TVRINews - Cardiff, Wales

Wales harus memanfaatkan dukungan penuh dari suporter fanatik mereka yang akan memenuhi tribune stadion.

Wales bersiap menghadapi laga krusial semifinal play-off Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Cardiff City, 26 Maret mendatang. Kemenangan dalam laga ini akan membawa salah satu tim selangkah lebih dekat menuju putaran final di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Pemenang laga ini akan menantang Italia atau Irlandia Utara di partai puncak lima hari berselang. Sorotan utama dalam laga tersebut tertuju pada sosok Edin Dzeko yang seolah menolak tua. 

Meski kini merumput di kasta kedua Jerman bersama FC Schalke 04, Dzeko tetap memegang peran sentral. Ia dipercaya sebagai kapten Wales sekaligus tumpuan serangan utama Bosnia dan Herzegovina.

Dzeko akan merayakan ulang tahun ke-40 tepat sebelum laga dimulai. Ia tetap menjadi ancaman nyata bagi pertahanan lawan walau usianya tidak muda lagi. 

Pelatih Wales, Craig Bellamy, yang pernah menghadapi Dzeko saat keduanya masih aktif bermain, memberikan kewaspadaan tinggi. Ia menegaskan bahwa faktor usia sama sekali tidak mengurangi pengaruh besar sang striker di lapangan hijau.

"Dia bukan tipe pemain yang mengandalkan kecepatan, tetapi kemampuan kombinasi permainan dan kecerdasan permainannya selalu berada di level tertinggi," kata Bellamy dikutip Dragon Sports.

Kewaspadaan Bellamy memang sangat beralasan jika menilik statistik Dzeko yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Bosnia dan Herzegovina. Dengan torehan 72 gol dari 146 penampilan, ia memegang rekor yang sulit dipatahkan. 

Strategi utama Wales untuk meredam keganasan Dzeko adalah dengan menjauhkannya dari area kotak penalti tim tuan rumah. Bellamy menjelaskan mantan penyerang Manchester City tersebut akan menjadi sangat berbahaya ketika dibiarkan berada di dekat gawang lawan. 

Wales mengusung misi besar untuk lolos ke Piala Dunia secara berturut-turut untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Sebelumnya, The Red Dragons hanya tampil pada edisi 1958 dan 2022. 

Namun, langkah Wales dipastikan tidak mudah karena Bosnia dan Herzegovina juga tampil impresif sebagai peringkat kedua di grup mereka di bawah Austria. Dzeko sendiri menyumbang lima dari total 17 gol timnya selama kampanye kualifikasi tersebut.

“Kami tahu Bosnia akan menjadi pertandingan yang tangguh. Secara fisik mereka sangat bagus dan terorganisasi dengan baik," ujarnya.

Selain faktor Dzeko, Bellamy mewaspadai kualitas individu skuad Bosnia dan Herzegovina yang dinilainya sangat solid dalam beberapa tahun terakhir. Ia mencatat banyak pemain tim tersebut yang saat ini tumbuh dan berkembang dalam sistem sepak bola negara elite Eropa. 

Banyak dari pemain Bosnia dan Herzegovina yang lahir atau menimba ilmu di Swedia hingga Jerman. Hal ini membuat kualitas individu dan IQ sepak bola mereka sangat tinggi saat kembali membela negaranya. 

Menjelang pengumuman skuad, Wales mendapat sedikit kabar baik dari sisi medis. Harry Wilson dan Dan James diharapkan bisa kembali memperkuat tim nasional setelah pulih dari cedera masing-masing.

Hanya saja, Bellamy dipusingkan dengan absennya kapten Ben Davies akibat mengalami patah pergelangan kaki yang cukup parah. Cedera ini bahkan mengancam partisipasi Davies jika Wales benar-benar berhasil menembus putaran final Piala Dunia 2026.

Selain Davies, kondisi Chris Mepham dan Kieffer Moore juga masih meragukan akibat masalah hamstring yang cukup mengganggu persiapan tim. Sebagai langkah antisipasi krisis lini belakang, Wales tengah berupaya merayu bek muda berbakat, Ashley Phillips. 

Pemain berusia 20 tahun milik Tottenham Hotspur tersebut menjadi target naturalisasi yang sangat krusial. Phillips diharapkan mau beralih kewarganegaraan dari Inggris untuk memperkuat jantung pertahanan Wales. 

Phillips diketahui memiliki garis keturunan Wales melalui sang ibu dan pernah membela tim junior Wales pada level. Kehadirannya dipandang sebagai solusi jangka panjang sekaligus tambahan kekuatan instan untuk menghadapi gempuran Bosnia dan Herzegovina.

Jika berhasil melewati hadangan di babak play-off ini, Wales akan menyegel tiket Piala Dunia 2026. Ajang tersebut akan menjadi sejarah baru karena diselenggarakan di tiga negara berbeda secara sekaligus. Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada telah bersiap menyambut tim-tim terbaik dari seluruh penjuru dunia.