TVRINews - New York, Amerika Serikat

Sorotan tajam tertuju pada sektor kiper saat Matt Turner mendadak diturunkan meski lama absen.

Jeda internasional terbaru bagi tim nasional Amerika Serikat berakhir dengan hasil yang kurang memuaskan. Harapan tinggi yang disematkan pada pundak Mauricio Pochettino justru berujung pada kekecewaan mendalam setelah serangkaian hasil buruk yang terjadi di lapangan.

Amerika Serikat dipaksa menelan dua kekalahan secara beruntun, yakni menyerah 2-5 di tangan Belgia dan kembali takluk 0-2 saat berhadapan dengan Portugal. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi moral tim yang tengah berupaya membangun momentum positif sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.

Selain hasil akhir yang mengecewakan, Pochettino juga harus menghadapi fakta pahit terkait kebugaran para pemainnya yang mulai bertumbangan. Kekhawatiran mengenai cedera makin meningkat setelah dua pemain penting, Johnny Cardoso dan Auston Trusty, terpaksa menepi akibat masalah fisik di tengah jadwal yang kian padat.

Situasi tersebut memicu gelombang rasa frustrasi yang meluas di kalangan pendukung setia Amerika Serikat di berbagai platform media sosial. Banyak pihak mulai meragukan arah perkembangan tim di bawah kendali Pochettino, terutama melihat koordinasi antarlini yang tampak sangat rapuh dalam dua pertandingan terakhir tersebut.

Kondisi tim semakin pelik karena Pochettino tidak dapat menurunkan susunan pemain terbaiknya sejak menit awal pertandingan. Absennya nama-nama besar seperti Tyler Adams dan Sergino Dest terbukti meninggalkan lubang besar dalam sistem permainan yang sedang coba ditanamkan oleh sang pelatih.

Chris Richards memang sempat kembali memperkuat tim saat melawan Portugal, namun penampilannya tidak sepenuhnya memberikan ketenangan bagi barisan pertahanan. Bek tersebut terlihat mengenakan pelindung lutut yang cukup mengkhawatirkan, mengisyaratkan bahwa kondisinya mungkin belum mencapai kebugaran 100 persen.

Di tengah carut-marut komposisi pemain belakang dan tengah, sebenarnya Pochettino memiliki opsi lengkap di sektor penjaga gawang. Matt Freese, yang saat ini dianggap sebagai pilihan utama, berada dalam kondisi bugar dan siap untuk dimainkan dalam dua laga penting tersebut.

Namun, Pochettino justru mengambil keputusan mengejutkan dengan memilih Matt Turner sebagai kiper utama saat menghadapi Belgia. Keputusan ini dianggap cukup berisiko mengingat Turner sudah tidak pernah tampil membela Amerika Serikat dalam 15 pertandingan terakhir sebelumnya.

Meski sempat menunjukkan kelasnya dengan melakukan beberapa penyelamatan krusial, Turner tetap tidak mampu membendung derasnya arus serangan Belgia. Pada akhirnya, lima gol bersarang di gawang Amerika Serikat dalam laga yang seharusnya menjadi ajang pemanasan krusial menuju Piala Dunia 2026.

Keputusan memasang Turner memicu komentar dari legenda kiper Amerika Serikat, Brad Friedel, yang mengaku heran. Ia mengaku terkejut dengan keputusan yang diambil Pochettino karena lebih pilih masang Turner.

"Saya sudah lama mengenal Mauricio... dia sangat, sangat cerdas. Tidak mungkin dia akan menentukan posisi tim sekarang. Mauricio menginginkan persaingan hingga detik terakhir," kata Friedel dikutip Express

Hanya saja, Friedel tidak menampik secara logika, Freese seharusnya mendapatkan jam terbang lebih banyak sebelum Piala Dunia 2026 berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk menjaga persaingan penjaga gawang tetap kompetitif.

"Saya terkejut Freese tidak dimainkan, karena dengan sisa empat laga menuju Piala Dunia, logikanya dia harus terus diturunkan. Namun, saya juga paham alasan memberi satu kesempatan lagi kepada Matt [Turner]. Jika dia tampil luar biasa, artinya tim punya persaingan yang sehat di posisi kiper," ucapnya.

Di tengah segala perdebatan, Freese memilih untuk tetap rendah hati dan fokus pada kepentingan kolektif. Ia menyerah seluruh keputusan bermain atau tidak dirinya kepada Pochettino.

"Saya tidak terlalu memusingkan hal itu. Saya fokus untuk ada bagi tim dan membantu dalam kapasitas apa pun yang dibutuhkan," ujar Freese menjawab polemik yang terjadi.