Thapelo Maseko, gol tunggalnya ke gawang Korea Selatan berujung sejarah Afrika Selatan lolos ke fase grup untuk pertama kali. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Monterrey, Meksiko
Thapelo Maseko menggoreskan gol paten untuk sejarah sepak bola Afrika Selatan.
Tidak diunggulkan terutama sejak tampil buruk dan kalah di laga pembukaan, Afrika Selatan mengagetkan dengan keberhasilan lolos ke fase gugur sebagai runner-up Grup A. Di pertandingan terakhir pada Rabu (24/6/2026), mereka merontokkan perlawanan Korea Selatan yang tinggal membutuhkan hasil seri.
Gol penentu kelolosan bersejarah itu datang pada menit ke-63. Kontribusi pemain pengganti yang baru semenit masuk, Thsepang Moremi, terasa besar dengan lesatan dan operan dari sayap kiri. Namun, eksekusi tenang Thapelo Maseko patut diacungi jempol.
Di sisi kiri kotak penalti, Maseko mengendalikan bola operan Moremi dengan bagian luar kaki kirinya, mendorongnya sedikit sebelum melesatkan tembakan. Bola melewati hadangan Jens Castrop dan bersarang di pojok kiri gawang Korea Selatan tanpa bisa ditepis kiper Kim Seung-gyu.
Dengan gol bersejarah bagi Afrika Selatan ini, Maseko layak didaulat menjadi pemain terbaik. Saat menerima trofi penghargaan Player of the Match, pemain berusia 22 tahun ini mengirim pesan kepada mereka yang meremehkan Bafana Bafana.
"Sukar dipercaya. Seperti mimpi rasanya. Terima kasih untuk para suporter yang mendukung penuh. Gol ini untuk setiap orang yang mendukung kami, juga untuk mereka yang tidak mendukung. Banyak yang tidak percaya pada kami. Kami harus melalui jalan berat. Namun, tim ini memperlihatkan bahwa mereka mampu dan tangguh," ucap Maseko kepada situs FIFA.
Maseko merupakan salah satu dari sedikit pemain Afrika Selatan yang merumput di luar negeri. Walau baru sebentar, sayap lincah ini merasakan masa peminjaman dari Mamelodi Sundowns di klub Siprus, AEK Limassol.
Usianya kini baru 22 tahun. Lima tahun silam, saat masih 17 tahun, Maseko berpromosi dari tim junior Supersport United ke tim seniornya. Setelah membukukan 32 penampilan dan 4 gol dalam dua tahun, Maseko digamit Mamelodi Sundowns. Namun, sang sayap melihat kesempatan bermainnya di klub Pretoria itu terbatas hingga memilih dipinjamkan ke AEL sejak Januari 2026.
Dalam setengah musim di klub Siprus itu, Maseko menorehkan 12 penampilan dan 1 gol. Catatan itu cukup meyakinkan Hugo Broos untuk memasukkannya ke dalam skuad Bafana Bafana ke Piala Dunia 2026.
Thapelo Maseko membayar kepercayaan itu. Gol pemain kelahiran Sebokeng itu ke gawang Korea Selatan di Estadio Monterrey di laga terakhir Grup A mengukir sejarah. Afsel lolos ke fase grup untuk pertama kali setelah mandek di fase grup pada tiga percobaan sebelumnya (1998, 2002, dan 2010).
Gol kemenangan historis itu baru yang kedua yang dihasilkan Maseko untuk Afrika Selatan dari 11 penampilan. Di usia 22 tahun 225 hari, Maseko menjadi pencetak gol termuda kedua buat Afsel setelah Benni McCarthy (20 tahun, 3 bulan, 4 hari).