TVRINews - Mexico City, Meksiko

Afrika Selatan mengalihkan fokus untuk mengincar poin penuh pada laga kontra Republik Ceko dan Korea Selatan.

Pelatih tim nasional Afrika Selatan, Hugo Broos, menegaskan kekalahan dua gol tanpa balas dari Meksiko tidak mengubah target besar timnya di Piala Dunia 2026. Ia tetap yakin skuadnya masih memiliki peluang terbuka untuk melangkah keluar dari persaingan sengit Grup A.

Bertanding di Estadio Azteca, Jumat (12/6/2026) dini hari WIB, gawang Afrika Selatan harus bobol lebih cepat lewat aksi Julian Quinones pada menit kesembilan sebelum digandakan oleh Raul Jimenez di menit ke-67. Perjuangan tim tamu kian berat setelah Sphephelo 'Yaya' Sithole diusir wasit pada menit ke-50, disusul Themba Zwane menit ke-84, meski Meksiko juga kehilangan Cesar Montes akibat kartu merah di masa tambahan waktu.

Broos mengingatkan anak asuhnya untuk tidak terlalu meratapi hasil minor ini karena dinamika dalam sebuah turnamen besar selalu sulit diprediksi. Ia mau pasukannya bangkit dan menatap pertandingan ke depan dengan kepala tegak.

“Bagi kami, targetnya masih sama seperti pekan lalu, yaitu lolos dari fase grup dan misi itu masih sangat mungkin tercapai,” kata Broos dikutip dari ESPN.

Mantan pelatih Timnas Kamerun itu mengakui hasil di laga pembuka ini memang jauh dari apa yang telah direncanakan dan diharapkan oleh tim. Kendati demikian, Broos meminta para pemain Afrika Selatan segera bangkit untuk mengamankan poin penuh pada dua pertandingan sisa.

Sesuai jadwal, Afrika Selatan akan menantang Republik Ceko di Atlanta pada 18 Juni mendatang, sebelum melakoni laga pemungkas kontra Korea Selatan sepekan kemudian. Persaingan di grup ini dipastikan memanas setelah Korea Selatan sukses memetik kemenangan tipis 2-1 atas Republik Ceko di pertandingan lainnya.

Format baru yang diikuti 48 negara ini membuka peluang lebih besar karena tidak hanya meloloskan juara dan runner-up grup secara otomatis ke babak 32 besar. Afrika Selatan yang belum pernah lolos ke fase gugur di Piala Dunia, kini bisa memanfaatkan jalur peringkat ketiga terbaik untuk mencetak sejarah baru.

Dalam laga tersebut, Broos sejatinya melakukan perjudian taktik dengan beralih menggunakan skema tiga bek tengah demi mempertebal area lini pertahanan. Ia menumpuk tiga gelandang sekaligus di sektor sentral dan menduetkan Iqraam Rayners bersama Lyle Foster di lini depan, sementara pemain kreatif seperti Relebohile Mofokeng diparkir di bangku cadangan.

Eksperimen tersebut rupanya harus dibayar mahal dengan tumpulnya lini serang Afrika Selatan yang hanya menguasai 39 persen aliran bola di lapangan. Merujuk data statistik dari Flashscore, armada Bafana Bafana bahkan mencatatkan angka harapan gol (expected goals/xG) yang sangat minim, yakni hanya sebesar 0,08.

Meski kalah, Broos enggan menyalahkan penurunan kualitas individu pemainnya karena menyadari level kompetisi Piala Dunia memang jauh lebih tinggi dan kompetitif. “Hari ini kami menghadapi tim Meksiko yang sangat kuat. Bahkan pada beberapa momen, organisasi pertahanan kami yang sempurna membuat mereka frustrasi dan tidak tahu harus berbuat apa dengan bola,” ucapnya.

Namun, catatan merah diberikan Broos kepada barisan penyerang yang dinilainya kerap salah dalam mengambil keputusan saat mengalirkan bola ke area pertahanan lawan. Ia mau persoalan tersebut tidak terulang lagi di pertandingan lainnya.

“Secara ofensif kami harus berbenah, akurasi umpan akhir dan pergerakan pemain kami belum maksimal. Itu adalah hal utama yang harus kami perbaiki dalam beberapa hari ke depan sebelum laga berikutnya,” tuturnya.