Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Atlanta, Amerika Serikat
Pelatih Spanyol, Luis De la Fuente, menilai kontribusi penyerang Mikel Oyarzabal jauh lebih besar daripada yang terlihat di lapangan.
Spanyol akhirnya menunjukkan kualitas terbaiknya di Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Arab Saudi 4-0 pada laga kedua Grup H di Atlanta Stadium, Minggu (21/6/2026) waktu setempat.
Kemenangan telak ini sekaligus membungkam keraguan yang sempat muncul usai La Roja hanya bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde pada pertandingan pembuka.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, bahkan menyebut orang-orang yang meragukan timnya sebagai sesuatu yang "gila". Menurutnya, tidak adil mempertanyakan kemampuan skuad muda yang telah menunjukkan konsistensi luar biasa dalam beberapa tahun terakhir.
"Saya pikir gila mempertanyakan tim ini. Kami tidak terkalahkan dalam 33 pertandingan berturut-turut," ujar De la Fuente dikutip dari Reuters, Senin (22/6/2026).
"Anda bisa mengalami hari yang lebih baik, hari yang lebih buruk, atau hari yang biasa saja, tetapi mempertanyakan dan meragukan generasi pemain yang masih sangat muda dengan masa depan yang cerah menurut saya tidak adil," ia menambahkan.
Kemenangan ini juga ditandai kembalinya Lamine Yamal ke susunan pemain inti. Kehadirannya memberi warna baru pada serangan Spanyol. Winger muda tersebut membuka keunggulan pada menit ke-10 dan menjadi inspirasi permainan agresif La Roja sepanjang pertandingan.
Sehari sebelum laga, De la Fuente mengatakan bahwa kritik yang menghampiri justru menjadi bahan bakar motivasi bagi anak asuhnya. Setelah kemenangan besar atas Arab Saudi, ia kembali menegaskan hal tersebut.
"Tidak ada seorang pun yang menikmati menerima kritik. Tentu saja harga diri mereka terluka karena itu bukanlah kenyataan. Kami bahkan bisa bermain lebih baik daripada ini, seperti yang telah kami tunjukkan pada kesempatan-kesempatan sebelumnya," katanya.
"Komentar-komentar yang mereka dengar terkadang memang membuat mereka bereaksi. Dan itu bagus karena ini adalah tim yang sangat berkomitmen, penuh dedikasi, dan memiliki kualitas yang luar biasa."
"Mereka adalah para profesional hebat. Namun ada beberapa hal yang tidak ingin saya dengarkan. Karena itulah saya tidak pernah mendengarkan program-program semacam itu dan selalu berusaha tetap positif serta mengisolasi diri dari semua kebisingan tersebut," ujar pelatih berusia 65 tahun itu.
Sorotan juga tertuju kepada Mikel Oyarzabal. Penyerang Spanyol tersebut sempat dikritik setelah nyaris tak menyentuh bola selama 30 menit pertama saat menghadapi Tanjung Hijau. Namun, ia memberikan jawaban sempurna dengan mencatatkan satu asis dan mencetak dua gol pada babak pertama melawan Arab Saudi.
Berkat penampilannya itu, Oyarzabal menjadi pemain kedua sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966 yang terlibat langsung dalam tiga gol dalam 25 menit pertama pertandingan Piala Dunia. Sebelumnya, rekor serupa hanya pernah dibuat pemain Hungaria, Laszlo Fazekas, saat menghadapi El Salvador pada 1982.
De la Fuente menilai kontribusi Oyarzabal jauh lebih besar daripada yang terlihat di lapangan.
"Orang-orang yang benar-benar memahami sepak bola sangat menghargainya. Sayangnya, ada sebagian orang yang menganggap dampaknya tidak begitu besar. Padahal pengaruh Mikel terhadap tim ini sangat luar biasa, bahkan mungkin lebih besar daripada pemain mana pun di dunia," ujarnya.
"Saya yakin dia adalah pesepak bola yang benar-benar bisa mencetak sejarah bagi sepak bola Spanyol. Statistiknya luar biasa. Jadi saya hanya ingin merayakan penampilannya dan berharap kami semua bisa memberikan penghargaan yang layak kepadanya," De la Fuente menambahkan.
Strategi Georgios Donis Gagal Total
Sementara di kubu lawan, pelatih Arab Saudi Georgios Donis mengakui rencana bertahan yang disusunnya gagal total menghadapi kualitas permainan Spanyol. Ia memilih menurunkan tiga bek tengah dan membangun blok pertahanan rendah, tetapi strategi tersebut runtuh setelah kebobolan cepat.
"Kami memutuskan bermain dengan tiga bek tengah, sehingga ada lima pemain di lini belakang, lalu bertahan dengan blok rendah dan mencoba bertahan sebaik mungkin," kata Donis.
"Namun kami seharusnya lebih kuat dan mampu menghentikan bola. Tidak ada satu penyebab tunggal mengapa semuanya tidak berjalan baik, tetapi yang paling penting adalah kami tidak cukup kuat dalam menjaga area di sekitar kotak penalti kami," ia menambahkan.
Menurutnya, gol cepat Yamal membuat mental para pemainnya langsung terguncang. "Spanyol mencetak gol lebih awal dengan tempo permainan yang sangat baik dan itu memengaruhi moral kami. Setelah itu kami melakukan banyak kesalahan saat menguasai bola," ucap Donis.
"Ketika pertandingan tidak berjalan sesuai keinginan dan Anda kebobolan tiga gol dalam waktu yang sangat singkat, rasa percaya diri akan hilang. Jelas kami terpengaruh, tetapi hal seperti itu sering terjadi dalam sepak bola. Itu adalah sesuatu yang wajar," ia menuturkan.
Meski menelan kekalahan telak, Donis tetap membela anak asuhnya dan meminta publik memberikan penilaian yang realistis.
"Hari ini kami memang mendapatkan hasil yang buruk saat menghadapi salah satu tim terbaik di Piala Dunia dan hasil ini sangat sulit kami terima. Tetapi saya bangga terhadap para pemain saya atas apa yang mereka lakukan setiap hari dan saya tidak akan pernah kehilangan rasa bangga kepada mereka, bahkan setelah hasil buruk seperti ini," ia menegaskan.
"Kami sudah melihat ada pertandingan lain di Piala Dunia yang berakhir dengan skor 6-0 atau 5-1. Hal terpenting bagi kami adalah menerima bahwa kami akan dikritik, tetapi saya juga berharap mereka yang mengkritik kami bisa bersikap realistis," Donis menambahkan.
Hasil ini membawa Spanyol mengoleksi empat poin dari dua pertandingan dan memimpin persaingan sementara di Grup H. Sementara itu, Arab Saudi masih tertahan dengan satu poin dan wajib meraih hasil maksimal pada laga terakhir jika ingin menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.
Arab Saudi akan menutup fase grup dengan menghadapi Tanjung Hijau di Houston. Sementara itu, Spanyol akan menghadapi Uruguai pada laga terakhir Grup H dengan peluang besar untuk memastikan tempat di babak gugur.