TVRINews - Jeddah, Arab Saudi

Bermain di Liga Arab Saudi memberikan keberuntungan bagi sejumlah pemain bintang untuk masuk skuad Piala Dunia.

Lionel Messi menginspirasi di Major League Soccer (MLS) sedangkan Cristiano Ronaldo juga menjadi ikon yang terus bersinar di Liga Pro Arab Saudi. Saat kedua legenda ini memilih jalan yang berbeda dalam level kompetisi liga, fans sejati kedua bintang dunia tersebut sempat terkejut karena terbiasa melihat kedua idola mereka main di liga negara Eropa.

Jalan yang diambil Lionel Messi dengan bermain di Amerika Serikat memang tidak biasa. Namun, setidaknya, di masa lalu ada sejumlah bintang legendaris pula yang pernah main di sana. Pele contohnya yang di masa silam di akhir-akhir kariernya bermain di New York Cosmos.

Sementara itu, pilihan Cristiano Ronaldo bermain di Liga Arab Saudi bersama klub Al Nassr terlihat lebih "menantang" karena sejumlah hal, terutama tentang tradisi sepak bola di negeri Timur Tengah ini.

Namun, terlepas dari motif sang pemain untuk berkarier di Liga Arab Saudi, faktanya kehadiran Cristiano Ronaldo bukan hanya membantu menaikkan citra liga sepak bola Arab Saudi melainkan juga membantah tentang penilaian pemain Liga Arab Saudi akan sulit masuk timnas.

Untuk Piala Dunia 2026 ini contohnya. Banyak pemain yang bermain di Liga Arab Saudi justru tetap memiliki peluang bermain di timnas masing-masing negaranya. Mereka pun masuk dalam skuad untuk Piala Dunia. Nama Ivan Toney, penyerang Timnas Inggris yang bermain di Al Ahli, justru mendapatkan berkah dari keputusannya berkarier di Liga Arab Saudi.

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel memanggilnya masuk skuad The Three Lions untuk melapis posisi penyerang jika Harry Kane mengalami cedera atau tidak fit. Dan, Ivan Toney bukan satu-satunya contoh tentunya. Era Cristiano Ronaldo di Arab Saudi kini membuka pintu bagi sejumlah pemain di dunia untuk berkarier di negeri ini.

Ketika Cristiano Ronaldo meninggalkan sepak bola Eropa untuk Arab Saudi, banyak yang menganggap karier bintang Portugal itu bersama tim nasional telah berakhir, dengan alasan bahwa sepak bola Arab Saudi jauh dari level yang dibutuhkan dalam sepak bola.

Dampak bintang Portugal itu pada sepak bola Arab Saudi sangat terasa sejak awal. Setelah kedatangan Cristiano Ronaldo kemudian diikuti oleh beberapa pemain terbaik seperti Neymar, Karim Benzema, Milinkovic-Savic, atau Joao Cancelo.

"Liga Arab Saudi jauh lebih baik daripada Liga Portugal dan Prancis. Di Prancis, semuanya tentang Paris Saint-Germain (PSG)," kata kata Cristiano Ronaldo. Meski demikian, saat itu, pernyataan CR7 tidak dianggap terlalu serius di Eropa.

Salah satu contoh penilaian yang cukup ekstrem mungkin pernyataan pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman. Keputusan pemain asal Belanda, Steven Bergwijn, pindah ke Al Ittihad pada 2024 lalu, mendapat reaksi yang tidak biasa dari Ronald Koeman.

Tepatnya pada 3 September 2024 atau sehari setelah Steven Bergwijn meninggalkan Ajax untuk bermain di Al Ittihad, Ronald Koeman mengatakan bahwa Bergwijn tidak akan dipanggil lagi untuk tim nasional, dengan alasan pilihan kariernya memperlihatkan sang pemain "kurang ambisi dari aspek sport". "Bukunya dengan tim nasional sudah ditutup," kata Ronald Koeman saat itu.

Namun, waktu telah menunjukkan bahwa Ronald Koeman tampaknya keliru. Belakangan, dalam sepekan terakhir ini, banyak kabar tentang pemanggilan pemain untuk skuad Piala Dunia 2026. Beberapa pemain masuk skuad Piala Dunia meskipun status mereka bermain di liga Arab Saudi.

"Ivan Toney penyerang berbahaya di kotak penalti, penyerang alamiah. Dia bagus dalam bola mati. Dan jangan lupa, dia spesialis penalti kelas dunia," kata Thomas Tuchel, pelatih asal Jerman, saat mengomentari keputusannya memanggil Ivan Toney masuk skuad Timnas Inggris Piala Dunia 2026.

Bahkan, Thomas Tuchel memilih Ivan Toney ketimbang memilih bintang Leeds United, Dominic Calvert-Lewin. Contoh lainnya adalah Roger Ibanez, bek Al Ahli berusia 27 tahun. Roger Ibanez meninggalkan AS Roma (Italia) dan bergabung ke Al Ahli pada 2023 lalu.

Tentu saja, selalu ada kekhawatiran bahwa pintu timnas tertutup. Namun, faktanya, Carlo Ancelotti terkesan dengan performa sang pemain sepanjang musim ini. Pelatih asal Italia itu kemudian memanggilnya masuk skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026. Padahal, Roger Ibanez baru tampil dalam 188 menit di level Timnas Brasil.

Dari Spanyol, sosok Aymeric Laporte, contoh terbaik tentang sukses pemain yang berhasil meraih gelar bersama negaranya. Aymeric Laporte merupakan pemain Al Nassr ketika dirinya bermain untuk Timnas Spanyol di Piala Eropa 2024. Laporte tampil dalam setiap laga fase knockout Timnas Spanyol dan membawa tim asuhan Luis de la Fuente ini juara Piala Eropa 2024.

"Bermain di Arab Saudi bukanlah halangan. Saya lebih menyukai pemain yang bermain 90 menit di Arab Saudi daripada yang bermain 15 atau 20 menit di Liga Inggris," kata Luis de la Fuente pada tahun 2024. Kini, Aymeric Laporte sudah meninggalkan Arab Saudi dan kembali ke klub asalnya, Athletic Bilbao.

Di Prancis, ada N'Golo Kante yang pernah bermain di Al-Ittihad. Gelandang ini masuk dalam skuad Didier Deschamps untuk Euro 2024 dan sejak saat itu, menjadi pemain penting termasuk di Piala Dunia 2026 ini. N'Golo Kante kini bermain di klub Turki, Fenerbahce. Sedangkan pemain saat ini di skuad Prancis yang bermain di Liga Arab Saudi adalah Theo Hernandez, bermain di Al-Hilal.

Di Portugal, tentu saja ada tiga pemain. Selain Cristiano Ronaldo ada Joao Felix (Al Nassr) dan Reben Neves (Al Hilal). Bahkan, Joao Cancelo pernah bermain di Al Hilal. Mereka bintang Liga Arab Saudi yang akan datang ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dalam Piala Dunia 2026.

Berikut Ini Daftar Pemain Liga Arab Saudi yang Masuk Skuad Timnas Piala Dunia 2026:

Pantai Gading: Franck Kessie (Al Ahli)
Prancis: Theo Hernandez (Al Hilal)
Brasil: Roger Ibanez (Al Ahli) dan Fabinho (Al Ittihad)
Curacao: Jurien Gaari (Abha)
Portugal: Ruben Neves (Al Hilal), Joao Felix (Al Nassr) dan Cristiano Ronaldo (Al Nassr)
Inggris: Ivan Toney (Al Ahli)
Panama: Orlando Mosquera (Al Fayha)
Maroko: Yassine Bono (Al Hilal)
Senegal: Edouard Mendy (Al Ahli), Kalidou Koulibaly (Al Hilal), dan Sadio Mane (Al Nassr)
Mesir: Nabil Dunga (Al Najma)
Aljazair: Riyad Mahrez (Al Ahli) dan Houssem Aouar (Al Ittihad)
Irak: Ali Jasim (Al Najma)
Meksiko: Julian Quinones (Al Qadisiyah)
Turki: Merih Demiral (Al Ahli)
Tunisia: Aymen Dahmen (Al Hazem)
Uruguai: Darwin Nunez (Al Hilal)
Yordania: Ali Al-Azaizeh (Al Shabab)
Gana: Cristopher Bonsu Baah (Al Qadisiyah)