Pelatih yang membawa Jerman juara Piala Dunia 2014, Joachim Low dikabarkan akan membesut Gana. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Berlin, Jerman
Publik sepak bola Gana kini menanti apakah federasi akan benar-benar mendekati Low atau mencari alternatif lain.
Kursi pelatih tim nasional Gana saat ini tengah mengalami kekosongan menyusul keputusan federasi mendepak Otto Addo dari jabatannya. Keputusan pemecatan tersebut diambil hanya berselang beberapa jam setelah skuad Black Stars menelan kekalahan 1-2 dari Jerman awal pekan ini.
Otto Addo tercatat telah menakhodai tim selama dua tahun setelah sempat menjabat sebagai pelatih interim pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Namun, performa Gana yang terus merosot, termasuk kekalahan telak 1-5 dari Austria dalam laga persahabatan, membuat federasi harus mengambil tindakan tegas.
Kini, Gana sangat membutuhkan sosok pemimpin yang stabil untuk mempersiapkan tim menghadapi persaingan berat di Piala Dunia 2026. Di tengah situasi pencarian tersebut, muncul rumor kuat yang menghubungkan nama mantan juru formasi Jerman, Joachim Low.
Beberapa laporan mengklaim Low sudah sangat dekat untuk menandatangani kontrak jangka pendek demi memimpin Gana di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Spekulasi ini pun berkembang cepat di media internasional mengingat reputasi besar yang dimiliki oleh pria berusia 66 tahun tersebut.
Meski demikian, Low segera memberikan klarifikasi untuk meredam kabar burung yang makin liar mengenai masa depannya. Ia secara tegas membantah telah menjalin komunikasi formal dengan pihak federasi sepak bola Gana.
"Secara resmi, tidak ada satu pun pihak dari Gana yang berbicara dengan saya," ujar Low saat diwawancarai oleh Sky Sport sekaligus menjadi jawaban langsung atas berbagai laporan yang menyebut dirinya akan segera terbang ke Gana.
Walaupun membantah keterlibatan dengan Gana saat ini, pria yang membawa Jerman juara dunia 2014 itu menegaskan belum ingin mengakhiri karier melatihnya. Low mengaku masih memiliki ambisi besar untuk kembali memimpin sebuah tim jika mendapatkan tawaran proyek sepak bola yang tepat.
Setelah sempat menolak beberapa tawaran usai Euro 2020 dan rumor dari Uzbekistan, Low kini lebih selektif dalam memilih tantangan baru. Ia mempertimbangkan secara matang setiap tawaran yang masuk.
"Pada dasarnya, saya sudah katakan bahwa saya belum ingin pensiun sekarang; apalagi jika ada tawaran menarik lainnya dan prospek yang bagus," ungkapnya.
Low juga memberikan sinyal kuat dirinya lebih tertarik untuk tetap berkarier di level internasional dibandingkan melatih sebuah klub. Pengalaman panjangnya bersama Die Mannschaft selama belasan tahun menjadi modal utama yang ingin ia manfaatkan kembali di masa depan.
Baginya, menangani tim nasional memiliki tantangan unik yang sangat sesuai dengan gaya kepemimpinan serta visi taktis yang Low miliki selama ini. "Sejauh menyangkut pengalaman saya, bidang itu juga akan menjadi yang terbaik bagi saya."
Rekam jejak Low dalam turnamen besar memang sangat mengesankan dengan konsistensi mencapai babak semifinal dalam lima ajang bergengsi berturut-turut. Puncaknya adalah saat ia berhasil mengantarkan Jerman meraih trofi Piala Dunia 2014 di Brasil dan Piala Konfederasi 2017 di Rusia.
Siapa pun yang nantinya terpilih menjadi pelatih baru Gana dipastikan memikul beban berat pada perhelatan Piala Dunia 2026. Berdasarkan hasil undian, Black Stars masuk ke dalam grup yang sangat kompetitif bersama Inggris, Kroasia, dan Panama.
Sekarang publik sepak bola Gana masih menanti siapa sosok yang akan dipercaya untuk membangkitkan kembali kejayaan tim nasional mereka di panggung dunia. Pengalaman dan tangan dingin seorang pelatih kelas dunia menjadi faktor kunci yang diharapkan bisa segera hadir di bangku cadangan mereka.