Pemain sayap Uruguai, Agustin Canobbio. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Miami, Amerika Serikat
Agustin Canobbio mendapatkan kembali tempatnya di Timnas Uruguai, main di Piala Dunia 2026 dan mencetak gol.
Hanya perlu mundur selangkah untuk mendapatkan lompatan jauh ke depan di Timnas Uruguai. Inilah yang dilakukan Agustin Canobbio. Berdamai dengan Marcelo Bielsa membuatnya dapat kembali bermain lagi untuk Timnas Uruguai. Bukan itu saja, sayap berusia 27 tahun ini pun dapat memberikan perannya untuk negeri kelahirannya ini saat lawan Tanjung Hijau, Minggu (21/6/2026) atau Senin pagi WIB tadi.
Sebuah gol diciptakan Agustin Canobbio dalam pertandingan yang berakhir imbang 2-2. Meski hasil tersebut tampak mengecewakan bagi Uruguai, namun satu poin ini tetap berharga bagi tim berjulukan La Celeste ini. Uruguai masih di posisi kedua klasemen sementara Grup H Piala Dunia 2026. Peluang Uruguai untuk lolos ke 32 besar memang berat karena di laga terakhir mereka akan menghadapi Spanyol.
Meski demikian, itulah tantangan yang memang harus dihadapi Uruguai. Bagi Agustin Canobbio, satu gol yang dia ciptakan akan memberikan motivasi bagi dirinya untuk tampil lebih baik lagi bagi Uruguai di pertandingan selanjutnya, lawan Spanyol. Menghadapi Tanjung Hijau, Agustin Canobbio salah satu pemain memberikan kontribusi untuk Uruguai.
Gol yang dia ciptakan jelang laga akan berakhir (menit ke-45+) sempat membuat Uruguai unggul 2-1. Gol tersebut tercipta hanya sekitar satu menit lebih setelah gol yang diciptakan rekan setimnya, Maximiliano Araujo. Yang menarik, dua gol itu tercipta dari dua pemain sayap Uruguai. Di laga ini, Agustin Canobbio dan Maximiliano Araujo bermain sebagai penyerang sayap dalam pola 4-1-2-3, melengkapi Federico Vinas di lini depan.
Agustin Canobbio bermain dalam starting line-up sementara saat di laga pertama lawan Arab Saudi, dia turun di babak kedua menggantikan Darwin Nunez. Itu juga salah satu kemajuan terkait perannya di Uruguai. Dan, semua itu karena keputusannya untuk "berdamai" dengan Marcelo Bielsa.
Sosok Agustin Canobbio memang bukan pemain yang mudah dikenali. Bukan bintang besar tapi dia salah satu penyerang sayap terbaik yang dimiliki Uruguai saat ini. Namanya semakin dikenal karena Agustin Canobbio pemain yang masuk dalam daftar status pemain yang bermasalah dengan Marcelo Bielsa.
Kontroversi memang selalu mengiringi karier kepelatihan Marcelo Bielsa, termasuk di Timnas Uruguai. Pelatih asal Argentina ini seringkali membuat pemain kesulitan dalam mengikuti aturan pelatih yang kini berusia 70 tahun. Namun, yang sulit untuk diterka dari Marcelo Bielsa adalah sikapnya yang terkesan kaku. Bahkan, dengan usianya saat ini, kesan tersebut semakin terlihat.
Agustin Canobbio salah satu korban dari karakter Marcelo Bielsa tersebut. Agustin Canobbio sempat seperti diasingkan sebagai pemain Timnas Uruguai hanya karena sang pemain dinilai tidak memperlihatkan sikap hormat dalam sebuah pertemuan tim. Bahkan, itu terjadi hanya karena cara duduk Agustin Canobbio dalam rapat tersebut.
Momen itu terjadi pada Piala Amerika 2024 lalu. Marcelo Bielsa keberatan dengan cara Agustin Canobbio meletakkan kakinya di bagian bawah kursi selama pertemuan. Dalam pemberitaan pers ketika itu, Marcelo Bielsa menuduhnya tidak sopan dan bahkan mempertanyakan latar belakang dan pendidikan keluarga sang pemain.
Sejak saat itulah hubungan di antara pelatih dan pemain ini memburuk. Situasi yang cukup aneh tersebut berlanjut hingga memengaruhi karier Agustin Canobbio di Timnas Uruguai. Pasalnya, setelah pertemuan itu, Agustin Canobbio tidak pernah bermain lagi untuk negaranya ini selama hampir dua tahun.
Ketegangan di skuad Uruguai selama turnamen Piala Amerika dua tahun lalu itu menjadi sisi yang menarik perhatian. Apalagi diketahui bahwa Marcelo Bielsa kemudian Agustin Canobbio untuk berlatih dengan sekelompok pemain U-20 daripada tim senior.
Situasi tersebut bahkan sempat dikomentari oleh pemain senior Uruguai ketika itu, Luis Suarez. “Saya mendukung Agustin Canobbio terkait apa yang terjadi. Marcelo Bielsa menyuruhnya melakukan latihan dengan para pemain yang ada di sana sebagai rekan latih tanding selama beberapa hari. Itu sama sekali tidak menghormati.”
Luis Suarez juga mengklaim para pemain telah mencapai titik puncaknya di bawah metode kepelatihan Marcelo Bielsa. “Ada situasi yang terjadi di Copa America yang menyakitkan untuk dilihat. Para pemain seperti tidak tahan lagi."
Yang pasti, Agustin Canobbio tidak bermain untuk Uruguai selama sekitar 20 bulan setelah Copa America 2024. Baru, setelah dia meminta maaf pada Maret 2026 lalu, dia akhirnya kembali lagi ke Timnas Uruguai. Tidak ada cara lain bagi Agustin Canobbio selain berdamai dengan pelatih berjulukan El Loco Bielsa (si Gila Bielsa). Mengalah untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar.
Kini, dirinya dapat bermain kembali untuk Uruguai dan bahkan mencetak gol di Piala Dunia 2026 ini. Kisah Agustin Canobbio faktanya hanya salah satu dari sejumlah kasus yang pernah terjadi dalam kepemimpinan Marcelo Bielsa sebagai pelatih Uruguai sejak 2023 silam.
Ada sejumlah pemain seperti gelandang veteran Matias Vecino mengundurkan diri karena Marcelo Bielsa. Luis Suarez juga termasuk pemain yang masuk dalam daftar pernah bersitegang dengan pelatih ini. Apakah karena masa lalu itu yang membuat keinginan Luis Suarez membela Uruguai di Piala Dunia 2026 ini ditolak oleh Marcelo Bielsa? Mungkin saja.