TVRINews - Los Angeles, Amerika Serikat

Menurut perwakilan Gedung Putih, keputusan memindahkan markas latihan Iran dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko, justru dibuat untuk mengurangi waktu perjalanan Timnas Iran.

Pemerintah Amerika Serikat menegaskan tetap mempertahankan kebijakan pembatasan perjalanan terhadap tim nasional Iran selama Piala Dunia 2026, meski federasi sepak bola Iran berencana mengajukan keluhan resmi kepada FIFA. 

Meski demikian, otoritas AS membuka peluang untuk mengevaluasi kembali pengaturan tersebut menjelang pertandingan ketiga Iran di fase grup.

Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengatakan situasi masih terus berkembang dan pembahasan mengenai pengaturan perjalanan Iran akan dilakukan setelah laga melawan Belgia di Los Angeles Minggu (21/6/2026) waktu setempat atau Senin dini hari WIB tadi.

"Situasinya bersifat dinamis, Setelah pertandingan melawan Belgia, mereka akan kembali ke Tijuana dengan penerbangan selama 27 menit," kata Giuliani dikutip dari Reuters. 

"Setelah itu kami akan melihat bagaimana pelaksanaan untuk laga berikutnya, lalu keesokan harinya akan ada pembahasan mengenai seperti apa pengaturan untuk pertandingan ketiga di Seattle," ia menambahkan.

Iran sebelumnya menyampaikan ketidakpuasan terhadap aturan yang mengharuskan tim hanya boleh memasuki wilayah Amerika Serikat dalam waktu 24 jam sebelum pertandingan. 

Seusai laga, mereka juga diwajibkan langsung kembali ke pusat latihan di Tijuana, Meksiko, sehingga tidak dapat menginap di kota tempat pertandingan berlangsung.

Pelatih Amir Ghalenoei bahkan menyebut timnya sebagai "tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia" karena pembatasan tersebut.

Giuliani membela kebijakan yang diterapkan pemerintah AS. Menurutnya, keputusan memindahkan markas latihan Iran dari Tucson, Arizona, ke Tijuana justru dibuat untuk mengurangi waktu perjalanan tim.

"Perpindahan dari Tucson ke Tijuana menurut saya merupakan keputusan yang baik bagi semua pihak. Perjalanan mereka menuju Los Angeles menjadi lebih singkat," katanya.

"Penerbangan mereka kini sekitar satu jam lebih pendek dibandingkan jika berangkat dari Tucson. Kami juga puas dengan bagaimana pengaturan pertandingan pertama di Los Angeles berjalan," Giuliani menambahkan.

"Saya juga ingin menegaskan bahwa semua pemain dan pelatih Iran telah menerima visa. Memang ada beberapa ofisial tim yang belum mendapatkan visa karena kami menemukan informasi yang merugikan mengenai mereka. Di situlah kami harus menjaga keseimbangan," ujar Giuliani.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah Amerika Serikat menjaga keamanan selama penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.

"Kami ingin memastikan turnamen sepak bola yang luar biasa ini berlangsung dengan baik, di mana semua orang merasa diterima dan dapat menikmati Piala Dunia," katanya. 

"Pada saat yang sama, kami juga harus memastikan bahwa kami melindungi warga negara Amerika Serikat sekaligus seluruh pengunjung internasional yang datang ke sini," ia menambahkan.

Giuliani mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada ancaman keamanan yang kredibel terhadap penyelenggaraan Piala Dunia. Meski demikian, aparat keamanan dan komunitas intelijen tetap meningkatkan kewaspadaan.

"Yang bisa saya sampaikan adalah komunitas intelijen kami telah meningkatkan pengawasan secara besar-besaran sejak awal tahun ini. Kami berdiskusi mengenai hal ini setiap jam. Namun hingga saat ini belum ada ancaman yang kredibel terhadap turnamen," ucapnya.

Ia juga mengaku puas dengan jalannya 10 hari pertama Piala Dunia 2026.

"Semuanya berjalan sesuai rencana. Sangat menyenangkan melihat pertandingan-pertandingan berkualitas di lapangan menjadi topik utama pembicaraan. Itu merupakan hal yang sangat positif," kata Giuliani.

"Saya rasa ini adalah perayaan yang luar biasa bagi Amerika Serikat dalam memperingati ulang tahun ke-250 negara kami, dan Piala Dunia menjadi puncak dari perayaan tersebut," Giuliani menuturkan.