Presiden FIFA, Gianni Infantino. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Madrid, Spanyol
Spanyol dan Argentina merupakan kandidat kuat juara Piala Dunia 2026 karena saat ini menduduki posisi teratas peringkat FIFA.
Piala Dunia 2026 akan dimulai sekitar tiga bulan lagi dengan Argentina menjadi kandidat kuat untuk mempertahankan gelar juara. Hanya saja, Presiden FIFA, Gianni Infantino, tidak sepandat dengan situasi tersebut.
Infantino lebih menjagokan Spanyol untuk merebut trofi Piala Dunia 2026. Status La Roja sebagai peringkat satu dunia menjadi alasan utamanya dengan koleksi 1.877,18 poin, unggul tipis atas Argentina yang menguntit di posisi kedua mengumpulkan 1.873,33 angka.
Kedua negara memang tengah berada dalam performa puncak, yang sekaligus memvalidasi peringkat tinggi mereka. Spanyol berhasil menjuarai Euro 2024 setelah mengalahkan Inggris 2-1 di final, sementara Argentina mengamankan Copa America 2024 lewat kemenangan 1-0 atas Kolombia.
“Spanyol adalah salah satu favorit, bersama dengan yang lain, tentu saja. Kita sudah tahu kekuatan Spanyol. Tim peringkat nomor satu dalam ranking tersebut harus menjadi favorit untuk Piala Dunia,” ungkap Infantino dikutip Diario AS.
Menjelang Piala Dunia 2026, Spanyol dan Argentina dijadwalkan saling berhadapan dalam ajang Finalissima 2026 pada 27 Maret di Qatar. Namun, lokasi pertandingan tersebut belum dikonfirmasi secara resmi karena ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah.
Tempat pertandingan kemungkinan besar diputuskan minggu ini menyusul pertemuan antara UEFA, Conmebol, dan pemerintah Qatar. Saat kedua negara bersiap untuk Finalissima 2026 yang sangat dinantikan dan Piala Dunia mendatang, Spanyol dan Argentina tengah bergulat dengan sejumlah besar cedera pada personel kunci.
Kondisi kebugaran skuad ini telah menjadi kekhawatiran utama bagi pelatih Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni hanya beberapa minggu sebelum bentrokan di Qatar. Spanyol menerima pukulan telak pada 3 Maret ketika Alejandro Balde mengalami cedera hamstring distal saat semifinal Copa del Rey bersama Barcelona melawan Atletico Madrid.
Laporan medis resmi dari pihak klub menunjukkan bek kiri tersebut akan absen selama kurang lebih empat minggu, yang secara efektif menyingkirkannya dari laga final 27 Maret. Daftar cedera tersebut ternyata tidak berakhir di sana.
Mikel Merino mengalami patah tulang kaki dan Samu Omorodion mendapatkan robekan ACL sehingga sudah dipastikan absen dari turnamen tersebut. Sementara itu, Nico Williams tetap menjadi keraguan besar karena belum tampil lagi untuk Athletic Bilbao sejak 11 Februari karena masalah pangkal paha yang terus-menerus.
Argentina pun menghadapi krisis serupa. Paulo Dybala telah resmi dinyatakan absen dari Finalissima setelah menjalani operasi lutut untuk memperbaiki robekan meniskus lateral.
Dybala bergabung dengan Valentin Carboni, yang menderita cedera hingga akhir musim akibat mengalami robekan total ACL dan robekan parsial LCL. Selain itu, Juan Foyth juga harus menepi dari lapangan hijau akibat mengalami cedera robekan tendon Achilles.
Lebih jauh lagi, Lisandro Martinez saat ini sedang dipantau karena ketidaknyamanan otot soleus. Sementara Giovani Lo Celso tengah berjuang melawan cedera myotendinous sedang pada paha kanannya.
Kekhawatiran terakhir datang dari lini serang, di mana Lautaro Martinez sedang menjalani rehabilitasi intensif untuk ketegangan betis kiri. Pesepak bola berusia 28 tahun terebut diharapkan bisa bugar tepat waktu untuk laga Finalissima.