Bintang muda Timnas Meksiko, Gilberto Mora. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Kota Meksiko, Meksiko
Gilberto Mora dan Guillermo Ochoa menulis sejarah berbeda bersama Timnas Meksiko saat diturunkan di pertandingan terakhir Grup A Piala Dunia 2026.
Setelah memastikan diri lolos ke babak berikutnya usai mengalahkan Korea Selatan, staf pelatih Tim Nasional Meksiko melakukan perombakan susunan pemain untuk pertandingan terakhir fase grup mereka.
Melawan Republik Ceko di Azteca Stadium pada Kamis (25/06/2026) pagi WIB menjadi waktu yang ditunggu-tunggu dua pemain Meksiko beda generasi, gelandang serang Gilberto Mora dan kiper veteran Guillermo Ochoa.
Keduanya diturunkan pelatih Javier Aguirre pada pertandingan yang dimenangi Meksiko secara meyakinkan, 3-0 – berkat gol-gol dari Mateo Chavez, Julian Quinones, dan Alvaro Fidalgo di babak kedua, sekaligus mengukuhkan mereka sebagai pemenang Grup A saat berlaga di babak 32 besar nanti.
Mora menjadi starter El Tri saat membungkam Republik Ceko tepat di usia 17 tahun dan 253 hari. Dengan begitu, ia menjadi starter termuda Timnas Meksiko di sebuah pertandingan Piala Dunia sejak mereka turun perdana pada edisi tahun 1954.
Di level global, Mora juga menancapkan posisinya sebagai salah satu pemain termuda yang masuk starting XI sebuah laga Piala Dunia sejak pemain Nigeria, Femi Opabunmi (saat itu berusia 17 tahun dan 101 hari), melakukan hal yang sama ketika melawan Inggris pada edisi 2002.

Kiper veteran Timnas Meksiko, Guillermo Ochoa, berpeluang tampil di Piala Dunia 2026.
Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
Jika Mora dimainkan sebagai starter melawan Republik Ceko, kiper veteran Ochoa baru dimasukkan pelatih Meksiko pada menit ke-78 menggantikan Raul Rangel, saat kedudukan sudah 2-0 untuk El Tri. Saat itu, usianya sudah 40 Tahun 11 Bulan 11 Hari.
Dengan usia tersebut, Ochoa pun menjadi pemain Meksiko tertua yang tampil di Piala Dunia. Pemegang rekor sebelumnya adalah Cuauhtemoc Blanco, yang berusia 37 tahun saat bermain sebagai penyerang El Tri di Afrika Selatan pada tahun 2014.
"Saya sungguh bersyukur. Kepada para penggemar, rekan-rekan setim, dan pelatih yang telah memungkinkan saya merasakan momen ini," kata kiper veteran yang akrab disapa Memo tersebut.
Ochoa tercatat sudah enam kali masuk Timnas Meksiko untuk enam Piala Dunia, masing-masing pada 2006 di Jerman, 2010 Afrika Selatan, 2014 Brasil, 2018 Rusia, 2022 Qatar, dan tahun 2026 ini. Namun, ia sama sekali tidak bermain di lapangan pada edisi 2006 dan 2010.
Alhasil, Ochoa baru 12 kali bermain, masing-masing empat pada 2014 dan 2018, lalu tiga pada 2022, dan sekali sampai akhir fase grup pada 2026. Kecuali saat melawan Republik Ceko pagi WIB tadi, Ochoa sebelumnya selalu menjadi starter.
Meskipun tidak sama persis dengan torehan Cristiano Ronaldo (Portugal) maupun Lionel Messi (Argentina) yang selalu turun di enam edisi Piala Dunia – juga sejak 2006, apa yang dicapai Ochoa jelas patut diapresiasi. Ochoa mengatakan ia berencana untuk pensiun dari kompetisi internasional setelah Piala Dunia.
"Malam itu menjadi Memo Ochoa. Dia pantas mendapatkan semua yang sedang ia jalani," ujar pelatih Javier Aguirre, setelah pertandingan. "Menurut saya, itu menjadi penghormatan yang indah bagi Memo. Dia orang Meksiko, telah tampil di enam Piala Dunia, dan saya rasa orang-orang merasa bahagia malam ini."