Lamine Yamal diyakini pulih cedera tepat waktu sehingga bisa dibawa Spanyol ke Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Jakarta
Lamine Yamal, Erling Haaland, hingga Viktor Gyokeres memang sudah menjadi bintang, tapi baru tahun ini mereka berkesempatan mencicipi turnamen akbar Piala Dunia.
Empat tahun lalu, Piala Dunia 2022 menjadi panggung lahirnya sejumlah debutan. Jude Bellingham tampil matang meski masih sangat muda, Julian Alvarez membantu negaranya meraih gelar juara dunia, sementara Josko Gvardiol menjelma menjadi salah satu bek terbaik turnamen.
Kini, perhatian beralih ke Piala Dunia 2026 yang juga dipenuhi pemain-pemain debutan dengan potensi besar untuk menjadi sorotan global. Tidak semua berusia muda, karena sebagian dari mereka sudah berstatus superstar di level klub, sementara yang lain datang sebagai talenta muda yang digadang-gadang menjadi wajah masa depan sepak bola dunia.
Diiringi perhatian miliaran pasang mata yang tertuju ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, 11 Juni-19 Juli mendatang, berikut delapan pemain debutan yang paling ditunggu penampilannya di Piala Dunia 2026.
1. Lamine Yamal (Spanyol)
Sulit mencari nama yang lebih menarik daripada Yamal saat ini. Di usia 18 tahun, ia sudah menjadi salah satu pemain terbaik dunia dan diperkirakan menjadi wajah baru sepak bola global. Banyak media internasional menempatkannya sebagai salah satu debutan paling dinanti di Piala Dunia 2026.
Kelayakannya bukan tanpa bukti. Usai menyabet gelar Pemain Muda Terbaik dan membawa Spanyol juara Piala Eropa, performanya di Barcelona makin gila dengan konsistensi mencetak dua digit gol dan asis per musim. Kemampuan dribel suksesnya yang mencapai rata-rata di atas 3,5 per laga di kompetisi Eropa menjadikannya salah satu kreator paling berbahaya saat ini.
2. Erling Haaland (Norwegia)
Ini mungkin cerita terbesar turnamen. Salah satu penyerang terbaik generasi ini akhirnya tampil di Piala Dunia setelah Norwegia absen sejak 1998. Banyak penggemar sudah lama penasaran bagaimana Haaland tampil di panggung terbesar sepak bola.
Haaland datang dengan status monster gol sejati: peraih Sepatu Emas Eropa berturut-turut, pemegang rekor gol semusim Premier League, dan pencetak 55 gol hanya dari 49 penampilan di level internasional bagi Norwegia. Dengan koleksi trofi Liga Inggris dan Liga Champions bersama Manchester City, publik ingin melihat apakah rasio golnya yang mengerikan bisa menular di turnamen internasional terbesar, Piala Dunia 2026.
3. Florian Wirtz (Jerman)
Wirtz datang sebagai otak permainan Jerman dan salah satu gelandang paling kreatif di dunia. Setelah generasi Toni Kroos berakhir, sorotan kini tertuju kepadanya untuk membawa Jerman kembali berjaya.
Kehilangan panggung di 2022 akibat cedera ACL, Wirtz menebusnya dengan memimpin Bayer Leverkusen meraih Double Winner domestik bersejarah secara tak terkalahkan.
Performa impresif itu membuat Liverpool merekrutnya dengan nilai transfer yang memecahkan rekor klub. Di Anfield, Wirtz langsung diproyeksikan sebagai pusat kreativitas tim dan salah satu wajah baru era Liverpool setelah kepergian sejumlah pemain senior.
Kemampuannya menciptakan peluang, membaca ruang, dan berkontribusi dalam mencetak gol membuatnya dianggap sebagai salah satu gelandang serang paling komplet di dunia saat ini.
4. Martin Odegaard (Norwegia)
Bersama Erling Haaland, Odegaard akhirnya merasakan atmosfer Piala Dunia pertama dalam kariernya. Sebagai kapten Norwegia dan salah satu playmaker terbaik Eropa, banyak yang menantikan duetnya dengan Haaland di turnamen besar.
Sebagai jenderal lapangan tengah, Odegaard adalah raja kreativitas di Premier League bersama Arsenal yang dibawanya juara musim ini. Odegaard konsisten mencatatkan lebih dari 100 peluang emas (chances created) per musim di level klub. Visi bermainnya dikombinasikan dengan rata-rata akurasi umpan di sepertiga akhir lapangan yang mencapai 85% akan menjadi pelayan utama bagi ketajaman Haaland.
5. Luis Diaz (Kolombia)

Luis Diaz, akan menjadi andalan utama serangan Kolombia di Piala Dunia 2026 setelah kiprah bagus yang konsisten di klub.
Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
Luis Diaz sudah lama menjadi bintang di level klub, tetapi belum pernah tampil di Piala Dunia karena Kolombia gagal lolos ke Qatar 2022. Kini ia datang sebagai tumpuan utama negaranya dan salah satu winger paling eksplosif di turnamen.
Sejak kepindahannya ke Liverpool, Diaz telah memenangkan berbagai trofi domestik di Inggris. Demikian pula di klubnya saat ini, Bayern Munchen, ia sudah memborong tiga trofi yakni Bundesliga, DFB Pokal, dan Piala Super Jerman.
Pada kualifikasi Piala Dunia 2026, Diaz menjadi pahlawan utama Los Cafeteros, termasuk brace historisnya yang menumbangkan Brasil. Kecepatan serta catatan rata-rata 5,2 sentuhan di dalam kotak penalti lawan per game membuatnya menjadi ancaman nyata bagi pertahanan mana pun di dunia.
6. Viktor Gyokeres (Swedia)

Penyerang Swedia, Viktor Gyokeres.
Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
Viktor Gyokeres menjelma menjadi salah satu striker paling tajam di Eropa dalam beberapa musim terakhir. Karena Swedia gagal lolos ke Piala Dunia 2022, ia belum pernah merasakan atmosfer turnamen terbesar sepak bola. Banyak yang penasaran apakah produktivitas luar biasanya di level klub bisa berlanjut di Piala Dunia.
Setelah mencatatkan statistik masif dengan torehan lebih dari 40 gol dalam satu musim kalender dan mempersembahkan gelar juara bagi Sporting CP, ketajamannya langsung membuat Arsenal menebusnya ke London Utara.
Ketajaman Gyokeres terbukti tidak luntur di Premier League dengan menorehkan 14 gol musim ini. Kombinasi fisik yang kuat dan rata-rata 4 tembakan tepat sasaran per laga menjadikannya salah satu nomor 9 paling ditakuti di dunia saat ini, sekaligus tumpuan utama Swedia untuk melangkah jauh.
Kelayakannya di panggung dunia makin sahih setelah ia tampil sebagai pahlawan utama Swedia di babak play-off. Termasuk mencetak hat-trick krusial saat Swedia mengandaskan Ukraina 3-1 di semifinal play-off Piala Dunia 2026, serta satu gol di final yang menyingkirkan Polandia 3-2.
7. Arda Guler (Turki)
Guler merupakan simbol generasi baru sepak bola Turki. Bakat, kreativitas, dan kemampuan teknisnya membuatnya sering disebut sebagai salah satu pemain muda paling menarik di dunia. Jika tampil sesuai ekspektasi, gelandang 21 tahun ini berpotensi menjadi salah satu breakout star turnamen.
Meski sempat bersaing ketat memperebutkan menit bermain di Real Madrid, Arda Guler membuktikan efisiensinya yang luar biasa lewat rasio gol per menit yang sangat tinggi (mencetak gol hampir setiap 90 menit bermain di liga). Ditambah dengan koleksi gelar Liga Champions dan La Liga di usia muda, tendangan jarak jauhnya yang akurat menjadi senjata mematikan Turki.
8. Desire Doue (Prancis)
Desire Doue adalah salah satu talenta muda paling eksplosif yang dimiliki Prancis saat ini. Kemampuan pemain 20 tahun ini bermain di berbagai posisi lini serang membuat banyak pengamat menilai ia bisa menjadi kejutan besar di Piala Dunia pertamanya.
Setelah nilai transfernya melambung saat dipinang Paris Saint-Germain, Doue menunjukkan kematangan taktik di bawah tekanan besar. Memiliki atribut elite dalam memenangi duel satu lawan satu, fleksibilitasnya yang bisa bermain sebagai sayap kiri, kanan, maupun gelandang serang memberikan pelatih Didier Deschamps opsi destruktif dari bangku cadangan.