TVRINews - Los Angeles, Amerika Serikat

Ketenangan, refleks cepat, serta penempatan posisi yang tepat membuat tiap peluang emas Belgia mampu dipatahkan oleh kiper Iran, Alireza Beiranvand.

Kiper Timnas Iran, Alireza Beiranvand, tampil luar biasa saat menahan imbang Belgia tanpa gol pada laga Grup G Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium. 

Penampilan gemilangnya menjadi faktor utama yang memastikan Iran membawa pulang satu poin berharga dari pertandingan yang berlangsung di hadapan 70.317 penonton itu. 

Berkat kombinasi refleks luar biasa, ketenangan dalam tekanan, dominasi di udara, serta distribusi bola yang efektif, tidak berlebihan jika Alireza Beiranvand dinobatkan sebagai Player of the Match versi TVRI Sport dalam laga ini.

Melawan salah satu tim favorit seperti Belgia, Beiranvand membuktikan kualitasnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik Asia saat ini. Ketika lini depan Iran gagal mencetak gol, sang kiper tampil sebagai penyelamat yang memastikan timnya tetap menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.

Penampilan penjaga gawang berusia 33 tahun itu menjadi fondasi utama keberhasilan Team Melli mencuri satu poin penting dalam laga yang berlangsung sengit hingga peluit akhir berbunyi.

Beiranvand tampil nyaris sempurna sepanjang 90 menit. Penjaga gawang Tractor FC tersebut mencatatkan tujuh penyelamatan, dan yang lebih impresif, seluruh penyelamatan itu dilakukan dari tembakan yang dilepaskan pemain Belgia itu dari dalam kotak penalti. Ketenangan, refleks cepat, serta penempatan posisi yang tepat membuat tiap peluang emas Belgia mampu dipatahkan.

Dikutip dari salah satu situs rating ternama, Sofascore, statistik juga menunjukkan Beiranvand berhasil mencegah sekitar 1,70 gol berdasarkan perhitungan goals prevented, membuktikan bahwa aksinya benar-benar menyelamatkan Iran dari kekalahan.

Meski Belgia harus bermain dengan 10 orang pada sebagian pertandingan, tekanan terhadap lini pertahanan Iran tidak pernah benar-benar berhenti. Beiranvand tetap fokus menghadapi berbagai situasi sulit. Ia melakukan satu pukulan bola (punch) untuk menghalau umpan silang berbahaya di tengah kerumunan pemain, serta satu aksi sebagai sweeper keeper yang tepat waktu untuk mengamankan ruang di belakang lini pertahanan Iran.

Dominasi Beiranvand juga terlihat dalam duel udara. Ia sukses melakukan tiga tangkapan bola atas (high claims) yang membuat serangan Belgia melalui umpan silang tidak berkembang. Kemampuannya menguasai area penalti memberi rasa aman bagi para pemain bertahan Iran sekaligus mengurangi peluang Belgia menciptakan bola-bola kedua yang berbahaya.

Selain piawai menjaga gawang, distribusi bola Beiranvand juga cukup baik. Ia mencatat 50 sentuhan bola, mengirimkan 20 umpan akurat dari 34 percobaan, termasuk 13 dari 15 umpan sukses di wilayah pertahanan sendiri. Untuk umpan jauh, ia berhasil mengirimkan 11 dari 24 percobaan secara tepat sasaran guna memulai serangan balik Iran.

Beiranvand juga membukukan 11 kali recovery bola, satu sapuan, serta satu pelanggaran yang justru menguntungkan timnya dalam menghentikan momentum lawan. Semua statistik tersebut menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya terbatas pada penyelamatan di bawah mistar, tetapi juga dalam mengatur ritme permainan dari belakang.

Hasil imbang ini menjadi modal penting bagi Iran dalam persaingan ketat Grup G. Kehadiran Beiranvand sebagai benteng terakhir memberikan rasa percaya diri bagi seluruh tim menghadapi laga-laga berikutnya. Hingga dua pertandingan di Piala Dunia 2026, ia telah mencatat 13 penyelamatan, kebobolan dua gol, dan mengoleksi satu clean sheet.