersebut, Brasil berhasil menambah poin mereka menjadi 7 poin. Maroko juga mengoleksi total 7 poin setelah kemenangan ini. Namun Brasil lolos sebagai juara grup karena unggul dalam selisih gol (+6) sedangkan Maroko di posisi kedua setelah mengoleksi selisih gol +3. Sukses Brasil dan Maroko melenggang ke 32 besar memang sudah diprediksi saat hasil drawing (undian) pada Desember 2025 lalu. Sejumlah pers menempatkan Brasil dan Maroko sebagai kandidat kuat lolos ke fase knockout.
Sementara itu, Skotlandia yang mengalami kekalahan di pertandingan ini masih memiliki peluang lolos sebagai peringkat ketiga terbaik. Meski demikian, nasib mereka baru akan ditentukan Ketika semua pertandingan fase grup telah selesai. Untuk sementara, Skotlandia masih termasuk dalam 8 besar tim yang berpeluang lolos melalui peringkat ketiga terbaik dengan koleksi tiga poin yang mereka raih.
Hati yang kalah dari Maroko mengakhiri persaingan fase grup ini dengan berhasil mencetak gol setelah di dua laga sebelumnya tidak dapat melakukannya. Pada pertandingan pertama Haiti kalah 0-1 dari Skotlandia sedangkan di laga kedua dipukul Brasil 0-3. Mereka sudah tereliminasi sejak takluk kemasukan tiga gol tanpa mampu membalas saat lawan Brasil di laga kedua itu.
Sebelum pertandingan ketiga Grup C ini bergulir, Brasil dan Maroko memang sudah berada dalam posisi yang lebih baik dibandingkan dengan Skotlandia. Brasil dan Maroko sama-sama mengoleksi 4 poin hasil dari satu kemenangan dan satu kali imbang. Hasil imbang tersebut terjadi di pertandingan pertama saat keduanya bertemu dengan hasil akhir 1-1.
Karena itu pula, saat itu, Brasil dituntut menang lawan Skotlandia. Laga mereka di atas kertas juga relatif lebih sulit dibandingkan dengan Maroko yang menghadapi Haiti. Namun, pada akhirnya, Brasil berhasil menguasai situasi tersebut dengan mencetak tiga gol lewat Vinicius Junior (dua gol, menit ke-7 dan 45+), serta gol Matheus Cuhha di menit ke-60.
Brasil menjadi salah stu tim produktif di Piala Dunia ini dengan mengoleksi 7 gol dan hanya kemasukan 1 gol. Produktivitas gol ini pula yang membuat Brasil mengoleksi selisih gol lebih baik dibandingkan dengan Maroko dan membuat mereka ke 32 besar dengan status juara grup.
Di 32 besar nanti, Brasil kemungkinan akan menghadapi runner-up Grup F antara Belanda, Jepang, dan Swedia. Begitu pula Maroko, sebagai runner-up Grup C, mereka akan menghadapi juara Grup C yang kemungkinan dari tiga tim tersebut.
Sukses Brasil tidak terlepas dari performa tim asuhan Carlo Ancelotti ini dalam tiga laga fase grup. Tim Samba sempat mendapatkan kritik setelah mereka hanya imbaang lawan Maroko di laga pertama. Meski demikian, Vinicius Junior dan kawan-kawan berhasil menjawab kritik dan tantangan tersebut.
Laga imbang Brasil vs Maroko dinilai sebagai hasil yang membuat Tim Samba terpacu untuk meraih hasil yang lebih baik lagi. Brasil mendapatkan kritik dari hasil tersebut. Laga imbang tersebut bagi Maroko juga memberikan motivasi bahwa mereka mampu meraih poin menghadapi tim yang lebih kuat seperti Brasil.
Sebelum laga pertama itu pula, Carlo Ancelotti juga harus menunggu kondisi bintang andalan timnya, Neymar, yang sebelum laga ini absen karena proses penyembuhan cedera. Namun demikian, Neymar akhirnya berhasil tampil dalam laga pertamanya di Piala Dunia 2026 ini.
Meski demikian, kunci sukses Brasil lolos ke 32 besar di antaranya karena peran penting dari Vinicius Junior. Pentingnya peran bintang Real Madrid ini diperlihatkan dengan selalu mencetak gol pertama Brasil di tiga laga fase Grup mereka yaitu lawan Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Dari tiga gol tersebut, semuanya merupakan gol pertama Brasil di pertandingan dalam Piala Dunia 2026 ini.
Maroko juga memiliki pemain kunci yang membuat mereka melangkah ke 32 besar yaitu Ismael Subari. Bintang berusia 25 tahun ini mencetak gol di laga lawan Brasil, Maroko, dan kini gol ke gawang Haiti. Ini menjadi kedua kalinya Maroko sukses melaju ke fase knockout. Sebelumnya, mereka meraih pencapaian tersebut pada Piala Dunia 1986. Sedangkan empat Piala Dunia lainnya yaitu 1970, 1994, 1998, dan 2018 selalu berakhir di fase grup.
Akhir dari persaingan fase Grup C memang sudah seperti prediksi pers dan fans sepak bola. Brasil dan Maroko adalah tim kuat dan mereka memang berhasil melangkah ke fase knockout dibandingkan dengan Skotlandia dan Haiti. Brasil dan Maroko berhasil memastikan tiket 32 besar karena mereka mampu memberikan perlawanan dari dua lawan mereka di grup ini, Skotlandia dan Haiti.